Pertaruhan Zidane

Olahraga

SUMUTPOS.CO – BARCELONA bakal bersua Real Madrid pada El Clasico edisi 245 dalam kompetisi resmi, atau ke-278 sepanjang sejarah. Pada jornada ke-7 La Liga 2020/2021 ini, akan digelar di Camp Nou, Sabtu (24/10) malam WIB.

PERTARUHAN: Kursi pelatih Zidane dipertaruhkan dalam El Clasico kontra Barcelona Sabtu (24/10) malam WIB.
PERTARUHAN: Kursi pelatih Zidane dipertaruhkan dalam El Clasico kontra Barcelona Sabtu (24/10) malam WIB.

Hasil El Clasico kali ini, disebut-sebut akan memengaruhi masa depan Zinedine Zidane. Kursi pelatih Zidane di Santiago Bernabeu sedang bergoyang setelah Madrid menderita dua kekalahan beruntun. Los Blancos dipermalukan tim promosi Cadiz 0-1, sebelum dibekap Shakhtar Donetsk 2-3 setelah tertinggal tiga gol lebih dulu di babak pertama.


Belakangan beredar kabar, Zidane diberi dua pertandingan untuk memperbaiki hasil-hasil Real Madrid. Bukan tugas yang mudah bagi legenda sepakbola Prancis itu karena tugas pertamanya adalah lawatan ke markas rival abadi, Barcelona, di Camp Nou, Sabtu (24/10) malam WIB.

Namun, bukan tidak mungkin Zidane bisa dicopot apabila Madrid gagal memperoleh hasil bagus di Camp Nou dan memperlihatkan penampilan yang buruk.

Namun begitu, eks pelatih Madrid Jose Antonio Camacho meyakini, hasil El Clasico tidak akan menentukan masa depan Zidane. “Saya pikir Zidane tidak akan dipecat kalau mereka kalah,” ujar Camacho di SPORT.

“Dia didukung oleh presiden klub dan mesti berlanjut sekalipun di dalam sepakbola Anda tidak bisa melihat ke belakang dan sepakbola terkadang juga kejam,” sambungnya

Menghadapi Barcelona, Madrid diragukan bisa diperkuat bek tengah sekaligus kaptennya Sergio Ramos. Pesepakbola karismatik tersebut mengalami cedera di laga kontra Cadiz, sehingga absen dalam kekalahan melawan Shakhtar.

“Ramos adalah seorang pemain yang istimewa. Dia memecahkan banyak rekor dan sangat berpengaruh di ruang ganti dan di luar ruang ganti atas fisiknya dan karakternya,” imbuh Camacho.

Jika ada yang bisa dijadikan pelecut bagi El Real di laga ini adalah fakta, Zidane tidak pernah kalah di Camp Nou dalam 5 laga sejak dia menjadi pelatih, dengan 2 kemenangan dan 3 imbang. “Saya pelatihnya, sayalah yang mesti menemukan solusi untuk tim. Saya merasa mampu memperbaiki ini. Kami harus bersiap untuk laga Sabtu (lawan Barca). Bagi kami saat ini, lebih baik tetap tenang,” ungkap Zidane, seperti dilansir Marca.

Jika Madrid dalam krisis, Blaugrana sebaliknya. Kemenangan 5-1 atas Ferencvaros di Liga Champions tampak melegakan mereka, setelah sempat tak menang dalam 2 partai beruntun. Imbang 1-1 lawan Sevilla, dan kalah 1-0 dari Getafe.

Saat jumpa Ferencvaros, Ansu Fati, Philippe Coutinho, Ousmane Dembele, hingga Pedri mencetak gol. Lionel Messi membukukan penalti, mencetak satu assist, dan terpilih sebagai man of the match versi Whoscored, dengan nilai 10.

Formasi 4-2-3-1 yang mengadaptasi banyaknya pemain depan Barca tampak ideal ketika klub Catalunya ini, menjalani hari baik. Dari 5 partai di semua kompetisi sejauh ini, Barca mampu mencetak 13 gol. Ansu Fati menjadi pencetak gol terbanyak dengan koleksi 4 gol, diikuti Coutinho dan Messi 2 gol, lalu Sergi Roberto, Pedri, hingga Dembele satu gol.

Musim ini, Barcelona melakukan regenerasi pemain dalam skuad mereka, hingga setidaknya ada 5 penggawa muda yang bisa menjalani debut El Clasico, Sabtu (24/10) ini. mulai dari Sergino Dest (19 tahun), Ronald Araujo (21), Riqui Puig (21), Pedri (17), dan Trincao (20).

Melihat kekuatan timnya saat ini, pelatih Ronald Koeman optimistis. Seperti dilansir Marca, dia menyebutkan, mereka memiliki masalah ritme dan tekanan.

“Masalah kami adalah, kadang menurunkan ritme dan tekanan. Jika kami bisa mempertahankan tempo, maka ini bisa jadi kunci. Kami punya masa depan cerah. Seiring waktu, tim akan bermain lebih baik dan pemain akan tampil satu unit,” pungkasnya. (bbs/saz)

loading...