Ramadan, Listrik Masih Padam

Metropolis
LILIN: Pedagang mengupas bawang diterangi dengan lilin di Pasar Petisah Medan, Rabu (26/2). Pemadaman listrik berdampak pada sepinya pengunjung di pasar tradisional itu. //AMINOER RASYID/SUMUT POS
ilustrasi pemadaman listrik //AMINOER RASYID/SUMUT POS

SUMUTPOS.CO- Pemadaman listrik di Medan masih terjadi pada bulan Ramadan. Meski dengan durasi yang singkat, namun pemadaman ini terjadi hingga tiga kali dalam sehari.

Seperti yang terjadi di Jalan Halat, Gang Makmur. Dalam sehari, listrik di daerah ini padam sampai tiga kali dengan durasi sekitar 2 sampai 25 menit. “Sehari ini sudah tiga kali padam, pertama sekitar pukul 08.00 WIB.


kemudian nyala 20 menit kemudian, kemudian mati lagi sekitar pukul 09.25 WIB dan ketiganya padam sekitar 12.50 WIB dan ini lebih singkat, cuma 2 menit saja,” ujar warga Halat, Nurbaiti (25) kepada Sumut Pos, Senin (26/6).

Hal senada juga dikatakan Wiyah (26), warga Johor, tepatnya di seputaran Jalan STM Atas. Dia mengaku mengalami pemadaman sekali dalam sehari dengan lama lebih kurang 20 menit juga. “Ada lagi pemadaman tapi sebentar saja yaitu 20 menit-an. Kejadiannya sudah dua hari terakhir ini,” katanya.

Menanggapi kejadian ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Medan menyatakan pemadaman terjadi karena adanya gangguan jaringan serta pemeliharaan. “Pemadaman yang sebentar dilakukan pada saat ada gangguan yang memerlukan perbaikan agar bisa nyala kembali,” ujar Asisten Manajer Jaringan PLN Area Medan, Dicky Hiwardi.

Tambahnya, sejak beberapa bulan lalu, pihaknya juga sudah fokus lakukan pemeliharaan jaringan PLN untuk meningkatkan kehandalan suplai listrik ke pelanggan-pelanggan PLN. “Kami memang sedang giat-giatnya melakukan pemeliharaan, memangkas kayu yang sudah dekat dengan jaringan kita, dan mengganti tiang kayu yang lapuk dengan tiang beton,” katanya.

Saat ditanya sampai kapan pemadaman ini terjadi, Dicky tidak menjawab. Katanya, pemadaman yang karena pemeliharaan dilakukan pada siang hari dan durasi waktu yang tidak lama. “Ini kami lakukan untuk meningkatkan kehadalan suplai listrik ke masyarakat,” katanya.

Humas PT PLN Wilayah Sumut, Mustafrizal juga memastikan tidak ada pemadaman bergilir terutama pada Ramadan dengan total kapasitas terpasang sebesar 1.700 megawatt (MW). Katanya, pemadaman yang terjadi kemungkinan besar dikarenakan oleh pemeliharaan baik pada gardu induk atau jaringan disebabkan karena cuaca ekstrem atau kondisi tak terprediksi lainnya.

“PLN area Medan memang ada menginformasikan akan melakukan pemeliharaan baik jaringan maupun gardu induk. Tapi petugas pasti berusaha pemadaman tidak akan lama, dengan memindahkan suplai dari jaringan atau gardu induk lain atau istilahnya jamper makanya padamnya hanya 20 menit atau kurang,” katanya.

Lanjutnya, dari sisi pembangkit, seluruhnya beroperasi normal dengan kapasitas terpasang 1.700 megawatt (MW). Bahkan saat ini, sudah ada cadangan daya sebesar 72 MW karena kedua unit PLTU Pangkalansusu sudah masuk sistem meskipun belum maksimal.

“Sumut bahkan punya cadangan listrik 72 MW karena dari unit 1 PLTU Susu sudah menyuplai 180 MW dan pembangkit unit II telah masuk sistem 140 MW. Diharapkan keduanya tidak lagi keluar sistem supaya cadangan tetap aman terutama hingga akhir Ramadan,” katanya.

Hal paling dikhawatirkan, lanjut Mustafrizal adalah cuaca ekstrem. Sebab bisa membuat jaringan terputus sehingga pemadaman bergilir tak terhindarkan. Untuk meminimalisir terjadinya hal tersebut, PLN tiap area akan terus melakukan pemeliharaan jaringan sehingga tidak terjadi kondisi yang lebih parah.

“Tim dari unit pelaksana sudah melakukan pemeliharaan jaringan sejak bulan lalu termasuk juga menebang pohon di sekitar trafo dan lainnya yang berkaitan dengan listrik supaya tidak merusak (jaringan atau trafo) sehingga pemadaman bergilir tak terelakkan,” ujarnya.

Kapoldasu Minta PLN Siap

Sementara dalam rangka mengantisipasi kerusuhan akibat keresahan masyarakat atas pemadaman listrik di bulan puasa, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo meminta PLN untuk mengadakan persiapan khusus.  Poldasu juga akan mengerahkan fungsi Binmas dan intel untuk mengantisipasi kemarahan akibat keresahan masyarakat akan pemadaman listrik saat Ramadan.

Selain itu, sebagai antisipasi kerusuhan di Lapas Kelas I Tanjunggusta Medan pada Ramadan 1434 H, terulang pada Ramadan 1436 H ini, Poldasu juga berencana akan menyampaikan kepada PLN untuk memperhatikan pasokan aliran listrik ke Lapas Kelas I Tanjunggusta agar tetap cukup.

“Kita sudah bertemu Kakanwil Kemenkumham Sumut. Kita sudah katakan siap untuk mengawasi. Kita juga menginventarisir permasalahan yang terjadi,” ungkap Kapoldasu.

Diketahui sebelumnya, pada Ramadan 1434 H lalu atau 11 Juli 2013 kerusuhan pecah di dalam Lapas. Akibatnya, 5 orang tewas. Kejadian itu dikabarkan dipicu dari tidak adanya air yang tidak dapat mengalir karena mesin pompa air tidak dapat berfungsi. Hal ini disebabkan oleh listrik yang padam seharian. Selain menewaskan 5 orang, kejadian itu juga membuat ratusan penghuni Lapas melarikan diri. (put/ain/rbb)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *