Ramadan, Menangis Bahagia di Tanah Suci

Shaum Ramadan

Sahur Bersama Dir Binmas Poldasu, Kombes Pol DR H Heri Subiansauri SH MH MSi

Hikmah Ramadan bagi Heri Subiansauri adalah benar-benar menyerahkan diri kepada Allah SWT. Dengan begitu, tak lupa dirinya bersama keluarga untuk melaksanakan umrah sebagai bentuk bahagia karena nikmat yang telah mereka terima. Saat di Tanah Suci, air mata Heri Subiansauri mengalir deras wujud syukur tak terkira.


Adlansyah Nasution, Medan

Hujan gerimis serta jalanan yang becek tak membuat tim sahur Sumut Pos membatalkan niat meliput kegaiatan sahur di kediaman Direktur Bimbingan Masyarkat (Dir Binmas) Poldasu Kombes Pol DR H Heri Subiansauri SH MH MSi di Komplek Malibu G 2, Kecamatan Medan Polonia. Ternyata di rumah berlantai dua dengan cat putih itu, tim sudah ditunggu. “Ayo masuk Mas, Bapak sudah menunggu,” sambut pembantu Heri Subiansauri.

Mengenakan peci berwarna hitam dan baju koko berwarna cream, Heri menyambut tim dengan salam dan senyum lebar. “Silakan duduk, kita langsung menikmati santapan sahur saja yuk,” ajak Heri.

Dilantai II, keluarganya yang terdiri dari istri Hj Chery Subiansauri dan anak-anaknya Hj Wulan Subiansauri, Hj Dewi Subiansauri serta si bungsu Mochamad Akbar Subiansauri sudah menunggu di meja makan dengan hidangan makanan sahur yang sederhana.

“Menu favorit saya ayam goreng dan sup kentang dan ditambah teh hangat. Selain itu untuk menjaga stamina tetap fit dengan perbanyak ibadah, saya juga mengkonsumsi madu dari Arab dan vitamin,” cetusnya.

Nasi putih, mie instan goreng, ayam goreng dan sop kentang tersaji. “Ayo kita mulai saja menyantapnya agar masih bisa mencicipi buah jeruk sebelum imsak,” pintanya.

Selesai menyantap hidangan sahur, tim bersama Heri memulai perbincangan di ruang tamu. Dengan suguhan cofemix hangat, Heri mulai bercerita hikmah Ramadan bersama keluarga yang sudah-sudah dilaluinya.
“Rumah yang kami tempati ini adalah rumah keluarga. Di rumah inilah kami melaksanakan kegiatan Ramadan dari tarawih dan salat lima waktu berjamaah. Saya selalu menjadi imamnya. Karena saya tinggal di sini bersama keluarga yang jumlahnya sampai 17 orang dari pembantu dan keluarga,” ujarnya.

Sebagai anggota Polri yang mengabdi kepada negara, ternyata Heri juga ditunjuk juga oleh Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro sebagai Perwira Pengamat Wilayah (Pamatwil) di bagian Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi. Hal tersebut merupakan sebagai bentuk Safari Ramadan oleh Polda Sumut.

“Safari Ramadan yang saya lakukan tidak hannya di dalam negeri tetapi di luar negeri juga. Kalau di dalam negeri sesuai dengan wilayah tugas. Sedangkan di luar negeri, saya melakukan umrah,” cetusnya dengan ketawa kecil.
Dikatakannya, melaksanakan umrah di Ramadan dikarenakan sama nilainya dengan haji besar. Selain itu, kegiatan tersebut sesuai dengan hadist. “Selama sembilan hari melaksanakan umrah di Mekah dan Madinah di bulan Ramadan. Banyak yang ditarik dalam kegiatan umrah, dari sujud, sampai takbiratul ihram semua sama (mudah),” katanya sembari menambahkan kalau umrah yanmg dilaksanakannya dari tahun 1990.

Pengalaman umrah (haji kecil) dilakukan agar afdol melaksanakan haji besar. “Jadi selama melaksanakan haji jangan ada perasaan berbuat sesuatu yang menodai. Karena pelaksanaan haji dari sebelum, sesaat dan sesudah itu benar-benar menyerahkan diri kepada Allah,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan umrah bagi umat muslim di bulan Ramadan lebih banyak di bandingkan pelaksanaan haji besar. Dengan jumlah jemaah yang lebih banyak dan suhu udara yang panas, pelaksanaan rukun-rukun umrah yang dilaksanakan dari tawaf, sya’i dan tahallul lebih ringan dari pada umrah biasa.

“Di sana (Tanah Suci) saya menangis bukan sedih, tetapi karena bahagia. Bahagia karena nikmat yang diberikan Allah yang bisa hidup di dunia dan menikmati segala anugerahnya. Itu merupakan bentuk syukur saya dan keluarga,” beber pria kelahiran Surabaya ini.

Untuk kegiatan Polri pada Ramadan, tambah Heri, fokus dalam memberikan pelayanan ke daerah-daerah. Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menindaklanjuti seluruh kegiatan dan permasalahan yang dilakukan Polres dan jajarannya.

“Polres yang menyampaikan kekurangannya ke Pamatwil akan dibenahi dan terus diperhatikan dalam bentuk operasional. Semua sesuai dengan program jelang Idul Fitri 1432 H yang dilakukan secara langsung dan tak langsung dengan kegiatan berbentuk fisik, pengamanan, pengawalan dan pengaturan,” ucapnya.

Dengan begitu Polri yang mempunyai ‘Program Reformasi Birokrasi Polri’ sudah melaksanakan program tersebut dengan bertahap. Tahap I penciptaan kepercayaan kepada Polri, Tahap ke II penciptaan kemitraan dan tahap ke III pelayanan prima.

“Tahap tersebut agar dipercaya masyarakat dengan memberikan keteladanan yang baik dan mampu memberikan solusi. Kedua, agar mitra terjalin harus mengatahui apa yang ingin dicapai masyarakat dan ketiga penciptaan pelayanan prima di dalam kehidupan sehari-hari jangan mempersulit permasalahan,” bebernya seraya menambahkan kalau kerukunan antara Polri dan masyarakat tak bisa dipisahkan karena saling membutuhkan.(*)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *