Persita dan Persipasi Mengancam

Ayam Kinantan

TANGERANG- Persita Tangerang kembali pesta gol di kandang sendiri. Setelah pada pertandingan sebelumnya menghancurkan PSLS Lhokseumawe dengan skor 4-1, Kamis (14/4) kemarin kini,giliran gawang PSSB Bireun yang menjadi korban tim berjuluk Pendekar Cisadane.

Lima gol berhasil disarangkan M Agus Salim dan kawan-kawan dalam laga lanjutan kompetisi Divisi Utama, di Stadion Benteng, Tangerang, Senin (18/4). Alhasil, kemenangan telak melambungkan asa tim Ungu bisa lolos ke babak delapan besar mengancam posisi PSMS. Kendati tambahan tiga poin belum dapat mendongkrak posisi di klasemen sementara Grup I. Pendekar Cisadane masih tertahan di peringkat lima dengan 39 poin.


Rohmad yang memulai pesta gol Persita. Dedy Mulyadi  berhasil memperbesar keunggulan tuan rumah pada menit 16..  M Agus Salim membuat tambahan gol bagi Persita pada menit 24. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Pendekar masih mengendalikan permainan. Agus Salim kembali menambah pundi-pundi golnya saat pertandingan babak kedua baru berjalan lima menit. Dan, Luis Edmundo menuntaskan pesta gol Persita menjadi 5-0 melalui gol yang diciptakan pada menit 63.

Pelatih Persita, Elly Idris mengungkapkan, kunci kemenangan telak itu berkat semangat bertanding pasukannya. “Kami lega pemain tetap bermain penuh semangat seperti itu,” ujar Elly.

Pelatih PSSB, Joni Effen mengaku, skuadnya sudah merasa kalah sebelum bertanding. Itu menyusul banyaknya pemain yang absen. “Anda lihat sendiri, pemain kami pas-pasan begitu. Itu pun banyak pemain yang tidak fit,” kata Joni.

Sementara Persipasi Bekasi juga mengancam setelah menang atas PSLS Lhokseumawe di Stadion Patriot, Bekasi. Striker haus gol Arie Priatna yang diturunkan sebagai pemain pengganti, mencetak satu-satunya gol kemenangan Laskar Patriot di menit ke-90.

“Akhirnya kami mampu mencetak gol dan terhindar dari kekalahan,” ungkap Pelatih Persipasi, Warta Kusuma. Menurut Warta, timnya kesulitan menciptakan gol hingga 90 menit, itu faktor pemainnya yang kurang tenang dalam mengeksekusi bola.

Sementara itu, kekecewaan ditunjukkan kubu PSLS. Pasalnya, mereka seharusnya bisa mengantongi satu poin dari pertandingan itu. “Mimpi kami dirusak oleh wasit. Banyak keputusan wasit yang merugikan kami,” ungkap pelatih PSLS, Imran Juned.(net/bbs/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *