Protes Jasad Dibuang ke Laut

Internasional

Sejumlah negara Islam bergolak setelah jasad Osama bin Laden ditenggelamkan di laut dari geladak sebuah kapal induk AS saat menuju Afghanistan. Sebagaimana dilansir Al Jazeera, sejumlah ulama memprotes aksi yang dilakukan serdadu AS itu karena bertentangan dengan ajaran Islam. Menurut mereka, jenazah Osama harus dikuburkan di daratan dan dihadapkan ke Makkah.

Seorang ulama di Lebanon, Omar Bakri Mohammed, bahkan komentar lebih keras soal pemakaman itu. “Bangsa Amerika sengaja menghina umat Islam!” teriaknya sebagaimana dilansir media-media di Timur Tengah. Yang dilakukan AS terhadap jenazah Osama, lanjutnya, merupakan sebuah kesalahan fatal.


Dia menyebut, pemakaman di laut baru diizinkan bila ada kejadian khusus. Misalnya, meninggal di atas kapal laut. “Pembuangan Osama di laut sangat bertentangan dengan hukum Islam, nilai-nilai agama, dan adab kemanusiaan,” tegas Syekh Ahmed al-Tayeb, imam besar Masjid Al Azhar, Kairo.

Pemimpin pusat pengajaran muslim Sunni Mesir itu mengecam pembuangan jenazah Osama karena merupakan penghinaan bagi umat Islam. “Dilarang dalam Islam merusak mayat, apa pun keyakinannya. Orang menghormati mayat dengan menguburkannya,” ujarnya. Seorang pengacara Islam Mesir, Al-Zayat, mengecam tindakan AS itu. Dia menyatakan, jenazah Osama sebaiknya dimakamkan di Arab Saudi. “Tidak cukupkah membunuh Osama dan menunjukkan kegembiraannya kepada dunia?” gugatnya.

Ulama di Iraq mengungkapkan, hanya satu yang diuntungkan dari pemakaman Osama di laut, yaitu ikan. Tradisi pemakaman secara Islam tersebut menjadi perdebatan intens di Iraq sejak 2003. Saat itu, tentara AS membalsam mayat dua anak Saddam Hussein setelah tewas dalam baku tembak. Dua jasad anak Saddam itu lantas ditunjukkan ke media.

Pendapat berbeda disampaikan Ketua Departemen Kajian Islam American University Akbar Ahmed. Dia menuturkan, penguburan Osama di laut mencegah ketidakpuasan yang disasarkan pada makam Osama. Makam Osama bisa menjadi ajang pengultusan hingga sasaran kekecewaan.

“Makam itu sangat kuat. Makam figur muslim kontroversial dalam sejarah Islam bisa memancing kemarahan dan kekecewaan. Makam itu bisa memiliki karisma religius. Jika membolehkan Osama dimakamkan di Pakistan, para pengikut Osama akan muncul, menanam bunga, dan para perempuan akan mengatakan makam itu mempunyai kekuatan menyembuhkan, terutama di kalangan tak berpendidikan. Mitosnya pun akan berkembang,” ujar Ahmed kepada The New York Times.

Menurut salah seorang pejabat AS yang tak bersedia identitasnya disebutkan, keputusan pemakaman itu dibuat setelah negerinya menyimpulkan bahwa tak ada negara yang bersedia menerima jenazah dan memakamkan Osama. Spekulasi lain menyebutkan, ada ketakutan kuburan musuh nomor satu AS tersebut bakal menjadi titik perlawanan para pendukungnya.

Sementara itu, Presiden AS Barack Obama menuturkan, pemakaman Osama tetap disesuaikan dengan ajaran Islam, yakni sesegera mungkin dimakamkan di perairan Laut Arab dan sesuai prosedur Islam, termasuk memandikan jenazah. Menurut stasiun berita CBS News, jenazah Osama sebelumnya bakal dikuburkan dengan tradisi Islam. Yaitu, dikebumikan dalam waktu 24 jam di Arab Saudi, tanah kelahiran teroris nomor satu itu.

Namun, menurut sumber CBS News, Kerajaan Saudi menolak menerima mayat Osama dimakamkan di negeri mereka. Saudi pun telah mencabut kewarganegaraan Osama pada dekade 1990-an.

Gedung Putih melalui Penasihat Keamanan Presiden AS Bidang Kontraterorisme dan Keamanan Dalam Negeri John Brennan membenarkan jasad Osama telah dikuburkan di laut. “Sudah diperlakukan dengan pantas. Pemakaman ini terjadi, sekali lagi, menurut persyaratan Islam, di laut,” ujarnya saat jumpa pers di Gedung Putih sebagaimana dilansir USA Today, Selasa (3/5).

Dua pejabat Pentagon mengungkapkan, pemakaman Osama di Laut Arab Utara itu direkam dan rekamannya segera dirilis. Menurut pejabat-pejabat AS sebagaimana diberitakan CBS, pemerintah AS telah berniat menyerahkan jasad Osama ke Saudi. Namun, kerajaan itu tidak bersedia menerima jasadnya.

Seorang pejabat senior Departemen Pertahanan AS menuturkan, upacara keagamaan dilakukan di atas dek kapal USS Carl Vinson di Laut Arab. Upacara dimulai pukul 01.10 dan selesai pukul 02.10 waktu AS. “Mayatnya dimandikan dan ditempatkan di atas sebuah kain putih. Seorang pejabat militer membacakan pidato yang telah dipersiapkan, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh seorang penutur asli bahasa itu. Mayat Osama ditempatkan pada sebuah papan datar, yang kemudian diluncurkan ke laut,” kata pejabat tersebut.(ap/afp/c5/iro/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *