Ratusan Pedagang Asongan Demo di Stasiun KA Perbaungan

Sumatera Utara

Perjalanan KA Lumpuh Total

SERGAI- Ratusan pedagang asongan dari tiga Kabupaten Kota (Serdang Bedagai, Deli Serdang dan Tebing Tinggi), memblokir jalur perjalanan KA di Stasiun KA masing-masing, Rabu (1/2).


Di Serdang Bedagai, massa mulai melakukan aksi sejak pukul 08.00 WIB, dengan membawa berbagai poster. Aksi para pedagang ini, disebabkan karena pihak KA melarang para pedagang berjualan di atas KA ekonomi.

Akibat aksi pedagang asongan tersebut, lalu lintas KA lumpuh total. Apalagi masa sempat menghentikan laju KA Penumpang  U14 Putra Deli ekonomi, jurusan Medan-Tanjung Balai dan menyebabkan Asisten Masinis mengalami luka.

Tak ingin kerugian makin banyak ditimbulkan, pihak PT KAI Divre I Sumut/NAD menunda seluruh perjalanan KA.
Pembina Pedagang Asongan Masa Khairul (Lolom) didampingi Penasehat Pedagang Asongan  M Yamin Nasution, dan Wakil Ketua Pedagang Hery, kepada Sumut Pos  mengatakan,  aksi yang dilakukan pedagang asongan karena mereka menolak keputusan manejemen Kepala Divre PT KAI yang membatasi mereka berjualan di atas KA.

“Data dari PT KAI Sumut, jumlah pedagang asongan berjumlah 702 orang dari 8 wilayah lintasan kereta api, selanjutnya pihak PT KAI mengeluarkan 18 syarat dan ketentuan bagi pedagang asongan yang akan berjualan di dalam kereta api dan tiga poin sanksi terhadap pelanggaran, serta lima syarat tarif khusus bagi pedagang asongan,” jelas Lolom.

Dari 17 syarat berjualan, lanjut Lolom, tiga sanki dan lima tarif khusus tersebut dipatuhi oleh pihak pedagang asongan, namun satu syarat yang diajukan pedagang yaitu, penambahan jumlah pedagang dari 30 orang yang bolehkan berjualan di atas KA. Tapi, permintaan penambahan jumlah pedagang ini, ditolak pihak PT KAI.

Menurut  Lolom, terjadinya aksi pelemparan dipicu ulah Kepala Polsuska PT KAI Medan diketahui bernama Bayu, yang saat itu berdiri diposisi Masinis KA Penumpang  U14 Putra Deli jurusan Medan-Tanjung Balai yang terkesan mengejek ratusan pedagang asongan yang berkumpul di stasiun, sembari mengambil foto melalui kameranya kearah pedagang.

“Melihat itu, ratusan pedagang yang merasa kecewa, spontanitas melakukan pelemparan kearah KA, padahal jika Bayu tidak berlaku seperti itu, dipastikan aksi pelemparan tidak terjadi. Kami akan terus bertahan di stasiun hingga tuntutan kami dikabulkan,” ungkap Lolom dan M Yamin Nasution.
Guna mengantisipasi bentrok fisik, puluhan personel  Polres Serdang Bedagai dan Polsek Perbaungan dipimpin Waka Polres Kompol Zahri, langsung mengamankan para pengunjuk rasa, sehingga KA kembali melanjutkan perjalanan ke arah Tebing Tinggi.

Sementara di Lubuk Pakam, Deli Serdang, ratusan pedagang asongan lumpuhkan perjalan KA yang melintas dari stasiun Lubuk Pakam. Diperkirakan sekitar 400 pedagang asongan di stasiun Perbaungan demontrasi karena tidak diperbolehkan berjualan di dalam gerbong KA tanpa membeli tiket.
Di stasiun Lubuk Pakam, ada lima unit KA dari arah Medan yang balik arah. KA pertama yang balik arah, KA Sri Bilah tujuan Medan-Rantauprapat terpaksa dihentikan di stasiun KA Lubuk Pakam. Kemudian, sebalinya KA jurusan Pematangsiantar-Medan kosong tanpa penumpang saat tiba di Lubuk Pakam.

Penudaan perjalan KA itu, karena situasi di stasiun KA Perbaungan dalam kondisi rawan, karena diblokir massa. Akibatnya, rel tidak bisa dilintasi karena pedagang asongan bertahan di satasiun Perbaungan.

Selain menghentikan KA Sri Bilah jurusan Medan-Rantauprapat, KA dengan nomor gerbong K3=07807 dari Pematangsiantar-Medan tiba di stasiun Lubukpakam tanpa penumpang. Buntutnya, sekira pukul 13.30 WIB, penumpang KA Sri Bilah dikembalikan ke stasiun KA Medan dan manajemen mengembalikan ongkos senilai Rp24 juta ke penumpang.

Hal serupa juga terjadi di Tebing Tinggi, perjalanan KA baik Rantau Parapat- Medan dan sebaliknya, terganggu akibat aksi massa di terminal keberangkatan Sei Rampah.

“Kereta Siantar Ekpres dan Putri Deli tertahan di Stasiun Sei Rampah, terkait unjuk rasa yang dilakukan di terminal KA Perbaungan, dan terminal keberangkatan KA Cabang Tebing Tinggi,” jelas Kepala Stasiun KA Cabang Tebing Tinggi, PA Siregar.
Sementara itu, pihak PT KAI Sumut akan tetap menertibkan pedagang di stasiun  keberangkatan.

“Penertiban ini akan tetap kita lakukan terhadap para pedagang asongan yang berjualan didalam kereta api. Ini tetap kita lakukan agar penumpang yang berada didalam kereta api bisa tertib dan peraturan itu benar-benar berjalan,” kata Humas PT KAI Sumut, Hasri, Rabu (1/2) siang. (mag-16/btr/mag-3/jon)secara persuasif. (mag-16/btr/mag-3)

Boleh Jualan Seminggu

Setelah melakukan unjukrasa, massa akhirnya berinisiatif mendatangi DPRD Tebing Tinggi. Bersama empat anggota DPRD Tebing Tinggi, Syamsul Bahri, Murli Purba, Mahyan Zuhri dan Edy Kening, massa mendatangi pihak KAI Cabang Tebing Tinggi melakukan musyawarah permasalahan kasus pelarangan pedagang berjualan diatas gerbong KA.

Dalam musyawarah itu, terjadi adu argumen antara pihak PT KAI dengan anggota perwakilan rakyat daerah Tebing Tinggi. Meski tegang urat, akhirnya pihak PT KAI Cabang Tebing Tinggi memberikan izin kepada pedagang asongan untuk berjualan di atas gerbong kereta api kelas ekonomi selama seminggu, sembari menunggu keputusan pasti dari PT KAI Sumut.

“Ini masyarakat Kota Tebing Tinggi, hendaknya kalian pimpinan di Cabang bisa memberikan kebijakan sendiri terhadap pedagang, untung saja warga tidak bertindak anarkis yang bisa merugikan pihak KAI,” kata Samsyul Bahri dari Fraksi Bersatu.

Terpisah, Ketua Fraksi PAN DPRD Sergai, H Syahlan Siregar ST mengakui, aksi ratusan pedagang asongan ini, merupakan bentuk kearoganan Kepala Divre PT KAI Sumut, sehingga patut dievaluasi kinerjanya.

Sementara Petugas Medis PT KAI Sumut Yudi Murtanto mengatakan, telah mendapat laporan kalau Asisten Masinis KA mengalami luka, namun secara pasti belum mengetahui nama dan kondisi korban.

Pabin Polsuska PT KAI Divre I Sumut, Kompol M Purba, ketika dikonfirmasi Sumut Pos menuturkan, akibat aksi ratusan pedagang asongan, seluruh jadwal keberangkatan dan kedatangan ditunda hingga kondisi kondusif sembari menunggu solusinya dari pihak bersangkutan. (mag-3/mag-16)
“Sangat disayangkan, padahal negosiasi guna mencari solusi antara pedagang asongan dengan PT KAI Sumut sudah berlangsung dua bulan, namun para pedagang tidak sabar,” terangnya. (mag-3/mag-16)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *