PT KAI Belanja Gerbong ke Korsel

Metropolis

Kereta api jalur Medan-Bandara Kualanamu ditargetkan langsung beroperasi seiring dengan mulai dioperasikannya bandara baru pengganti bandara Polonia Medan. Rencananya, tahap uji coba operasional KA yang melayani penumpang pesawat itu dilakukan Desember 2012.

Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah mulai melakukan pembelian gerbong KA yang akan dioperasikan untuk jalur tersebut. “Saat ini sudah proses pembelian gerbong KRD (kereta rel diesel) dari Korea Selatan. Rencananya dua kereta api,” ujar Kepala Humas PT KAI, Sugeng Priyono, kepada koran ini di Jakarta.


Selain belanja prasarana, PT KAI juga mulai membangun area parkir di dekat stasiun di Medan. “Nanti penumpang yang akan ke bandara Kualanamu, check ini di situ,” terangnya.

Sebelumnya, pada 25 April 2012, Wali Kota Medan Medan Rahudman Harahap kemarin (25/4) menggelar rapat terbatas dengan Dirut PT KAI Ignasius Jonan dan Deputy Setwapres Bidang Ekonomi Tirta Hidayat di sebuah hotel di Jakarta khusus membahas rencana pembangunan lokasi parkir di stasiun Kereta Api (KA) jalur Medan-Kualanamu ini.

Saat itu Rahudman menjelaskan, alternatif lokasi pembangunan tempat parkir ini, yakni di dekat Lapangan Merdeka dan di Jalan Jawa.

Mengenai pembangunan jalur kereta apinya, Sugeng Priyono mengatakan, tahap awal pembangunan juga sudah dimulai. Dia optimis, meski sisa 2012 tinggal enam bulan lagi, proses pembangunan bisa selesai sesuai target.

Alasannya, hingga saat ini tidak ada kendala berarti, baik untuk pembangunan jalur KA  maupun area parkir, termasuk stasiunnya. “Tidak ada kendala, Insyaallah masih sesuai prediksi,” ungkapnya.

Mengenai pendanaan, sebelumnya, Dirut PT KAI Ignasius Jonan menyebutkan, total diperlukan dana Rp275 miliar. Sebagian, yakni Rp127 miliar, merupakan dana pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk. Khusus dari PT KAI sendiri, sudah menyiapkan dana Rp65 miliar untuk investasi KA Medab- Bandara Kualanamu.

Pinjaman Rp127 miliar itu dilakukan PT PT Railink, yang merupakan perusahaan patungan PT KAI dengan PT Angkasa Pura (AP) II. Porsi kepemilikan saham di perusahaan patungan itu, KAI memiliki 60 persen sedang AP II 40 persen.  Rencananya, KA Medan-Kualanamu ini tiketnya dijual Rp60 ribu, dengan waktu tempuh 50 menit.

Sehubungan dengan rencana Pemerintah Pusat membelikan gerbong kereta api dari Korea Selatan, pihak PT KAI Sumut masih dalam program tahap awal dalam hal ini. “Ini baru dalam program tahap awal dan pembangunan belum mencapai 50 persen. Sejauh ini baru terlaksana dan dibangun 40 persen sehubungan dengan Bandara Kualanamu,” kata Humas PT KAI Sumut, Hasri (2/7) malam.

Disinggung mengenai perkembangan selanjutnya, Hasri mengaku, pihaknya masih melengkapi dan memproses serta menjalankan program yang ada. Disinggung mengenai pembelian gerbong kereta api dari Korea Selatan, Hasri menambahkan, itu merupakan keputusan dari Pemerintah Pusat. “Rencananya jika Bandara Kualanamu sudah sah beroperasi, maka kereta api akan beroperasi dari pukul 04.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya. Namun, ini belum final karena program masih kita sesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan,” tegasnya.

Disinggung mengenai jumlah perjalanan kereta api dalam seharinya, Hasri menuturkan, saat resmi beroperasi maka kereta api akan berangkat setiap 30 menit. “Maka jumlah perjalanan kereta api menuju Bandara Kuala Namu dalam seharinya bisa mencapai 32 perjalanan,” bebernya.

Menurutnya, untuk kapasitas rel lain-lainnya yang berhubungan operasi kereta api menuju Bandara Kualanamu, Hasri menyebutkan, pihaknya masih dalam pembenahan. “Masih dalam pembenahan dan kita juga sedang berkoordinasi dengan semua pihak saat ini,” jelasnya.

Saat ditanyai mengenai lapangan parkir dan pemasangan city cek in, Hasri mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih menyiapkan lahan dan berkoordinasi dengan pihak Pemko Medan. “Untuk lahan, kita masih menyiapkannya dan masih masih mencari relokasi untuk para pedagang buku agar tempat yang saat ini ditempati para pedagang buku bisa dipergunakan menjadi tempat city cek airport juga,” akunya.

Hasri menuturkan, pihaknya juga masih menunggu langkah selanjutnya dari Pemko Medan. “Masalah lahan ini masih kita tunggu koordinasi selanjutnya dari pihak Pemko Medan,” ucapnya.

Untuk para pedagang buku, sebutnya kembali, para pedagang buku rencananya akan direlokasi ke lahan milik PT KAI Sumut di sisi lain. “Rencananya para pedagang buku akan direlokasikan ke Lapangan PT KAI yang ada di Mandala By Pass. Namun, sekali lagi saya katakan bahwa ini masih dalam tahap awal,” ungkapnya.(sam/jon)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *