Rachel Dougall Minta Dibebaskan

Nasional

BALI – Seorang perempuan Inggris yang dihadapkan pada hukuman mati setelah ditangkap akibat mengatur penyelundupkan narkoba jenis kokain ke Bali. Dirinya memohon untuk dibebaskan dari tahanan dan mengklaim dirinya sudah dijebak.

Rachel Dougall mengklaim menjadi korban penjebakan, setelah dirinya ditangkap oleh Kepolisian Bali, terkait penangkapan seorang ibu rumah tangga asal Inggris Lindsay Sandiford yang bertindak sebagai kurir. Sandiford ditangkap setelah kedapatan membawa kokain seberat 4,8 kilogram (kg) di dalam sebuah koper.


Usai ditangkap, Sandiford dikabarkan bersedia untuk membeberkan otak dari jaringan penyelundupan narkoba itu. Salah satu diantara yang disebut Sandiford adalah Rachel Dougall. Selain itu, warga Inggris lainnya Julian Ponder dan Paul Beales serta satu orang warga negara India.

Dougall dan Ponder yang diyakini sebagai pasangan tanpa ikatan pernikahan dan sudah memiliki seorang puteri ini, tampak tidak terima saat Kepolisian Denpasar meringkusnya ke tahanan. Dougall pun berteriak dirinya menjadi korban penjebakan. “Ini semua sudah diatur. Carikan kami pengacara yang hebat,” ujar Dougall yang berteriak dari luar sel tahanannya, seperti dikutip ITV, Kamis (31/5).

Bagi Sandiford asal, Inggris, mengaku bertindak sebagai kurir narkoba karena dirinya diancam. (net)

loading...

1 thought on “Rachel Dougall Minta Dibebaskan

  1. Enak saja minta bebas.Pertanggungjawabkan perbuatanmu yang merusak manusia lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *