Praka Adi Purwanto Tewas Disangkur

Sumatera Utara

Sebelum Tewas, Sempat Sebutkan Pelaku Pembunuh

TEBINGTINGGI-Praka Adi Purwanto (28) anggota TNI-AD yang bertugas di Yonif 131 Payakumbuh Sumatera Barat akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan itensif di RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi. Adi yang sebelumnya bertugas di Kota Ambon Maluku ini sebelumnya ditikam dengan sangkur oleh orang tak dikenal (OTK) di dekat kediamannya di Dusun III Desa Penggalangan Kecamatan Tebingsyahbandar Kabupaten Serdangbedagai, Sabtu (3/11) sekira pukul 21.00 WIB. Adi mengalami luka robek di perut hingga nyawanya tak lagi tertolong.


PROSESI PEMAKAMAN: Almarhum Praka Adi Purwanto dimakamkan secara upacara kemiliteran TNI AD untuk dilepas  TPU Pulau Kaman, Serdangbedagai, Minggu (4/11).//sopian/sumut pos
PROSESI PEMAKAMAN: Almarhum Praka Adi Purwanto dimakamkan secara upacara kemiliteran TNI AD untuk dilepas ke TPU Pulau Kaman, Serdangbedagai, Minggu (4/11).//sopian/sumut pos

Menurut ayah korban, Warsito (55), Praka Adi Purwanto pulang dari tugasnya dengan mengambil cuti seminggu sebelum masuk ke Yonif 131 Payakumbuh dimana tempat dia bertugas. Selain cuti, Adi berencana melamar Putri boru Lingga warga Kota Sidikalang, perawat di RS Bhayangkara Kota Tebinginggi.
“Rencana hari ini kami sekeluarga akan pergi ke Kota Sidikalang untuk melakukan pinangan (melamar) Putri br Lingga ke Kota Sidikalang, tetapi perkataan dan nasib berkata lain, anakku meninggal ditikam oleh orang tak dikenal usai pulang undangan bersama pacarnya (putri),” bilang Warsito (55), saat disambangi Sumut Pos di rumah duka, Minggu (4/11).

Warsito yang didampingi istrinya Ginem (54), Adi Purwanto merupakan anak ke empat dari lima bersaudara. Adi merupakan anak laki-laki satunya di dalam keluarga mereka. Semenjak menjadi TNI AD, almarhum pernah ditugaskan di Asrama TNI AD 126 di Desa Tanjungkasau Batubara sekira tahun 2010 lalu. Kemudian Adi dipindahtugaskan ke Maluku lalu keluar pemutasian dirinya untuk bertugas di Yonif 131 Payakumbuh, Padang (Sumbar).
Menurut Warsito, kematian putranya tersebut tidak wajar. Sepertinya ada dendam pelaku terhadap Adi. Warsito berharap Polisi Militer (PM) bekerjasama dengan Polres Tebingtinggi untuk menangkap pembunuh anaknya tersebut. “Saya minta diusut pelaku pembunuhan anak saya itu,” pinta Warsito dnegan nada lirih.

Menurut abang ipar Adi, Hasbulahadi Damanik, sebelum Adi menghembuskan nafas terakhirnya, Adi sempat membocorkan pelaku penikaman dirinya itu kakak seniornya yang pernah sama bertugas di Yonif 126 Pulauraja bernama MS dengan menggunakan pisau sangkur. Adi menyebutkan dirinya dengan MS pernah bermasalah sehingga, MS dipindahtugaskan ke Rantauprapat.

“Dia (Adi) melihat pelakunya, orangnya berambut cepak, badannya kurus, mirip rekannya MS, MS dipindahkan ke Yonif 126 Rantauparapat sedangkan Adi dipindahtugaskan ke Asrama 126 Tanjungkasau, karena dipindahkan itu MS diduga dendam,” kata Hasbulahadi yang juga anggota DPRD Sergai dari Partai Golongan Karya (Golkar) menirukan ucapan Adi. Saat menceritakan kejadian yang dialaminya, Adi terus menahan sakit bekas tikaman itu hingga akhirnya korban meninggal dunia pukul 23.00 WIB.  “Kami langsung membuat laporan ke Mapolsek Tebingtinggi setelah mengurus jenazah ke rumah duka, di sini saya sebagai abang ipar meminta polisi dan PM mengusut tuntas pembunuhan adik saya itu, kalau memang betul MS pelakunya segera tangkap dan adili secara kedinasan militer,” pinta Hasbulahadi sembari menyatakan akan tetap terus memantau perkara pembunuhan ini.

Sang pacar yang hendak dilamar Adi,Putri br Lingga terus menangis meratapi kepergian Adi.”Saat itu kami pulang undangan di belakangan rumah Adi, tiba-tiba dari kegelapan muncul pria tinggi langsung menolakku, aku terjatuh sedangkan Adi tersungkur di tanah, melihat Adi terkapar aku lari menjerit sambil menuju rumah Adi,” kata Putri menceritakan kejadian itu.

Komandan Koramil 024 Desa  Binjai Kecamatan Tebingsyahbandar Kabupaten Serdangbedagai Kapten TNI-AD Jaswadi Barus mengatakan pelaku penikaman Adi masih berstatus OTK. “Polisi Militer dan polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” tegas Jaswadi.

Jaswadi Barus yang juga menjadi pimpinan upacara persemayaman almarhum Praka Adi Purwanto meminta media cetak agar jangan menyudutkan sesuatu institusi yang sama, karena itu bisa memicu kemarahan rekan-rekan almarhum, biarlah petugas kepolisian dan Denpom Tebingtinggi yang menyelesaikannya.”Untuk pemakaman saat ini kita lakukan secara milter TNI AD,”katanya.

Kapolsek Tebingtinggi AKP HE Harahap mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Denpom Tebingtinggi untuk melakukan penyidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi. “Kita masih mendalami keterangan dari saksi-saksi,”ujarnya.(mag-3)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *