Rahudman: Grosir Jangan Timbun Barang

Medan on Focus

Wali Kota Buka Pasar Murah Pemko Medan di Kecamatan Medan Deli

Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap MM mengingatkan kepada para grosir jangan coba-coba menimbun barang untuk menaikkan harga, karena Pemerintah Kota (Pemko) Medan tidak menginginkan hal itu. Untuk mengontrol harga pasar itu, Pemko Medan akan melakukan operasi pasar dengan unsur koordinasi pimpinan daerah Kota Medan, bersama DPRD Kota Medan.


TURUN HARGA: Wali Kota  Medan Drs H Rahudman Harahap MM menurunkan harga gula disaksikan ibu-ibu PKK  pasar murah Pemko Medan  Kecamatan Medan Deli, Minggu (15/7).
TURUN HARGA: Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menurunkan harga gula disaksikan ibu-ibu PKK di pasar murah Pemko Medan di Kecamatan Medan Deli, Minggu (15/7).

Larangan penimbunan barang itu dikatakan Wali Kota Medan saat pembukaan pasar murah pada Minggu (15/7) pagi di lapangan Bola Jalan Mangaan Medan Deli. Hadir dalam kesempatan itu Ketua DPRD Medan Drs Amiruddin, Wakil Wali Kota Drs HT Dzulmi Eldin S Msi, Sekda Ir H Syaiful Bahri, unsur koordinasi pimpinan daerah Kota Medan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan sejumlah pimpinan SKPD jajaran Pemko Medan.

Rahudman mengatakan, tujuan pelaksanaan pasar murah Pemko Medan sebagai bagian untuk membantu masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu dalam rangka memenuhi kebutuh an bahan pokok, melakukan stabi litas harga pasar. Sehingga tidak ada gejolak harga, dan pasar murah ini di gelar agar suasana Ramadan lebih khusuk. Untuk itulah semua masyarakat yang mendapatkan beras miskin (raskin) sekaligus dua bulan sekaligus sampai kebutuhan Hari Raya Idul Fitri 1433 H.

Orang nomor satu di Kota Medan ini berharap pasar murah yang digelar ini tidak ada sistem belanja borongan oleh masyarakat, tapi belanjalah sesuai dengan kebutuhan yang ada. Untuk menghindari belanja borongan itu, pasar murah harus diawasi oleh kepala lingkungan, lurah dan camat. Kemudian, untuk masyarakat harus bisa memanfaatkan pasar murah ini dengan baik, membeli kebutuhannya dengan secukupnya sesuai kebutuhan yang ada.
“Dipasar Murah ini tidak ada sistem belanja borongan, masyarakat membeli harus sesuai dengan kebutuhan, dan para kepala lingkungan, lurah, serta

camat harus mengawasi pelaksanaan pasar murah, kepada masyarakat harus bisa memanfaatkan pasar murah dengan baik,” ujarnya.

Menurut dia, pelakasanaan pasar murah merupakan wujud komitmen dan kepedulian semua pihak, khususnya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat kurang mampu. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan bahan pokok secara berkualitas dengan harga terjangkau, terlebih-lebih dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri.

Lebih lanjut dia mengatakan, kenaikan harga kebutuhan pokok cenderung akan berdampak pada inflasi, di sisi lain inflasi yang kurang bisa dikendalikan tentunya harus bisa menurunkan daya beli masyarakat. Atas dasar itulah, Pemko Medan melaksanakan kegiatan pasar murah.

“Saya ingatkan kepada panitia penyelenggara dan pihak terkait, camat dan lurah, agar melaksanakan, mengawasi dan mensukseskan pasar murah, jangan biarkan Dinas Perindag bekerja sendiri, agar tujuan pasar murah ini tepat sasaran, “ tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Medan sempat menurunkan harga yang tertera di pasar murah, seperti gula pasir Rp12.840 per kg menjadi Rp 11.340 per kg, Beras Rp7.250 per kg menjadi Rp 6.250 per kg, Tepung Terigu Rp 6.250 per kg mejadi Rp 5.960 per kg, Telur Rp 950 butir menjadi Rp 800 butir, Blue Band Rp 4.960 per saset menjadi Rp 4.160 per saset, Kacang Tanah Rp 17.000 per kg menjadi Rp 16.250 per kg, Kacang Kupas Rp23.500 per kg menjadi Rp 22.750 per kg, Minyak curah Rp9.700 per liter menjadi Rp 8.200 per liter, migor Sania Rp 12.000 per liter menjadi Rp 10.500 per liter, Marqisa Pohon Pinang Rp 10.250 per botol menjadi Rp 9.250 per botol. Marqisa Sarang Tawon Rp 13.000 per botol menjadi Rp 12.000 per botol dan syrup kurnia Rp 12.350 per botol menjadi Rp 11.850 per botol.(gus)

Pemko Medan Subsidi Bahan Pangan Rp5,8 M

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Medan H Syahrizal Arif SH SE melaporkan latar belakang pelaksanaa pasar murah sebagai bagian untuk menyambut hari-hari besar keagamaan, seperti Hari Raya Idul Fitri dan tahun baru agar tak terjadi gejolak kenaikan harga.
Menurut dia, banyak fakta menunjukkan setiap menjelang hari besar keagamaan harga-harga barang pokok mengalami kenaikan. Alasan itulah yang membuat Pemko Medan melalui Dinas Perindag menggelar pasar murah.

Dia menyebutkan, Pemko Medan menggelar pasar murah sejak sembilan tahun lalu, khusus pada tahun 2012 pasar murah digelar selama 30 hari. Dimulai dari 15 Juli sampai 14 Agustus 2012 di 151 titik di 21 kecamatan, dengan subsidi harga dari Pemko Medan sebesar Rp5,8 miliar dan didukung 27 produsen/distributor yang memasok kebutuhan se perti, gula pasir, tepung terigu, marqisa, syrup, kacang tanah, blue band, telur, dan pasar murah juga didukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan home industri yang ada di Kota Medan.

Sebelumnya, Arif menyatakan harga di pasar tradisional di Kota Medan memang masih relatif stabil. Bahkan, harga cabai turun dari harga Rp26 ribu menjadi Rp23 ribu. Untuk mengendalikan harga agar tidak naik signifikan maka akan tetap dilakukan koordinasi dengan instansi terkait.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan  menjelang bulan suci Ramadan, pihaknya melakukan monitoring terus harga agar tidak melonjak naik.  “Kami melakukan monitoring harga menjelang bulan puasa ini,” sebutnya.(gus)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *