PT LIB Revisi Jadwal Liga 2, PSMS Lawan PSPS di Laga Perdana

Metropolis
PSMS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Liga Indonesia Baru (LIB) merevisi jadwal Kompetisi Liga 2 yang bakal kick-off pada 22 Juni 2019 mendatang. Perubahan jadwal dilakukan karena bergabungnya Blitar United di Wilayah Barat.

Dalam jadwal sebelumnya yang sempat disusun, PSMS Medan akan memainkan laga perdana dengan bertandang ke markas Persibat Batang pada 23 Juni 2019.


Namun, dalam jadwal baru yang telah dirilis PT LIB, PSMS Medan akan memainkan laga tandang dengan PSPS Pekanbaru. Laga perdana PSMS Medan justru digelar lebih cepat, yakni pada 22 Juni.

Manajer Tim PSMS Medan Mulyadi Simatupang, dan Sekum PSMS Julius Raja, Minggu (9/6), menjelaskan, PSMS harus memainkan 2 laga tandang pada pertandingan perdananya. Usai laga kontra PSPS, tim besutan Abdul Rahman Gurning ini, langsung main di markas Persibat Batang pada laga kedua, 27 Juni.

Sedangkan 2 laga kandang dalam putaran pertama Liga 2 akan dimainkan pada 2 dan 6 Juli, dengan menjamu Cilegon United dan Perserang Serang. Dan 7 laga lainnya dalam putaran pertama adalah melawan PSCS Cilacap pada 13 Juli (tandang). Menjamu Blitar United 19 Juli. PSMS Medan akan meladeni lawan tangguh Persita Tangerang pada 23 Juli di Stadion Teladan. Dan kembali main di luar kandang menghadapi Aceh United pada 28 Juli.

Legimin Rahardjo dkk akan menjamu Sriwijaya FC dan PSGC Ciamis pada 2 dan 8 Agustus. Sedangkan laga pamungkas putaran pertama akan menantang Persiraja dalam laga tandang pada 14 Agustus mendatang.

Gurning Gelar Tes VO2 Max

Skuad PSMS Medan kembali menggelar latihan rutin di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, Minggu (9/6) sore. Pada sesi latihan kali ini, Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning, menggelar tes VO2 Max, untuk melihat kemampuan fisik dan daya tahan para pemain.

“Kami sudah tes daya tahan pemain, VO2 Max nya rata-rata bagus,” ungkap Gurning.

Gurning juga menjelaskan, usai pemanasan, para pemain kemudian diberikan waktu selama 15 menit untuk berlari keliling Stadion Kebun Bunga Medan sebanyak-banyaknya. Dari tes VO2 Max tersebut, secara keseluruhan dia menilai, hasilnya cukup baik. “Rata-rata dapat 10 lap, ada juga yang lebih. Setelah ini, kami (pelatih) tak akan ragu menggenjot pemain di latihan selanjutnya,” bebernya.

Namun menurut Gurning, masih ada beberapa pemain yang masih perlu ditingkatkan. Kekurangan tersebut, dinilai masih bisa diperbaiki, setelah para pemain mulai masuk program pemusatan latihan. “Ada beberapa orang yang masih kurang. Minimal harus dapat 52 VO2 Max-nya, tapi masih ada yang di bawah 52. Kalau sudah masuk TC, mereka akan kami tambah dengan melakukan latihan ekstra,” pungkas Gurning. (bbs/saz)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *