Porsche Masuk Kolong Truk, Pengusaha Tewas

Metropolis

google.com SEMASA HIDUP: Rudi Harto berpose bersama Porsche.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pemilik Digital Media Advertising, Rudi Hanto (28), dini hari kemarin tewas mengenaskan di Tol Belawan-Medan-Tanjungmorawa (Belmera). Mobil mewahnya, Porsche Boxter BK 12 AL, menabrak truk kontainar di Km 30,9. Mobilnya masuk kolong dan kemudian terbakar. Rudi tewas dengan luka bakar 100 persen.


“Informasi kita terima kedua mobil itu dari arah bersamaan. Namun, tiba-tiba mobil sedan itu, melaju kencang lalu menabrak dan masuk ke dalam kolong truk yang berada di depan mobil sedan itu. Seketika, terjadi ledakan dan kedua mobil itu terbakar, “ ungkap Kepala Satuan PJR Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut, Kompol Made ketika dikonfirmasi Sumut Pos.

Informasi yang didapat, Rudi Hanto sudah mengegas mobilnya sejak masuk dari Pintu Tol Tanjungmorawa. Kabarnya, warga Jalan Brigjen Hamid Gang Dame Indah Blok G No 7 Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor itu mau mencoba kecepatan mobil kuning seharga Rp2,9 miliar tersebut. Sekira tiga kilometer lagi belokan ke Pintu Tol Amplas, truk container bermerek Hino dan berplat nomor BK 9245 CR melaju di jalur pelan. Seketika Porsche yang dikendarai Rudi menabrak bagian belakang truk, hingga masuk ke kolong truk. Sopir truk yang terkejut langsung mengerem kendaraannya. Apa lacur, truk yang mengerem semakin membuat Porsche semakin masuk ke kolong. Seketika pula muncul percikan api. Mobil meledak dan terbakar. Rudi tak bias menyelamatkan diri. Sementara sopir truk dan keneknya berhasil melarikan diri.

Kompol Made menyebutkan ketika pihaknya yang datang ke lokasi kejadian hanya menemukan seorang penumpang di dalam mobil sedan mewah yang terbakar itu. Sementara di dalam truk yang juga ikut terbakar tidak ditemukan penumpang. Oleh karena itu, pihaknya langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian dan mengevakuasi jenazah pengemudi sedan mewah itu ke Rumah Sakit Pirngadi Medan.

“Dilihat memang keadaannya terhimpit. Sekitar jam 12 malam, sudah ada terdengar suara ledakan. Apalagi mobil itu dilihat dua kali masuk ke jalan tol, kemungkinan ngetes kecepatan mobilnya,” aku Budi (35) warga Dusun II Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, kawasan terdekat dari lokasi kecelakaan.

Suara ledakan itu, sambung dia, terdengar di jalur tol dari arah Tanjungmorawa menuju Amplas di KM 30,9. Selain itu, ia juga bilang mobil truk kontainer berukuran besar itu terbakar dengan api yang besar. “Awalnya tak tahu kalau ada di tempat kejadian 2 mobil sedang menyatu terbakar. Mobil truk alumunium tertutup itu bermuatan barang dagangan kelontong seperti gorden, tas, tali pinggang dan sepatu,” tambahnya.

Keterangan di instalasi jenazah RSUD dr Pirngadi, petugas instalasi jenazah RS Pirngadi,  yang tak mau disebutkan namanya menuturkan korban dibawa ke Instalasi Jenazah RS Pirngadi sekitar pukul 05.00. “Hanya dilakukan visum luar kepada korban. Berdasarkan visum korban mengalami luka bakar 100 persen atau terbakar seluruh badan. Tapi  tak ada dilakukan otopsi,” terang dia.

Sekitar sejam kemudian, keluarga kemudian membawa jenazah korban untuk disemayamkan di Balai Persemayaman Angsapura Medan.

Di Angsapura, kesedihan terlihat jelas dari raut wajah Wan Lie alias A Wen (25) istri Rudi Hanto. Air mata Wan Lie terus mengalir tiada henti-hentinya. Wanita beranak satu ini tampak syok dan terus memandangi foto suaminya yang berada di Blok 3A, Angsapura, Jalan Waja, Medan. Mata dan hidungnya memerah. Kelopak matanya sembab, bahkan berjalan pun dia dipapah.

Wan Lie yang mengenakan kaos belang-belang berwarna hitam-putih lengan buntung dan hotpan hitam, ketika hendak diwawancarai Sumut Pos tak diperbolehkan oleh keluarga korban. Pasalnya, keluarga korban mengaku, istri Rudi Hanto masih syok berat. “Jangan tanya-tanya dululah, Bang. Karena dia masih syok berat. Dari semalam dia enggak sadarkan diri setelah mendapat kabar suaminya meninggal akibat kecelakaan,” ucap Anna, kakak kandung Rudi Hanto.

Anna kemudian menyarankan Sumut Pos mewawancarai David, paman korban. David menyebutkan, Rudi memiliki seorang istri dan putra. Anaknya masih berusia sekitar 3 bulan. “Kalau bisnisnya saya kurang tahu, karena saya jarang bertemu dia (korban),” ujar David.

David menuturkan, pascakejadian kecelakaan itu, istri korban masih syok. Jadi, belum bisa diajak bicara.

“Setahu saya, Rudi dalam pergaulan bagus orangnya dan dia hampir tidak pernah ada masalah,” sebutnya.

David menambahkan, proses sembahyang berlangsung pukul 15.00. Rencananya, setelah dari Angsapura dibawa ke Tanjungmorawa untuk dikremasi. “Kalau tidak salah Kamis (11/12) akan berlangsung proses upacara kematiannya di Tanjungmorawa,” jelasnya.

Sementara Budi, sepupu korban menegaskan Rudi bukanlah tipe orang yang suka balap. “Memang betul dia masuk klub mobil. Tetapi, tidak selalu aktif. Menaiki mobil saja pun dia tak pernah ngebut dengan kecepatan tinggi,” ungkapnya.

Setelah agak tenang, Wan Lie istri korban akhirnya mau buka mulut. “Cepat kali abang pergi. Kami nanti sama siapa? Anakmu nanti nyarin bapaknya di mana, apa harus kubilang bang?” tangis Wan Lie.

Wan ie mengaku, Rudi pamit pergi dari rumah sekira pukul 20.00 WIB untuk menemui kolega bisnisnya di Cemara Asri. Wan Lie sempat menelepon sekira pukul 23.00 WIB menanyakan jam berapa suaminya itu pulang. “Dia jawab satu jam lagi sampai. Memang perasaan saya tidak tenang seperti akan ada kejadian,” ujar Wan Lie.

Sekira pukul 00.30 WIB Wan Lie menelpon namun tak kunjung ada kabar. Akhirnya kabar duka tersebut tiba sekira pukul 5.00 WIB. “Saya tunggu lama kali tak pulang-pulang. Saya telepon tak masuk-masuk. Saya berpikir ada apa, perasaan saya pun tak enak. Saya tunggui sampai pagi dan akhirnya dapat kabar buruk,” isak Wan Lie. (ted/ain/nit/ris/rbb)

loading...