Prancis Kehilangan Momentum

Olahraga

didier_deschampsNICE – Perancis sejatinya dapat menjadi momok menakutkan dalam Piala Dunia 2014 di Brasil pekan depan. Berbekal dari rekor pertandingan, sebelum menjalani laga uji coba melawan Paraguay, Senin dini hari lalu (2/6), Les Blues nyaris tidak pernah terusik tren kemenangannya.

Tiga pertandingan mampu disapu bersih dengan kemenangan. Bahkan, seteru kuatnya di tanah Eropa seperti Belanda pun mampu mereka hancurkan dua gol tanpa balas, Maret lalu. Selebihnya menuntaskan perlawanan Ukraina dan Norwegia dengan tanpa satu pun kebobolan gawangnya.


Semua catatan yang bisa menjadi momentum apik menuju ke Brasil tersebut harus hilang di kepala Victor Caceres. Sundulan kepalanya semenit menjelang bubaran bisa menahan motivasi tinggi publik Perancis sebelum melaju ke Brasil. Itu adalah gol pertama ke jala gawang Perancis dalam setengah tahun terakhir.

Padahal, tujuh menit sebelumnya pelatih Didier Deschamps sempat melonjak girang usai Antoine Griezmann membuat gol internasional perdananya. Winger muda Arsenal tersebut menciptakan gol pembeda pada menit ke-82. Dia pun diharapkan bakal menjadi amunisi second line Perancis.

Apalagi, Perancis sekarang tengah menantikan kondisi terakhir dari dua pemain andalan di lini serangnya, Franck Ribery dan Karim Benzema. Keduanya sedang dibekap cedera. Praktis, hanya Olivier Giroud yang diharapkan untuk meneruskan kembali kegarangan lini depan Perancis.

Sekalipun Perancis gagal melanjutkan kampanye tren kemenangannya sebelum ke Piala Dunia, Deschamps menganggap permainan skuad asuhannya masih dalam tahap yang wajar. Turun naik performa disebutnya sebagai suatu hal biasa. “Tidak mungkin juga kan kami selalu menang dengan 4-0,” ujarnya seperti yang dikutip dari Associated Press.

Hanya mengandalkan Giroud untuk membongkar tembok pertahanan Paraguay, jelas tak akan menjadi jaminan serangan Les Blues bakal menggila. Apalagi, menurut Deschamps, permainan dari tim lawan yang bermain sedikit bertahan sempat membuat frustasi para pemainnya.

“Lihat saja, kami mampu membuat beberapa kali terobosan dan menciptakan banyak peluang. Hanya, mereka justru bermain lebih banyak bertahan, dan itu menyulitkan kami. Upaya untuk semakin menekan malah akhirnya membuat kami harus kebobolan sehingga mereka bisa menyamakan kedudukan,” bebernya.

Pelatih yang pernah menukangi Juventus tersebut menganggap masih ada banyak waktu bagi anak asuhnya untuk berbenah sebelum bertolak ke Brasil. “Kami akan melakukan segalanya yang kami mampu. Semuanya harus siap untuk pertandingan melawan Jamaika akhir pekan ini,” tegasnya. Laga melawan Jamaika akan jadi uji coba terakhir Perancis di masa persiapan sebelum Piala Dunia.

Selain sebagai pertandingan uji coba terakhir, melawan Jamaika juga akan jadi harapan bagi Ribery. Karena, sampai saat ini kondisinya diragukan untuk bisa masuk daftar ke-23 pemain Perancis untuk Piala Dunia yang rencananya bakal diumumkan ke publik hari ini. Meski Deschamps menyebut tetap membawa Ribery.

Cedera tulang punggung itu sudah bisa membuat attacking midfielder Bayern Muenchen tersebut frustasi. Bahkan, seperti yang dilaporkan L”Equipe, Ribery mulai gusar dengan kondisi cederanya yang belum kunjung menunjukkan perubahan ke arah yang positif. Itu juga diungkapkan Giroud.

Penyerang yang masih bermain di Arsenal itu terus berusaha membesarkan hati Ribery di saat-saat seperti ini. “Dia layak khawatir dengan situasi ini. Namun, yang dibutuhkan dia saat ini adalah lebih sabar. Saya juga pernah mengalami posisi seperti dia, tapi saya dapat mengatasinya,” tandasnya. (ren)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *