Realisasi Vaksinasi Pelajar di Medan Jauh dari Target, Dari 105 Ribu Siswa, Masih 4 Ribu Divaksin

Metropolis Pendidikan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – REALISASI vaksinasi Covid-19 untuk pelajar di Kota Medan masih sangat rendah. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Medan, dari 105 ribu pelajar berusia 12 hingga 17 tahun, masih 4 ribu pelajar atau 3,8 persen yang sudah divaksin.

BERBINCANG: Wali Kota Medan Bobby Nasution berbincang dengan seorang pelajar di SMP Negeri 23 Medan yang akan divaksin, Kamis (16/9).

Karenanya, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution menginstruksikan agar vaksinasi pelajar ini digenjot agar pembelajaran tatap muka (PTM) dapat dilaksanakan ketika PPKM di Kota Medan sudah turun level.


“Ada sebanyak 105 ribu pelajar yang harus divaksin, tapi baru 4 ribu yang sudah divaksin. Vaksinasi untuk anak-anak kita ini harus dimasifkan, karena mudah-mudahan kita berdoa, kita upayakan Medan bisa turun level. Supaya, kalau turun level bisa sekolah tatap muka,” kata Bobby saat meninjau vaksinasi pelajar di SMP Negeri 23 Jalan Swadaya, Medan Denai, Kamis (16/9).

Dikatakan Bobby, untuk melaksanakan PTM di Kota Medan, capaian vaksinasi menjadi salah satu poin penting dalam rangka melindungi kesehatan pelajar di Kota Medan. “Sebelum ini juga sudah kita lakukan persiapan tatap muka. Kita lihat fasilitasnya sudah memadai. Hanya saja tidak cukup dari fasilitas, namun keterlindungan diri anak-anak kita juga harus kita pastikan melalui kegiatan vaksinasi,” ujarnya.

Menurut Bobby, saat ini ancaman yang dihadapi para pelajar dalam mengikuti pembelajaran tatap muka, tidak hanya ada di dalam lingkungan sekolah, tapi juga ketika mereka berada di luar sekolah. “Karena Covid-19 bukan hanya kita takutkan di sekolahnya, tetapi saat keluar gerbang sekolah yang lebih berbahaya, karena sudah lepas tanggungjawab dari gurunya. Misalnya di angkot, nongkrong-nongkrong di luar sekolah. Nah, ini harus bisa kita pastikan melalui vaksinasi yang bisa menjaga diri mereka dari Covid-19,” katanya.

Saat ini, terang Bobby, stok vaksin di Kota Medan tinggal 80.000 dari 103 ribu dosis yang ada. Sebab dalam dua hari terakhir, sebanyak 20.000 dosis sudah terpakai, baik untuk vaksinasi pelajar, maupun yang tersebar di Puskesmas dan juga rumah tahanan (Rutan). Sedangkan kemarin, ada 3.000 vaksin yang disuntikkan untuk pelajar di tiga titik sekolah, yakni SMP Negeri 23, SMP Negeri 1, dan SMP Negeri 38 Medan.

“Ini terus kita suntikkan lagi, hari ini saja anak-anak kita yang kita suntikkan ada 3.000 orang di tiga sekolah. Ini terus kita masifkan di beberapa titik selain di sekolah, di rutan juga ada kita salurkan, di rutan itu ada 1000an yang kita suntikkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah, mengaku mendorong proses vaksinasi Covid-19 di Kota Medan. Pasalnya, vaksinasi Covid-19 kepada pelajar merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam menekan angka penyebaran Covid-19 saat PTM diberlakukan.

Namun begitu, Afif mengaku sangat menyayangkan sikap Disdik Kota Medan yang tidak mempersiapkan formulasi dan teknis untuk digelarnya PTM di Kota Medan seperti halnya yang pernah disampaikan Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman. Afif mengaku, pihaknya di Komisi II sudah berulang kali mengingatkan Dinas Pendidikan Kota Medan agar menyiapkan formulasi tepat dalam menghadapi PTM yang tinggal menunggu waktu. Namun permintaan tersebut sampai dengan hari ini belum juga dituangkan Dinas Pendidikan ke dalam sebuah rumusan yang dapat menjadi acuan sekolah-sekolah dalam melaksanakan PTM.

“Sebelum PPKM diberlakukan, kita sudah mendorong Dinas Pendidikan mempersiapkan formulasinya, baik berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan maupun mempersiapkan sarana dan prasarananya. Jangan sampai PTM sudah diperbolehkan, malah Dinas Pendidikan yang belum siap,” kata Afif.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kota Medan ini menyebutkan, Kota Medan sudah layak turun status dari level 4 ke 3 jika diukur dari jumlah masyarakat yang terkonfirmasi positif, kesembuhan, dan meninggal akibat Covid. Pun begitu, Afif mengingatkan Dinas Pendidikan Kota Medan agar tidak terlena dengan perkembangan penyebaran Virus Corona yang mulai melambat dan segera mempersiapkan segala sesuatunya sampai dengan benar-benar ada lampu ijo untuk pelaksanaan PTM. “Harusnya kita sudah buat persiapan sebelum dibuka (PTM), sehingga ketika benar-benar sudah boleh dibuka, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita minta untuk dilaksanakan PTM,” katanya.

Disebutkan Afif, Dinas Pendidikan Medan jangan hanya menunggu regulasi dari Kementerian Pendidikan menyangkut PTM, harus dilihat dulu persiapan sarana dan prasarananya di sekolah-sekolah. Katanya, contoh pelaksanaan PTM tidak cukup di satu sekolah saja yang menjadi barometernya. Akan tetapi, harus ada di setiap kecamatan dan jika berhasil harus langsung diterapkan untuk semua kecamatan.

“Ini harus cepat dilaksanakan. Kalaupun Kota Medan sudah turun di Level 3, masyarakat sudah banyak yang mengeluhkan kondisi belajar secara online dan efek domino lainnnya yang ditimbulkan,” sebutnya.

Tidak hanya mendorong Disdik Medan membuat formulasi tentang bagaimana pelaksanaan PTM, Komisi II DPRD Medan pun sudah menyarankan dinas terkait agar mempersiapkan langkah antisipatif jika terjadi hal terburuk menimpa siswa di sekolah. Ia pun mencontohkan, setiap sekolah harus menyediakan tabung oksigen di Unit Kesehatan Sekolah (UKS), petugas hingga rumah sakit rujukan yang terdekat dengan sekolah itu sendiri.

Di satu sisi, lanjut Afif, Pemko Medan harus melindungi siswa. Di sisi lain, masyarakat sudah tidak sabar dengan sistem belajar daring. Untuk itu, Pemko Medan diminta untuk melihat dari dua sisi.

“Kalau memang masyarakat ingin melaksakan PTM seperti yang dilakukan beberapa sekolah tanpa izin Disdik Medan pada saat ini, itu sebenarnya tanda masyarakat ingin PTM itu dibuka. Jadi yang kita lakukan adalah, bagaimana agar PTM dijalankan secepat-cepatnya dan petunjuk pelaksanaan ataupun sarana dan prasarananya itu siap. Tidak bisa ditunda lagi masalah ini,” pungkasnya. (map)

loading...