PSMS Kena Denda Rp50 Juta, Minta Pemutihan Kartu

Ayam Kinantan Olahraga

SUMUTPOS.CO – Persaingan di babak delapan besar Liga 2 musim ini dipastikan sengit. Untuk mengantisipasi absennya pemain, manajemen PSMS Medan bakal meminta kepada PSSI agar dilakukan pemutihan kartu kuning.

RAWAN: Rahmad Hidayat rawan absen di laga perdana delapan besar karena telah mengantong dua kartu kuning.

“YA, kita akan mengirimkan surat ke PSSI agar dilakukan pemutihan kartu kuning di babak delapan besar,” ujar Sekretaris PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos, Jumat (26/11).


Saat ini ada empat pemain PSMS yang rawan absen pada pertandingan perdana babak delapan besar nanti. Mereka adalah Hamdi Sula, Rahmad Hidayat, Afiful Huda, dan Ichsan Pratama. Keempatnya sudah memperoleh dua kartu kuning.

Jika kembali menerima kartu kuning pada pertandingan terakhir lawan Sriwijaya, Selasa (30/11), maka mereka akan absen pada laga perdana babak delapan besar. “Untuk itu, kita berharap agar PSSI melakukan pemutihan kartu,” harap Julius Raja.

Pria yang akrab dipanggil King ini menambahkan, pemutihan kartu bukan hanya menguntungkan PSMS sendiri. Tim lain yang lolos ke babak delapan besar, juga pasti menginginkan pemutihan kartu.

“Kita berharap agar pemutihan kartu ini menjadi salah satu agenda pada manajer meeting babak delapan besar nanti. Pemutihan kartu ini juga akan berpengaruh terhadap persaingan di babak delapan besar,” jelasnya.

King juga mengakui terkadang kartu kuning diberikan bukan karena pelanggaran keras, tapi wasit terlalu boros kartu. Ini juga harus menjadi perhatian PSSI. “Kita lihat sendiri, ada wasit yang terlalu boros kartu. Sedikit-sedikit kartu kuning. Ini tentu merugikan tim,” tegasnya.

Soal kartu kuning ini, PSMS sendiri baru dijatuhi denda sebesar Rp 50 juta. Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan denda karena PSMS mendapat lima kartu kuning dalam satu pertandingan. Ini terjadi saat Ayam Kinantan melawan Sriwijaya FC pada laga pemungkas putaran pertama Grup A.

King mengakui sudah menerima pemberitahuan denda tersebut. Denda itu memang sesuai dengan pasal ‘Law of The Game’ PSSI. Di sana disebutkan, jika ada satu tim memperoleh lima kartu kuning dalam satu pertandingan, maka diberikan denda sebesar Rp50 juta.

Aturan itu dibuat untuk meminimalisir hukuman kartu kuning. Untuk kartu kuning biasa hanya diberikan denda Rp3 juta dan kartu merah sebesar Rp5 juta. “Jadi kalau lima kartu kuning sekaligus, didenda Rp10 juta per kartu kuning,” ungkapnya.

Manajemen PSMS sendiri sudah menyampaikan dan mensosialisasikan terkait peraturan ini kepada pemain PSMS Medan. “Dan law of the games itu sudah kami terangkan ke pemain semuanya. Namun, mungkin karena tensi pertandingan, jadi pemain terpancing,” ujarnya.

King menambahkan, denda kartu kuning tersebut akan dipotong dari subsidi yang diberikan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Saat ini denda kartu PSMS masih sekitar Rp57 juta. King berharap agar denda itu dipotong secara berangsur, bukan sekaligus.

“Kita berharap dendan itu jangan dipotong sekaligus, tapi dicicil. Misalnya pada subsidi termin kedua nanti dipotong sebesar Rp20 juta. Kemudian sisanya pada termin berikutnya,” pintanya.

Selain PSMS Medan, terdapat beberapa klub Liga 2 lainnya yang mendapatkan sanksi denda serupa. Mereka adalag Perserang Serang, Persis Solo, Persekat Tegal, dan Mitra Kukar. (dek)

loading...