Pilkada Serentak 2020 di Sumut: Labuhanbatu, Madina, dan Karo Sengit

Politik Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setidaknya ada tiga daerah di Sumatera Utara yang perolehan suara antar pasangan calon pada Pilkada Serentak 2020, masih bersaing sengit. Yakni Labuhanbatu, Mandailing Natal, dan Karo.

Andi Suhaimi, calon petahana di Pilkada Labuhanbatu.
Andi Suhaimi, calon petahana di Pilkada Labuhanbatu.

Pantauan Sumut Pos pada Sistem Rekapitulasi Penghitungan Suara (Sirekap) milik Komisi Pemilihan Umum RI pada Senin (14/12) hingga pukul 16.50 WIB, untuk Pilkada Labuhan Batu antara paslon Andi Suhaimi-Faizal Amri Siregar; Erik Adtrada Ritonga-Ellya Rosa Siregar masih saling kejar perolehan suara. Jika di hari sebelumnya pasangan petahana itu tertinggal, kali ini kembali unggul tipis dari pesaingnya.


Adapun perolehan suara paslon Andi Suhaimi-Faizal Amri Siregar dengan data masuk sudah mencapai 97,83%, yakni 37,2%. Sedangkan paslon Erik Adtrada Ritonga-Ellya Rosa Siregar menguntit dengan perolehan 37%.

Kedua paslon tersebut meninggalkan kompetitor lain, yakni Abdul Roni Harahap-Ahmad Jais Rambe (11,9%), Suhari Pane-Irwan Indra (5,5%) dan Tigor Panusunan Siregar-Idlinsah Harahap (8,5%).

Tak kalah sengit di Pilkada Madina, yang juga paslon petahana Dahlan Nasution-Aswin Parinduri, hanya tertinggal tipis dari penantangnya yakni paslon Jafar Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi. Dahlan-Aswin memeroleh 38,8% dan Jafar-Atika dengan perolehan 38,9%.

Sementara paslon lain yaitu Sofwat Nasution-Zubeir Lubis hanya memeroleh 22,3% dari total suara masuk yang sudah mencapai 98,71%.

Begitupun di Pilkada Karo, paslon petahana Cory Sriwaty Sebayang-Theopilus Ginting tetap leading tipis dengan perolehan 30,6%, dari pesaingnya yakni paslon Jusua Ginting-Saberina BR Tarigan 28,9%, paslon Iwan Sembiring Depari-Budianto Surbakti 27,3%, serta paslon Cuaca Bangun-Agen Purba dengan perolehan 11,5%, dan Yus Felesky Surbakti-Paulus Sitepu yang hanya memeroleh 1,7%. Perubahan perolehan suara ini masih sangat memungkinkan, mengingat total suara masuk baru mencapai 76,38%.

Sementara di 20 daerah lainnya, perolehan suara antar paslon yang unggul pada hari-hari sebelumnya, tidak berubah signifikan. Bahkan di beberapa kabupaten dan kota seperti Pakpak Bharat, Pematang Siantar, dan Kota Sibolga, data suara masuk sudah 100%.

Adapun para pemenang kontestan kali ini, akan ditentukan lewat rekapitulasi penghitungan suara resmi dari masing-masing Komisi Pemilihan Umum (KPU). Adapun tahapannya sudah berlangsung mulai 13 sampai 17 Desember mendatang.

Finalisasi Rekap Suara Kota Medan

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan telah selesai merekapitulasi suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan 2020 di tingkat Kecamatan, Senin (14/12). Seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 21 Kecamatan di Kota Medan berhasil merekapitulasi suara sesuai batas waktu yang diberikan.

“Alhamdulillah, 21 kecamatan sudah selesai merekapitulasi suara secara manual. Hanya saja, mungkin secara sirekap masih ada yang belum 100 persen, karena terkendala jaringan,” ucap anggota KPU Medan, Zefrizal kepada Sumut Pos, Senin (14/12).

Dengan selesainya rekapitulasi di tingkat PPK yang telah dilakukan sejak 10 Desember lalu, maka hari ini, Selasa (15/12), KPU Medan akan melakukan rekapitulasi di tingkat Kota Medan. “Besok (hari ini) kita mulai melakukan rekapitulasi tingkat Kota. Rencananya di Hotel Santika, sekitar mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai,” ujarnya.

KPU Medan meyakini, jika proses rekapitulasi suara di tingkat kota dapat diselesaikan dalam satu hari. Setelah finalisasi rekap suara, salahsatu pihak atau paslon diberikan waktu selama 3 hari untuk menyanggah hasil rekapitulasi kepada Mahkamah Konstitusi.

“Jika selama 3 hari itu MK menyebutkan tidak ada sanggahan atau laporan yang dapat ditindaklanjuti, maka KPU Medan akan melakukan penetapan sekitar 5 hari setelahnya,” katanya.

Dalam pelaksanaan rekapitulasi suara tingkat kota, KPU Medan akan tetap melaksanakan tahapan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. “Prokes tetap diutamakan, baik di tingkat kecamatan maupun kita di tingkat kota. Itu sudah komitmen bersama,” tandasnya.

Pantauan Sumut Pos, berdasarkan data sirekap KPU Medan, hingga Senin (14/12) pukul 17.26 WIB, data yang masuk sudah hampir seratus persen atau tepatnya 99,23 persen atau 4.270 TPS dari 4.303 TPS yang ada di Pilkada Medan 2020.

Hasilnya, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution – Aulia Rachman unggul sementara dengan perolehan 53,5 persen atau total suara sementara sebesar 390.392. Sedangkan paslon nomor urut 1, Akhyar Nasution – Salman Alfarisi tertinggal dengan perolehan 46,5 persen atau total suara sementara sebesar 339.973.

Terpisah, juru bicara Tim Pemenangan Akhyar – Salman (AMAN), Ahmady mengatakan jika saat ini, pihaknya tidak lagi peduli dengan hasil rekapitulasi suara yang digelar KPU Medan. Sebab, pihaknya telah selesai melakukan rekapitulasi suara secara mandiri dan hasilnya hanya mendapatkan 48 persen suara.

“Hanya saja kami tidak pernah mengatakan jika Akhyar-Salman mengaku kalah. Kami sebutkan jika Akhyar-Salman mendapatkan 48 persen suara, karena adanya invisible hand. Dan kami sedang terus mencari dan mengumpulkan bukti-bukti yang ada,” kata Ahmady.

Nantinya, jelas Ahmady, bila memang bukti-bukti itu telah terkumpul dan layak untuk ditindaklanjuti, tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan menempuh jalur hukum atas kecurangan yang terjadi.

“Bila memang cukup bukti, ya kenapa tidak? Tentu akan kita tempuh (jalur hukum). Kalau tidak cukup bukti ya sudah. Tetapi intinya kami sudah tidak lagi fokus dengan penghitungan suara yang saat ini dilakukan oleh KPU Medan. Intinya dari temuan-temuan kecurangan yang kami temukan, politik dinasti sudah menciderai nilai demokrasi pada Pilkada Medan kali ini,” pungkasnya. (prn/map)

loading...