Perjuangkan Aspirasi, Angkutan Resmi Mogok Operasi

Metropolis

Puluhan ribu sopir dan pemilik angkutan di Sumatera Utara mulai dari sopir angkutan kota, angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antar provinsi (AKAP) mengancam akan mengentikan operasional atau mogok operasi armada. Apa alasan mereka, berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution bersama Ketua DPC Organda Medan, Mont Gomery Munthen

Apa alasan akan melakukan stop operasional?
Semua anggota kita sudah mendesak dan kami sudah sepakati bersama DPD Organda Sumut untuk melakukan stop operasi (mogok operasi armada) tapi tidak aksi demo. Aksi ini kami lakukan karena pemerintah tidak pernah menganggap kami sebagai mitra lagi, dan keresahan kami tak pernah ditanggapi atas operasional angkutan plat hitam dan taksi gelap.


Kapan akan dilakukan aksi tersebut?
Saat ini puluhan ribu sopir mulai dari angkutan kota, sopir AKDP dan AKAP telah lelah mencoba berkomunikasi dan menunggu sikap dan tindakan dari pemerintah. Oleh karena itulah, puluhan ribu sopir dan pemilik angkutan sepakat untuk mengentikan operasi armada. Kalau waktunya belum kita tentukan tapi akan segera kami lakukan karena kami sudah lelah menunggu tindakan dari pemerintah, malah angkutan plat hitam masih bisa bebas beroperasi di depan mata kami juga di depan mata petugas.

Sebesar apa pengaruh angkutan plat hitam?
Bebasnya operasional taksi plat hitam sudah sangat parah dan sangat merugikan sopir dan pemilik angkutan plat kuning. Contohnya seperti mereka yang sudah tidak masuk terminal dan tidak pernah bayar pajak apapun tetapi bebas beroperasi. Bahkan, mereka mengambil penumpang kami. Seperti dari tujuan Siantar-Medan, taksi plat hitam bisa langsung mengantar penumpang dari Siantar langsung ke rumah penumpang misalnya ke Helvetia.

Sementara kalau penumpang menggunakan jasa kami mereka tidak hanya harus menaiki bus AKDP dari Siantar saja tapi juga turun di terminal Amplas dan harus kembali menaiki angkutan kota ke Helvetia. Makanya, jika penumpang naik taksi plat hitam maka itu sudah membunuh mata pencaharian sopir AKDP juga sekaligus angkutan kota plat kuning.

Bila angkutan sopir mogok, apakah nasib penumpang sudah dipertimbangkan?
Untuk aksi mogok operasi yang akan dilakukan puluhan ribu sopir ini, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat di Sumut untuk dapat memahami dan mengerti terhadap keluhan para sopir. Sekali lagi, kita memohon maaf kepada masyarakat pengguna jasa angkutan karena terganggu perjalanannya karena kami akan mogok operasional. Kami berharap masyarakat dapat memahami kami.

Apakah tidak ada solusi lain?
Selama ini kita sudah berupaya untuk meminta tindakan tegas dari pemerintah dan aparat untuk menertibkan taksi plat hitam. Namun, Pemerintah dan aparat selama ini tutup mata. Kami sudah berupaya menempuh jalur ke Dishub, Kasatlantas Medan, Kapolresta Medan, bahkan ke Kapoldasu serta ke DPRD Sumut tapi tak juga ditanggapi. Saya nilai, pemerintah telah menciptakan konflik horizontal karena selama ini telah membiarkan masalah ini berlarut-larut, dan membuat supir jenuh.(*)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *