Pesimis Finish Tiga

World Soccer

MILAN – Inter Milan kembali masuk periode kelam. Inkonsistensi mereka di Serie A kembali dipertanyakan. Terakhir bermain di Giuseppe Meazza Senin (8/4) dini hari, Inter keok dari tamunya Atalanta.

Pada laga itu, Inter unggul lebih dulu lewat gol Tomasso Rocchi di ujung babak pertama. Skor 1-0 untuk Inter bertahan hingga turun minum. Gol demi gol kemudian terjadi di babak kedua. Setelah Atalanta menyamakan kedudukan Giacomo Bonaventura, Ricky Alvarez kembali membawa Inter unggul.


Alvarez mencetak gol keduanya untuk membawa Inter menjauh. Tapi hat-trick Germain Denis membuat Atalanta membalikkan keadaan untuk menang 4-3.
Dengan hasil ini, Inter tertahan di posisi lima dengan 50 poin. Sementara Atalanta naik ke urutan 13 dengan 37 poin.

Kekalahan itu membuat sang pelatih, Andrea Stramaccioni, pesimistis Nerazzurri bakal finis di posisi tiga besar di akhir musim. Tim ‘Biru Hitam’ saat ini ada di posisi lima dengan koleksi 50 poin, tertinggal delapan angka dari rival sekotanya, AC Milan yang menghuni posisi tiga.

“Saya tidak berpikir bahwa kami bisa mengakhir musim si posisi tiga besar. Kami sudah kalah dalam satu pertandingan yang buruk dan akan mencoba untuk mengerahkan kemampuan terbaik saat berlaga di Serie A dan Coppa Italia,” ungkap Stramaccioni di Football Italia.

Dalam sisa tujuh laga Serie A, Inter masih akan bertemu dengan dua lawan berat, Lazio dan Napoli. Sementara di Coppa Italia, Javier Zanetti dkk. akan berduel dengan AS Roma.

Bagi Atalanta, kemenangan ini jelas disambut suka cita, termasuk sang allenatore, Stefano Colantuono. Pelatih 50 tahun ini menyanjung semangat spartan anak-anak asuhannya di laga tersebut. Dia juga mendedikasikan kemenangan ini untuk mantan Presiden klub, Ivan Ruggeri.

“Kami membuat langkah besar maju menuju keselamatan. Musim ini kami mencapai dua kemenangan besar atas Inter, sehingga kita bisa merasa lebih percaya diri ketika mempersiapkan untuk pertandingan dengan Fiorentina. Tentu saja, kami mendedikasikan kemenangan untuk mantan Presiden Ruggeri,” ucap Colantuono, seperti dikutip Football Italia.

Ivan Ruggeri adalah mantan Presiden Italia yang meninggal pada hari Sabtu kemarin setelah menderita koma selama lima tahun. pada usia 68 tahun. (bbs)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *