PSU di Labuhanbatu, Labusel, dan Madina: Tiga Petahana Tumbang

Politik Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Tiga pasangan calon petahana tumbang pada pemungutan suara ulang (PSU), Sabtu (24/4). Ketiganya adalah Andi Suhaimi Dalimunthe-Faizal Amri Siregar di Labuhanbatu, Hasnah Harahap-Kholil Jufri Harahap di Labuhanbatu Selatan (Labusel); dan Dahlan Hasan Nasution-H Aswin di Mandailing Natal (Madina).

MENCOBLOS: Sejumlah masyarakat menggunakan hak pilihnya saat dilaksanakannya pemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (24/4).fajar dame/sumut pos.

Berdasarkan data yang diperoleh Sumut Pos melalui website milik KPU RI, untuk PSU di Labuhanbatu, paslon Erik Adtrada Ritonga dan Ellya Rosa Siregar mampu unggul tipis dari paslon petahana, Andi Suhaimi dan Faizal Amri. Erik-Ellya memperoleh 37,3 persen suara, sementara Andi-Faizal mendapat 37,2 persen.


Selanjutnya hasil PSU di Labusel, paslon Edimin-Ahmad Padli Tanjung unggul dengan perolehan 42,5 persen, ketimbang paslon petahana Hasnah-Kholil 42,1 persen. Terakhir, untuk hasil PSU di Madina, paslon petahana Dahlan-Aswin juga tumbang dari kompetitor kuatnya; Muhammad Jafar Sukhairi-Atika Azmi Utammi. Jafar-Atika memeroleh suara 39 persen, sementara Dahlan-Aswin mendulang suara 38,8 persen.

Perolehan suara di tiga kabupaten tersebut, diketahui telah 100 persen terhimpun dari seluruh kecamatan yang ada. Untuk Labuhanbatu dan Labusel, bahkan sejak pukul 16.04 WIB sudah terlihat rampung perhitungan melalui sistem online milik KPU RI tersebut. Adapun untuk Madina, baru terlihat semua suara masuk sekitar pukul 22.00 WIB.

Ketua KPU Sumut, Herdensi Adnin mengatakan, sesuai rencana, Minggu (25/4) akan dilakukan rekapitulasi hasil perolehan suara di tingkat kecamatan. Lalu setelah itu akan dilanjutkan dengan tahapan lain yakni rekapitulasi tingkat kabupaten hingga penetapan kepala daerah terpilih. “Rekapitulasi tingkat kecamatan rencana hari ini. Kalau tingkat kabupaten, di Madina itu tanggal 26 April. Kalau daerah lain harus saya pastikan dulu,” katanya menjawab Sumut Pos, kemarin.

Diungkapkannya, pelaksanaan PSU mulai dari pembukaan tempat pemungutan suara (TPS) hingga penghitungan perolehan suara berjalan tanpa hambatan. “ Alhamdulillah pelaksanaannya lancar, mulai dari pembukaan TPS, pemungutan suara sampai penghitungan suara,” tuturnya.

Adapun pelaksanaan PSU pada tiga kabupaten di Sumut itu, turut dipantau langsung komisioner KPU RI dan Bawaslu RI. Ketua KPU RI Ilham Saputra didampingi Ketua KPU Sumut Herdensi Adnin, misalnya, melakukan supervisi ke Madina. Lalu di Labuhabatu, Anggota KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa dan Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar turun bersama Anggota KPU Sumut Benget Silitonga dan Batara Manurung.

Sebelumnya, Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar berharap Bawaslu Labuhanbatu bekerja profesional dan maksimal. “Saya berharap jajaran Bawaslu Labuhanbatu dapat mengawal dan bekerja secara maksimal dalam PSU ini. Dan saya ingatkan dan memberikan dukungan kepada Anggota Bawaslu Labuhanbatu dalam mengawal PSU ini,” jelasnya.

Memang, tambah dia, menjadi Pengawas Pemilu itu memiliki resiko, melelahkan, bahkan memiliki bahaya. Namun Pengawas tidak sendiri dan tugas bersama. “Jangan takut. Kami selalu mendukung tindakan yang dilakukan,” ujarnya.

Sedangkan di Labusel, pelaksanaan PSU dimonitor langsung Anggota KPU RI Hasyim Asy’ari, didampingi Anggota KPU Sumut Mulia Banurea dan Ira Wirtati. “Partisipasi masyarakat tinggi,” kata Mulia Banurea.

Terpisah, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak yang meninjau langsung pelaksanaan PSU di tiga kabupaten tersebut mengatakan, pelaksanaannya berjalan aman dan kondusif. “Alhamdulillah, PSU di tiga Kabupaten berjalan aman, kondusif tanpa adanya gangguan,” kata Panca didampingi Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin, Sabtu (24/4).

Walaupun situasi kondusif, Panca mengungkapkan, personel gabungan dari Polri-TNI masih terus melaksanakan tugas pengamanan tempat penghitungan suara di Kabupaten Labuhanbatu, Labusel dan Madina hingga proses rekapitulasi suara selesai. “Dari pantauan kita di lapangan, masyarakat cukup antusias memberikan hak suara dengan mendatangi TPS-TPS yang melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU),” ungkapnya.

Panca mengimbau, kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Labuhanbatu, Labusel dan Madina tetap kondusif. Menurutnya, siapapun calon kepala daerah yang nantinya terpilih merupakan putra-putri terbaik setiap daerah hasil pemilihan langsung secara demokrasi. “Semoga pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) ini yang terakhir. Saya harapkan, masyarakat dapat menerima seluruh hasil pemilihan ulang tersebut,” harapnya.

Sekdaprovsu R Sabrina juga mengamini, PSU di Labuhanbatu berjalan sukses, kondusif, dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik. “PSU di Labuhanbatu berjalan dengan baik, dijalankan dengan prosedur yang tepat, baik pemungutan suaranya dan juga protokol kesehatan. Agar ini berjalan sesuai dengan yang kita inginkan, saya harap masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya didampingi Pj Bupati Labuhanbatu, Mulyadi Simatupang saat meninjau langsung TPS PSU di kabupaten tersebut.

“Dari hasil pantauan kami sejak pagi hingga menjelang siang rata-rata di TPS pemilih yang telah menggunakan hak pilihnya 50%, dan itu lebih tinggi dari pemungutan suara sebelumnya. Kita tentu ingin ini selesai dengan baik, sehingga pembangunan di Labuhanbatu bisa segera dilakukan,” sambung dia.

PSU di Labuhanbatu dilakukan dengan pengawalan ketat pihak Polri dan TNI. Masing-masing TPS dijaga Brimob dengan senjata anti huru-hara untuk mencegah terjadinya kerusuhan. Ini juga dilakukan di dua daerah lain di Sumut yang melakukan PSU. “Pengamanannya sudah tepat, polisi, TNI dan Satpol PP di setiap TPS jumlahnya cukup banyak. Ini untuk mengantisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan karena PSU ini cukup krusial karena bisa memengaruhi hasil Pilkada 2020 Labuhan Batu,” pungkasnya.

Mulyadi Simatupang mengatakan kemanan dan ketertiban terjaga selama proses PSU dilakukan. “Kerjasama Polri, TNI, Satpol PP, tokoh masyarakat, adat dan agama berperan besar dalam menciptakan kondusifitas selama PSU. Bukan hanya saat pemungutan suaranya, tetapi sejak awal proses termasuk sosialisasi. Kami sangat berterimakasih kepada Polri, TNI, tokoh-tokoh dan tentunya masyarakat Labuhan Batu,” katanya.

Diketahui, pelaksanaan PSU di Labuhanbatu, Labusel dan Madina merupakan tindaklanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK). MK yang menyidangkan perkara perselisihan hasil suara Pilkada 2020 di tiga daerah tersebut pada Maret 2021 lalu, memutuskan agar dilakukan PSU. MK menetapkan bahwa PSU harus sudah dilaksanakan paling lama 30 hari kerja pascaputusan tersebut. (prn/fdh/mag-1)

loading...