Plaza Banjir Even dan Hadiah

Metropolis

Sambut Natal dan Tahun Baru

MEDAN-Menjelang Natal dan Tahun Baru, persiapan telah dilakukan diberbagai pusat perbelanjaan. Dalam mewujudkan impian warga Kota Medan untuk menikmati kemeriahan natal Plaza Medan Fair mengadakan serangkaian kegiatan bertajuk Sparkling Wishes of Christmas.


Promotion Officer Plaza Medan Fair, Yudi didampingi Assisten Marketing dan Communication Manager Plaza Medan Fair, Gledy Simanjuntak mengatakan, kemeriahan Natal ini akan digelar berbagai even serta pembuatan replika pohon Natal 25 November hingga 25 Desember 2011. Event Sparkling Wishes of Christmas ini akan dibuka dengan penampilan Santa Klaus dengan sulap balon.

“Persiapannya sudah matang, saat ini tinggal membuat dekorasi. Minggu depan kita pastikan sudah selesai semua serta replika pohon Natal besar yang digantung juga sudah selesai. Nantinya replika pohon Natal ini akan dipasangi balon dan di dalam balon tersebut ada hadiahnya,” ujarnya

Kegiatan yang akan digelar antara lain 3 Days Christmas Sale dari 9-11 Desember yang merupakan acara puncak. Selain itu ada Christmas Caroling bersama Paduan Suara Anak GBI, kelas memasak 10-11 Desember, foto bersama Santa Klaus 16-18 Desember, Christmas Fasion Bazaar 19 Desember-8 Januari, Desember Kreatif bersama TimeZone dan Santa Klaus bagi-bagi hadiah 23-24 Desember.

“Jadi kita memberikan yang terbaik buat warga Kota Medan karena perayaan Natal tahun ini lebih banyak acara dan kegiatannya dibanding tahun lalu. Biasanya apresiasi masyarakat juga tinggi dan kita targetkan pengunjung mencapai 1 juta orang lebih,” katanya.

Untuk kegiatan 3 Days Christmas Sale sendiri, lanjutnya, konsumen dapat membeli produk dengan diskon bervariasi hingga 80 persen. “Kalau Christmas Caroling, Paduan suara anak GBHI akan mempersembahkan lagu-lagu rohani sambil berkeliling area Plaza Medan Fair dengan begitu nuansa natal semakin kental,” ucapnya.

Ratusan hadiah menarik juga telah disediakan bagi pengunjung Plaza Medan Fair. “Pengunjung bisa mendapatkan hadiah dengan menukarkan struk belanja di meja informasi lantai 1 Plaza Medan Fair dengan minimal pembelanjaan Rp250 ribu. Selain itu, pengunjung bisa foto bareng Santa Klaus. Jadi kita pastikan kegiatan akan berlangsung lancar dan para pengunjung juga tidak akan kecewa,” ucapnya.

BBPOM Medan Tingkatkan Pengawasan
Kepala BBPOM Medan, Agus Prabowo melalui Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Obat dan Makanan BBPOM Medan, Setia Murni, Selasa (6/12) mengatakan, pengawasan akan lebih ditingkatkan khususnya pada bidang pangan yang meliputi produksi hingga distribusi di pusat-pusat perbelanjaan serta pasar tradisional.

“Sebelumnya memang rutin kita adakan pengawasan ini. Jika memang ada temuan seperti tidak memiliki izin edar, kemasan rusak, ataupun kedaluarsa, maka produknya akan ditarik dari peredaran. Jelang Natal dan Tahun Baru ini, maka pengawasan lebih kita tingkatkan karena setiap hari tingkat konsumsi masyarakat juga tinggi,” katanya.

Dalam pengawasan ini, ucap Setia Murni, pihaknya akan bekerjasama dengan lintas sektor seperti Dinas Kesehatan, Pemko Medan, tak terkecuali petugas kepolisian. “Kerjasama lintas sektor terkait itu pasti, karena kita juga tidak dapat bergerak sendiri.

Dalam minggu-minggu ini kita akan gelar razia besar khususnya pada parsel-parsel yang beredar. Karena tidak menutup kemungkinan, parsel tersebut berisi barang-barang yang sudah kedaluarsa dan minuman yang mengandung alkohol,” ujarnya.

Ditambahkannya, berdasarkan razia tahun lalu, tiga kabupaten/kota yang tertinggi dalam mengedarkan barang atau produk mengandung bahan kimia berbahaya serta kedaluarsa diantaranya Tanjungbalai, Tebing Tinggi dan Medan. “Biasanya di Pelabuhan Tanjungbalai sendiri sering ditemukan barang-barang yang tidak memiliki ketentuan edar atau ilegal bebas masuk. Hendaknya pengawasan di tiap pelabuhan ini juga lebih ditingkatkan supaya tidak menyebar dan dikonsumsi oleh masyarakat,” jelasnya.

Saat ini, sambungnya, tren peredaran barang-barang sudah mulai menurun sekitar 60 persen dengan dilakukannya pengawasan yang rutin.

“Memang mulai menurun karena para pelaku usaha sadar, jika menjual barang atau produk maka banyak sanksi yang dikenakan mulai dari penarikan barang tersebut serta ancaman hukuman pidana,” urai Setia Murni.

Terkait adanya temuan sebanyak 22 jenis kopi yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) seperti zat sildenafil dan tadalafi yang biasanya digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi, pihaknya juga telah melakukan penarikan terhadap barang tersebut. “Memang ada kita temukan beredar di pusat perbelanjaan maupun pasar tradisional.

Tapi sudah kita tarik peredarannya, dan hasil analisa kita, itu pabriknya di daerah Jawa. Ini bahaya jika dikonsumsi secara rutin karena mengakibatkan sakit kepala, muka merah, gangguan penglihatan, kehilangan potensi seksual secara permanen hingga kematian,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan agar konsumen lebih pintar sebelum membeli suatu produk. “Lebi telitilah, lihat label nya apakah sudah terdaftar di BBPOM, Dinas Kesehatan dan memang ada izin edarnya. Perhatikan tanggal kedaluarsanya dan jangan membeli produk yang kemasannya sudah rusak,” bebernya. (mag-11)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *