Pertamina Gelar Pelatihan Safetyman, 78% Kebakaran di SPBU karena Kelalaian Konsumen

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina (Persero) mencatat, insiden kebakaran yang terjadi di SPBU selama tahun 2020, sebanyak 78 persen disebabkan kelalaian konsumen. Terutama saat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui jeriken, tangki kendaraan yang dimodifikasi, atau ulah pelansir.

PELATIHAN: Pelatihan Safetyman SPBU yang digelar Pertamina secara virtual, Senin (5/10).
PELATIHAN: Pelatihan Safetyman SPBU yang digelar Pertamina secara virtual, Senin (5/10).

Guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam pelayanan BBM di SPBU, Pertamina mengedukasi konsumen dan petugas operator dalam menjaga keselamatan di SPBU. Namun masih disayangkan, insiden kebakaran masih terjadi di SPBU.


Seperti kebakaran yang terjadi di SPBU 14.203.196 Desa Pertampilan, Kecamatan Pancurbatu, pada 19 April 2020 lalu, api menghanguskan satu sepeda motor dan satu dispenser pertalite SPBU sehingga mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah. Hal itu ditengarai karena muncul percikan api dari sepeda motor yang menyala saat mengisi BBM dengan jerigen, sehingga memantik kebakaran. Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Berkaca dari insiden yang terjadi, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I kembali mengadakan pelatihan bagi Safetyman SPBU seluruh Provinsi Sumut. Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina MOR I, M Roby Hervindo menjelaskan, pelatihan Safetyman SPBU bagi manajer dan pengawas SPBU di wilayah Provinsi Sumut.

“Hal ini, bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam aspek kesehatan dan keselamatan kerja. Kami lakukan berkala agar terbentuk menjadi budaya,” ungkap Roby dalam keterangan pers diterima Sumut Pos, Senin (5/10).

Beradaptasi dengan kebiasaan baru di masa pandemi saat ini, Roby mengatakan, pelatihan dilaksanakan secara daring di Sibolga dan Medan. Tercatat sebanyak 219 manajer serta pengawas SPBU mengikuti pelatihan di Sibolga dan 148 di Medan yang dilaksanakan masing-masing selama dua hari pada tanggal 24 dan 25 September 2020 serta 28 hingga 29 September 2020.

“Kami berharap para manager dan pengawas SPBU setelah mengikuti pelatihan ini dapat lebih meningkatkan peran dan tanggung jawabnya menerapkan HSE Golder Rules Patuh, Intervensi dan Peduli untuk mencegah kecelakaan terjadi. Terutama dalam menginisiasi sekaligus mengawasi kepatuhan standar maupun praktek terbaik aspek keselamatan SPBU agar menjadi budaya di setiap pekerja. Sehingga setiap tindakan yang dilakukan selalu mengedepankan aspek keselamatan,” tutur Roby.

Selama pelatihan para peserta dipandu oleh narasumber Aditya Maulana dan Angga Abdi Satria dari Fungsi Health, Safety, Security and Environment (HSSE) MOR I. Materi pelatihan diantaranya mengenai keselamatan aspek dan konstruksi SPBU, keselamatan operasi penerimaan, penimbunan dan penyaluran di SPBU, pemeliharaan dan pembenahan SPBU, area terbatas, detektor gas dan landasan serta peralatan perlindungan pribadi.

Manager SPBU 14.201.128 di Medan, Antonius Ginting, yang menjadi salah satu peserta pelatihan mengungkapkan pelatihan ini sekaligus menjadi evaluasi SPBU. “Selama pelatihan banyak pengetahuan dan ilmu yang didapat. Sehingga dapat dijadikan sebagai bahan atau evaluasi kami dalam mempraktekan rutinitas standar prosedur operasi di SPBU guna meminimalisir insiden yang dapat terjadi,” ujar Antonius.

Pertamina juga terus mengedukasi konsumen mengenai aturan dalam pengisian BBM di SPBU. Diantaranya mematikan mesin kendaraan sebelum pengisian BBM, tidak menggunakan telepon seluler, dilarang merokok atau menyalakan api, dilarang memotret. “Konsumen juga tidak diperbolehkan memperbaiki kendaraan dan membuka kap mesin kendaraan di areal SPBU, serta menghindari menggoyang kendaraan saat mengisi BBM,” pungkasnya.(gus)

Teks foto:

loading...