PLN UIW Sumatera Utara Targetkan Nihil Kecelakaan Kerja di Tahun 2023

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengelolaan aspek Health, Safety, Security, Environment (HSSE) atau Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan (K3L) tidak boleh dipandang sebelah mata. Pasalnya, kesalahan manajemen dalam elemen K3L dapat berdampak pada terganggunya operasional dan bahkan lebih serius lagi.

PAKAI APD: Petugas PLN memakai Alat Perlindungan Diri (APD), seperti helm, rompi, sepatu, sarung tangan dan sebagainya untuk menghindari kecelakaan kerja.

“Kami menyadari vitalnya aspek K3, karena bagi kami karyawan dan dukungan masyarakat sekitar area operasional khususnya, ini adalah asset terpenting perusahaan. Jadi kami selalu berupaya untuk meningkatkan pengelolaan K3 agar aspek Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan terus terjaga,” papar General Manager PLN UIW Sumut, Pandapotan Manurung.


Menurut Pandapotan Manurung penyebab dari kecelakaan kerja umumnya disebabkan oleh dua aspek, yakni unsafe action dan unsafe condition. Penyebab pertama umumnya karena pengabaian terhadap peralatan dan prosedur keselamatan dalam bekerja. Misalnya, pekerja lalai dalam memakai berbagai Alat Perlindungan Diri (APD), seperti helm, rompi, sepatu, sarung tangan dan sebagainya.

Sementara aspek kedua karena lingkungan kerja yang tidak aman seperti jalan licin, cuaca ataupun infrastruktur kerja yang kurang lengkap. Kecelakaan kerja itu sendiri biasanya merupakan buah dari pengabaian terhadap puluhan kali insiden near miss, atau hampir celaka. “Sebenarnya kita harus aware kejadian-kejadian penyebabnya kalau ada hampir celaka,” ujarnya.

Atas dasar itu, PLN UIW Sumatera Utara terus berupaya mengurangi tingkat kecelakaan kerja di internal perusahaan. Pada 2023 PLN menargetkan tidak ada lagi kecelakaan kerja (Zero Accident). Salah satu langkah dalam penerapan Zero Accident tahun 2023, PLN telah mempersiapkan pejabat K3L di seluruh unit kerja yang ada di PLN UIW Sumatera Utara.

“Pada aspek keselamatan kerja itu hanya memerlukan pengawasan. Pengawasan yang paling mudah dan efisien itu sebenarnya kepada diri setiap petugas dan karyawan masing-masing. Sehingga tugas keselamatan kerja itu seharusnya bukan hanya tugasnya K3 semata, melainkan seluruh insan PLN,” urai Pandapotan Manurung.

Pandapotan Manurung menegaskan, demi memperkuat pengawasan K3 lantas dibentuklah Budaya K3 di tubuh PLN. Terdapat jalinan hubungan antara budaya perusahaan dengan budaya K3. Budaya korporat sendiri merupakan elemen strategik, yang bersifat besar dan menyeluruh. Sementara budaya K3 adalah Sub Kultur dari budaya korporat yang spesifik mencakup urusan keselamatan kerja.

“Karena itu kami membangun budaya K3 di PLN UIW Sumatera Utara dengan tiga values, yakni Peduli, Taat, Tanggap. Indikator keberhasilan budaya K3 itu terdiri atas lagging indicator dari empat aspek, yakni Loss of Life, Loss of Production, Loss of Productivity, dan Loss of Asset. Untuk itu, saya instruksikan Manager dan Pejabat K3 di ULP untuk terus memperhatikan penerapan K3 telah dijalankan dengan baik oleh setiap petugas dalam bekerja,” ujar Pandapotan Manurung

Tak ketinggalan, PLN terus membangun kesadaran untuk saling mengingatkan dan fokus pencegahan terhadap K3 dalam menemukan dan menyelesaikan perihal unsafe condition dan unsafe action, istilah sebagai lindung lingkungan.

Menerapkan berbagai upaya tersebut memang tak mudah. Meski demikian Pandapotan Manurung yakin dengan upaya bersama dan keinginan untuk menjadikan PLN UIW Sumatera Utara dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, maka terwujudnya Zero Accident pada tahun 2023 akan dapat tercapai. (ila)

loading...