Ribuan Buruh di Sumut Terancam Menganggur Karena Krisis Gas

Metropolis

New ImageMEDAN – Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho, ST, MSi mendesak agar  distribusi gas dari Sumur Benggala diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan sector industri. Dengan kapasitas produksi sebesar  4,5 million metric cubic feet per day (Mmscfd), sumur yang mulai produksi September nanti akan memperpanjang nafas industry Sumatera Utara yang kembang kempis akibat kekurangan gas.

Prioritas distribusi gas Benggala untuk sector industry ini ditekankan oleh Gubsu saat bertemu dengan Dewan Energi Nasional (DEN) , di Gubernuran,Jl Sudirman, Medan, Jumat (30/8). Pertemuan ini dihadiri 4 anggota yakni Ir Agusman Effendi, Dr. Ir. Tumiran, M.Eng, Prof Mukhtasor, dan Dr. Ir. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc.


“Persoalan gas di Sumatera Utara ini sudah sangat krusial. Jadi saya mohon agar gas Sumur Benggala 1 bisa diprioritaskan untuk memasok kebutuhan energy bagi sector industri,” kata Gatot Pujo Nugroho kepada Dewan Energi Nasional dan Staf Ahli Kementerian ESDM Ronggo Kuncahyo.

Gubernur menggambarkan, krisis gas saat ini sudah mengancam kelangsungan industry di Sumatera Utara. Hingga akhir Juli silam dilaporkan setidaknya 5 perusahaan sudah hamper gulung tikar yang mengakibatkan ribuan buruh bakal jadi pengangguran.

“Dampak sosialnya akan sangat massif. Karenanya meski ada peraturan yang menempatkan sector industry hanya di prioritas ketiga dalam hal distribusi gas, namun saya mohon dengan sangat agar untuk kondisi Sumatera Utara sector industry jadi prioritas utama untuk distribusi gas Sumur Benggala 1. Mengingat ribuan buruh dan keluarganya terancam kelangsungan hidupnya,” tegas Gubsu.

Pendapat Gubsu dibenarkan, General Manager SBU Distribusi III PT PGN, Mugiono. Menurutnya Serikat Buruh pernah melaporkan kepada mereka terkait dampak krisis gas di Sumut  yang telah membuat 2 pabrik tutup dan sedikitnya 5.000 buruh jadi pengangguran.

Mugiono menambahkan PT PGN Sumut selama ini mendapat pasokan gas dari PT Pertamina EP dan  PT Pertiwi Nusantara Resources (PNR). Masing-masing sebesar 7 Mmscfd dan 10 Mmscfd, namun sejak awal Juli 2013 pasokan PT PNR terhenti sehingga memperparah krisis gas untuk industri di Sumut.

Kebutuhan gas industry di Sumut paling tinggi adalah 22 Mmcfd dan kebutuhan rata-rata sekitar 18 Mmscfd. Namun yang terpenuhi oleh PT PGN hanya 7 Mmscfd. Dengan beroperasinya Sumur Benggala 1 maka akan ada tambahan 4,5 Mmscfd sehingga pasokan akan mencapai 11,5 Mmscfd.

“Meski belum ideal, setidaknya jika gas Benggala 1 didistribusikan dengan prioritas industry tentu akan sedikit mengurangi beban kita,” kata Mugiono.

Kepada Dewan Energi dan Staf Ahli Menteri ESDM, Gubsu juga menyatakan  prioritas gas Sumur Benggala 1 masih terganjal Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2010. Menurut aturan ini, gas oleh pemerintah diprioritaskan untuk dua sektor yakni produksi minyak (lifting oil) dan pengolahan pupuk. Selanjutnya prioritas distribusi gas adalah mesin pembangkit PLN, baru menyusul sektor industri, sector komersial, dan rumah tangga.

“Namun untuk Sumatera Utara yang dunia industrinya sudah megap-megap, saya mohon prioritas utama itu diubah. Sektor industry sebaiknya diutamakan. Banyak industry kita yang nyaris tutup sekarang ini,” kata Gubsu yang mengaku sudah dua kali membuat surat permohonan soal prioritas gas untuk industry ini ke pemerintah pusat.

Atas masukan Gubsu dan PT Pertamina PT PGN ini, Dewan Energi Nasional dan Staf Ahli Menteri ESDM berjanji akan segera mencarikan solusi.

“ Setahu saya, prioritas distribusi gas itu bisa diubah terutama untuk kondisi-kondisi kritis dan krusial seperti yang dihadapi Sumatera Utara saat ini. Saya akan kawal surat permohonan Gubernur Sumatera Utara itu agar secepatnya ditindaklanjuti Pak Menteri,” kata Staf Ahli Menteri ESDM Ronggo Kuncahyo.

Dukungan serupa juga diungkapkan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Herman Darnel. Menurutnya, pemerintah pusat tidak bisa kaku dalam menerapkan aturan. “Kondisi di Sumatera Utara ini sudah sangat mendesak. Saya juga menerima laporan krisis gas ini, dan saya akan berusaha agar sector industry yang padat karya itu bisa segera memperoleh pasokan gas lagi,” tegasnya.(kl)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *