Pertumbuhan Syariah Pesat

Ekonomi

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Penetrasi asuransi syariah di Indonesia baru 2,7 persen. Sedangkan, potensi pasar sangat besar seiring dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat. Ini yang membuat pertumbuhan asuransi lebih cepat banding perbankan.

Yetty Rochyatini, Head of Unit Syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, menyebut pertumbuhan industri asuransi tahun ini mencapai 47 persen. Sementara, perbankan berkisar 30 persen. “Bermacam-macam produk membuat asuransi syariah cepat berkembang. Selain itu, tambahan investasi juga menarik minat,” ucapnya kemarin.


Kesadaran masyarakat akan asuransi, kata Yetty, terlihat dari permintaan nasabah untuk memiliki produk yang bisa memproteksi keluarganya. Khususnya, anak-anak yang masih dibawah lima tahun atau individu yang telah berusia 50 tahun ke atas. “Fleksibilitas kepesertaan ini mempercepat pasar asuransi syariah,” tuturnya.

Ini yang membuat Manulife meningkatkan kinerja produk asuransi jiwa syariah, Berkah SaveLink dengan memperluas fleksibilitas kepesertaan, yakni dari usia 18 hingga 50 tahun menjadi usia lima bulan hingga 70 tahun. Sementara coverage juga ditingkatkan dari 75 tahun menjadi 99 tahun. “Kesadaran orangtua di Indonesia untuk mengasuransikan anaknya sudah tinggi,” katanya.

Saat ini, jumlah pemegang polis asuransi syariah Manulife mencapai 7 ribu nasabah. Sedangkan, premi mencapai Rp 50 miliar. “Pertumbuhan kami diatas industri. Sebab, bisa mencapai 100 persen,” ujarnya

Selain asuransi syariah, Manulife Indonesia juga memiliki produk Mutual Fund atau reksa dana syariah dan DPLK syariah. Dengan total dana kelola syariah mencapai Rp 1,9 triliun. “Khusus asuransi berkisar Rp 600 miliar,” ujarnya. (dio/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *