PJ Bidik Raja Jakarta

Nasional

Bounce Back Lawan Aspac

JAKARTA-Pelita Jaya Esia Jakarta memiliki kenangan indah saat Speedy National Basketball League (NBL) Indonesia menggelar seri di Jakarta. Musim lalu saat seri VI, PJ menggila dengan menyapu bersih enam kemenangan. Termasuk mengandaskan dua seteru beratnya,  Dell Aspac Jakarta dan Satria Muda Britama Jakarta.


Musim ini, Kelly Purwanto dkk bisa saja mengulangi hasil serupa. Apalagi sebagai juara preseason tournament, penampilan PJ sekarang berada di level puncak. Di bawah kendali pelatih baru Nathaniel Canson, PJ memang terlihat lebih hustle dan cepat.

Pada seri I di Bandung 24 November sampai 2 Desember lalu, PJ berhasil menyapu bersih lima kemenangan termasuk melawan Satria Muda dan Garuda Kukar Bandung.

Tantangan di seri II Jakarta 12-20 Januari nanti akan makin berat karena PJ akan langsung bertemu Aspac pada hari pertama. Sama seperti PJ, Aspac juga tak pernah terkalahkan dalam lima pertandingan.

Pada preseason tournament lalu, Aspac bahkan memukul PJ dengan skor 68-60. Itulah yang membuat seluruh skuad PJ sangat bersemangat untuk membalikkan keadaan alias bounce back.

Asisten Pelatih PJ Koko Heru Setyo mengatakan bahwa timnya sekarang sudah sangat siap dengan total untuk menghadapi seri Jakarta. Memang, PJ hanya sempat melakoni satu laga uji coba melawan Satya Wacana LBC Angsapura Salatiga. Pada pertandingan tersebut, PJ menang dengan marjin jauh, 20 angka lebih. Tetapi laga uji coba itu dirasakan sudah cukup. “Sekarang fokus kami memang untuk mengalahkan Aspac,” kata Koko kemarin. “Kami juga sudah menyiapkan enam game plan untuk menghadapi enam pertandingan. Tetapi, target kami sekarang adalah Aspac dulu,” imbuh pelatih asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang itu.

Koko menambahkan, Aspac adalah kekuatan menakutkan. Apalagi Dirk Mario Gerungan dkk memiliki pelatih baru, Rastafari Horongbala yang notabene adalah pelatih PJ di dua musim awal NBL.  “Kak Fari pasti tahu kami. Sedangkan kami juga tahu sistem Kak Fari. Tapi kan bisa saja dia memakai sistem baru lagi,” tandasnya.

Kalau bisa mengalahkan Aspac, PJ tentu akan menjadi raja Jakarta. Sebab sang juara bertahan Satria Muda semakin menurun karena sudah kalah dua kali di awal musim. Sedangkan dua tim Jakarta lainnya, Tonga BSC dan Stadium memiliki level yang lebih rendah ketimbang tim lainnya.
Dengan fakta itu, motivasi pemain PJ, tambah Koko sekarang sudah makin besar. Menjadi juara di preseason tournament bukan hal yang membuat para pemian besar kepala. “Tidak lah, kita kan belum mendapatkan apapun,” tegasnya. (nur)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *