Permukaan Air Danau Toba Stabil, Inalum Konsisten Pasok 90 MW Listrik ke PLN

Ekonomi Sumatera Utara
Bendungan Sigura-gura, yang airnya dialirkan untuk PLTA Sigura-gura. Listrik dari PLTA ini diprioritaskan untuk pabrik peleburan  Inalum.
Bendungan Sigura-gura, yang airnya dialirkan untuk PLTA Sigura-gura. Listrik dari PLTA ini diprioritaskan untuk pabrik peleburan Inalum.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stabilnya tinggi permukaan air Danau Toba pada 904,6 mdpl sejak Januari sampai dengan Juni 2015, sangat mendukung operasional PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero).

“Dengan dukungan air Danau Toba tersebut, Inalum bisa mengoperasikan delapan unit turbin PLTA. Dengan demikian, Inalum dapat terus melanjutkan komitmen membantu PLN Sumbagut dengan tetap memasok energi listrik ke PLN sebesar 90 MW,” kata Winardi, Direktur Utama PT Inalum saat berbuka puasa bersama kalangan media di Aryaduta, Medan, akhir pekan kemarin.


Dengan 8 unit turbin PLTA yang beroperasi, lanjutnya, Inalum juga mampu mengoperasikan rata-rata 491 dari 510 tungku peleburan.

“Jumlah tungku yang bisa dioperasikan tersebut sejauh ini sudah mampu memproduksi 126.265 ton alumunium batangan (ingot), atau hampir 50 persen dari target yang direncanakan. Pada tahun ini Inalum menargetkan hasil produksi sebanyak 255.963 ton ingot,” katanya dalam sambutan yang dibacakan Direktur Pengembangan dan Operasional PT Inalum, Harmon Yunas.

Winardi melanjutkan, PT Inalum mampu menjadi salah satu BUMN dengan laba terbesar, setelah perusahaan tersebut diakuisisi Pemerintah Indonesia dari Jepang. Selama periode April-Desember 2014, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) membukukan keuntungan bersih senilai US$128 juta, atau 220 persen dari target yang sebelumnya ditargetkan.

Dari profit itu, sebagai perusahaan milik negara, PT Inalum sudah membayarkan deviden kepada pemerintah RI sebesar Rp394 miliar.

“Keuntungan tersebut menghantarkan Inalum sebagai BUMN dengan laba terbesar peringkat ke-15 di tahun 2014. Ini semua berkat rahmat Allah SWT dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk insan pers,” katanya.

Namun demikian, Winardi mengakui, pada 2015 ini Inalum juga menghadapi sejumlah tantangan serius. Kondisi pasar alumunium dunia pada tahun ini cenderung melemah dibandingkan dengan 2014. Baik dari aspek permintaan maupun harga jual dan premium.

“Melemahnya pasar ini akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi negara-negara yang mengonsumsi alumunium dalam jumlah besar sehingga jumlah pasokan melebihi permintaan,” tuturnya.

Menghadapi kondisi itu, dirinya sudah meminta manajemen Inalum melakukan beberapa langkah antisipasi. Di antaranya dengan melakukan usaha-usaha yang maksimal terkait dengan penjualan, meningkatkan kinerja pemasaran serta efisiensi operasional.

Sebagaimana tradisi Inalum, Winardi mengatakan, tahun ini mereka kembali memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar perusahaan. Mulai dari perbaikan mushala, pembangunan sarana air bersih, pembangunan tangkahan ikan bagi nelayan, bantuan sosial kepada anak yatim piatu, bantuan kemanusiaan untuk korban erupsi Gunung Sinabung, dan lainnya.

Bahkan selama bulan Ramadhan, Inalum telah menggelar Pasar Murah di desa-desa sekitar pabrik peleburan. Dan pada tahun ini, Inalum juga akan menyalurkan beasiswa sebesar Rp8 miliar kepada 7.200 siswa tingkat SD, SMP, SMA sederajat, dan perguruan tinggi yang berasal dari 10 kabupaten/kota di sekitar wilayah PLTA dan pabrik peleburan.

Hadir pada acara buka puasa bersama ini, segenap manajemen PT Inalum, perwakilan Kominfo Sumut, Ka.Pendam I BB, Humas Poldasu, Ketua PWI dan para pemimpin redaksi. (mea)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *