Puasa, Makan Kue Kampung

Metropolis

Ade Yunita Hutagaol

Bagi Ade Yunita Hutagaol di bulan suci Ramadan selain menunaikan ibadah juga saatnya untuk menikmati kue kampung yang banyak di jual sebagi menu berbuka puasa.


“Kue kampung agak sulit ditemukan kalau hari biasa, jadi kalau Ramadan puas-puasin makan kue kampung,” ujar Ade Yunita Hutagaol.

Selain itu, kata bintang iklan layanan masyarakat HIV/AIDS tahun 2011 itu di bulan penuh rahmat itu biasanya ada Tunjangan Hari Raya (THR).

“THR paling seru, karena dapat uang sekalian bisa beli baju baru,” ujar gadis yang biasa disapa Ade itu. Baginya, Ramadan selain menahan lapar juga sebagai untuk ngumpul dengan teman-teman lama sekalian  untuk reunian.

Juga sebagai ajang untuk ngumpul bareng keluarga, terutama di saat sahur dimana seluruh keluarga berkumpul untuk makan bareng.

“Kalau sahur, semua keluarga ngumpul, lucu kan lihat anggota keluarga yang baru bangun,” ujar dara kelahiran Medan 3 Juni 1996 itu.

Tetapi, bulan Ramadan juga membatasi ruang gerak gadis berkulit putih itu terutama untuk keluar rumah. Karena sang Mama tidak memberikan kebebasan padanya untuk buka puasa di luar, hanya beberapa momen dia diberi izin untuk keluar.

“Mama lebih posesif bila puasa, jadi aku keluar rumah tidak bebas, jadi hanya momen tertentu, seperti buka bareng teman SMP, atau kuliah dan lainnya yang diberi izin sama Mama,” ujar anak ke-3 dari 4 bersaudara itu.
Walaupun dibatasi tetapi hal ini bukan menjadi masalah. Karena sifat sang Mama yang lebih posesif saat Ramadan membuat Ade merasa memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga. Selain itu, Ade juga menganggap hal ini untuk istirahat dari berbagai kegiatannya.

“Hitung-hitung sebagai istirahat dari kegiatan lain,” ujar gadis yang tinggal di Kompleks Perumahan Dosen Unimed itu.
Karena itu, setiap Ramadan, Ade selalu menyempatkan diri untuk melakukan kegiatan bersama dengan orangtua. Baginya sekalian untuk menggantikan waktu di hari-hari yang lalu, karena berbagai kegiatan yang dilakukannya sebagai model dan siswi sekolah, “Ramadan juga untuk mengganti waktu yang hilang, kan hari biasanya aku sibuk sendiri,” tutupnya. (mag-9)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *