Petani Sawah Nanowa Gagal Panen Diserang Hama Wereng

Sumatera Utara

NISEL, SUMUTPOS.CO – Petani sawah di Nanowa, Kecamatan Telukdalam mengalami gagal panen akibat serangan hama wereng. Petani hanya memanen separuh dari hasil biasanya, bahkan ada juga gagal panen.

HAMA WERENG: Padi yang gagal dipanen akibat diserang hama wareng.

Serangan hama wereng kali ini terparah yang terjadi pada tahun 2021. Seorang petani sawah bernama Atisa Gowasa, mengatakan serangan hama wereng terjadi sejak tanaman akan berbuah.


Akibat serangan hama tersebut, daun padi menguning hingga akhirnya mengering. “Akibatnya tanaman yang harusnya berbuah dan berisi, ternyata ikut kering dan tidak bisa dipanen sama sekali,” ungkap Atisa Gowasa kepada wartawan, Senin, (1/3).

Ketika serangan muncul, para petani sebetulnya berupaya menyemprot tanaman, namun tidak membuahkan hasil. Kondisi tersebut kemungkinan akibat lambat melakukan penyemprotan. “Serangan wereng ini sangat cepat, satu rumpun padi, wereng bisa mencapai 7 lebih,” kata Atisa.

Atisa Gowasa menambahkan, petani yang biasanya sekali panen hingga 15 karung yang 50 kg. Namun saat ini hanya memperoleh kurang dari 5 karung dari hasil padi yang ditanam. Dengan hasil tersebut, petani sawah mengalami kerugian yang cukup besar.

“Hasil panen seperti ini jangankan bisa untung, modal bekas tanam pun dan juga biaya obat-obatan tidak akan tertutup. Apalagi ketika nanam benih padi kita bayar buruh, semua hasil panen habis untuk upah buruh, tidak akan dapat bagian,” tutur Atisa.

Kadis Pertanian Kabupaten Nias Selatan, Norododo Sarumaha saat dikonfirmasi, menyampaikan bahwa benar hama padi itu terjadi begitu saja.

“Petani padi saat ini mengalami gagal panen akibat hama wareng, itu hama yang baru ada”,terang Norododo, Selasa, (2/3).

Norododo Sarumaha mengatakan, saat ini pihaknya sedang meminta bantuan kepada Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara.

“Kita sedang meminta bantuan kepada Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumut untuk mengetahui apa penyebabnya hama itu tiba-tiba ada”, imbuhnya.

Sementara itu, penyuluh Dinas Pertanian Nisel, Taraziduhu Zagoto mengatakan setelah petani sawah selesai panen, pihaknya akan melakukan sosialisasi untuk mengetahui cara-cara mencegah hama wareng. (mag-10)

loading...