Puluhan Mahasiswa Demo PLN UIKSBU, K3 PLN UIKSBU Sigap Halau Pendemo

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan mahasiswa mendatangi PLN (Persero) Unit Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (UIKSBU) yang berkantor di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Rabu (16/12). Suasana nyaris ricuh dan sempat bentrok dengan satuan pengaman di sana.

SALING DORONG: Pengunjuk rasa mendorong pagar untuk menerobos masuk yang kemudian dihalau Satpam. Aksi ini adalah Simulasi Tanggap Darurat yang digelar K3 PT PLN PLN UIKSBU.istimewa/sumut pos.
SALING DORONG: Pengunjuk rasa mendorong pagar untuk menerobos masuk yang kemudian dihalau Satpam. Aksi ini adalah Simulasi Tanggap Darurat yang digelar K3 PT PLN PLN UIKSBU.istimewa/sumut pos.

Dalam demo itu, massa mengusung sejumlah poster berisi kecaman terhadap kinerja perusahaan BUMN.  Meski pagar ditutup pihak keamanan, tetap tak membuat aksi mereda. Mereka tetap menggelar mimbar bebas di depan pintu masuk kantor.


Untuk meredakan suasana yang mulai memanas sekaligus mengakomodir aspirasi mereka, perwakilan kantor PLN UIKSBU mencoba berkomunikasi dengan para demonstran.

Namun di tengah upaya itu, suasana mendadak ricuh saat mereka mulai membakar ban bekas. Untuk mengantisipasi kobaran api, pihak keamanan dengan sigap langsung memadamkannya dengan alat pemadam api ringan (Apar).

Namun bukannya mereda, keadaan malah nyaris tak terkendali. Apalagi saat seorang pengunjukrasa nekat menerobos masuk ke areal kantor dan yang lainnya mulai melakukan aksi goyang pagar. Namun situasi yang sempat memicu kepanikan itu, berhasil diredam setelah penyusup itu bisa diamankan satpam kantor.

Namun, aksi demo ini bukanlah sungguhan. Tapi hanya kegiatan Simulasi Tanggap Darurat yang digelar K3 PT PLN PLN UIKSBU. Kegiatan tersebut digelar guna meningkatkan kewaspadaan di jajaran pegawai dan petugas keamanan.

Pejabat K3 PLN UIKSBU, Fathdi Akbar selaku penyelenggara kegiatan menjelaskan, apa yang terjadi ini merupakan cara mereka untuk merangsang responsif seluruh jajaran pegawai dan petugas keamanan secara khusus, dalam menghadapi gangguan seperti itu.

“Segala kemungkinan tentu bisa terjadi. Kita ingin jika aksi yang menjurus anarkis terjadi, semua pihak bisa cepat tanggap dan tau apa yang dilakukan sehingga semua bisa cepat dinetralisir meski hal demikian tentu tak kita inginkan,” tegas Fathdi.

Agar simulasi ini berlangsung secara alami, sambungnya, pihak PLN UIKSBU pun sengaja melibatkan kalangan aktivis mahasiswa secara langsung.

“Ada mahasiswa yang berperan sebagai kelompok pengunjukrasa dan kita juga bekerjasama dengan pihak BPBD Sumut, Teratai Rescue Satbrimob Poldasu, Satgas Covid-19 dan Dinas P2K Pemko yang turut membantu dalam kegiatan simulasi ini. Jadi, unjukrasa ini merupakan puncak dari kegiatan simulasi tanggap darurat setelah pagi tadi kita juga telah melakukan sosialisasi penangan Covid-19,” pungkasnya. (ila)

loading...