Rivalitas Bertajuk Microsoft Santiago Bernabeu

Penalty

Oleh: Syaifullah

Rivalitas tanpa batas adalah kalimat kunci Real Madrid versus Barcelona. Soal performa, pemain bintang, pelatih top, dan lain-lain adalah hal yang kerap menghiasi pemberitaan di seluruh dunia. Soal stadion? Diam-diam Florentino Perez tak bisa tidur ketika tahu Barca bakal merenovasi Camp Nou.


YOI bro, Perez yang presiden Real Madrid itu tak sudi disaingi oleh Barca dalam segala hal. Makanya ketika tahu Camp Nou akan diperluas, Perez langsung inisiatif melobi direksi klub dan fans untuk merestui niatnya memperlebar stadion yang diperkenalkan untuk umum pada 1950 itu. Gak jauh beda dengan Stadion Teladan Medan yang berdiri pada tahun yang sama. Namun soal kondisi, haram membandingkannya. Bagai langit dan dasar bumi. Hehehe.

Soal Camp Nou yang akan direnovasi, kabar itu sudah lama diapungkan. Status sebagai stadion terbesar di Eropa tak cukup membuat pihak Barca puas. Presiden Barca saat itu, Sandro Rossel yang baru mundur akibat masalah kontrak Neymar, bahkan sudah meloni Wali Kota Barcelona, Xavier Trias.

Belum diketaui kapan pastinya renovasi Camp Nou akan digeber. Namun kabar terkini hal itu masih cukup lama. Ada yang bilang pengerjaan baru akan dimulai pada 2021.

Nah, seolah ingin mendahului, Perez menarget pengerjaan renovasi Bernabeu harus kelar setidaknya pada 2017. Maka itu dari para perusahaan yang ikut tender, Perez akhirnya memilih desain Volkwin Marg, pemilik GMP Architekten -perusahaan asal Jerman yang bertanggung jawab dalam renovasi stadion ini. “Kami bertujuan untuk mengubah Bernabeu menjadi stadion paling maju dan paling berkembang di abad ke-21 ini.” Begitu kata Marg dilansir Football Espana.

Pengerjaan akan dimulai pada musim panas 2014, berarti sekitar Bulan Juni. Kata Perez, Bernabeu akan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 105 ribu tempat duduk dari sebelumnya  85.454 kursi.

Berapa dana yang dikeluarkan? 400 juta Euro! Atau kalau dirupiahkan kurang lebih sekitar Rp6,6 triliun! Wow. Siapa pendananya? Sakingkan besarnya nama Santiago Bernabeu, setidaknya dua perusahaan kakap siap berebut menjadi pendana. Syaratnya nama perusahaan tersebut nempel di sebelum nama Santiago Bernabeu. Dan yang memenangi tender adalah Microsoft. Perusahaan milik Bill Gates itu sukses mengalahkan proposal yang diajukan Coca Cola.

Tidak sepenuhnya Microsoft akan mendanani, namun kubu Madrid berharap setidaknya setengah dari total dana mampu ditalangi.

Keputusan Madrid memilih Microsoft tentu mengecewakan Coca Cola. Pasalnya, Coca Cola sebenarnya sudah menjalin kerja sama yang lama dengan Los Blancos. Coca Cola bahkan dikabarkan siap membayar Rp1,3 triliun per tahun untuk bisa menjadi nama stadion.

Adapun sisi bisnis dari penambahan kursi ini, Madrid mengestimasi bakal meningkatkan pendapatan Rp826 miliar per tahun hanya dari penjualan tiket.

“Tantangan baru telah tiba. Kami ingin membuat Santiago Bernabeu sebagai stadion terbaik di dunia. Komitmen kami adalah melanjutkan warisan klub ini dan mampu semakin memperkuat ekonomi kami. Jadi kami bisa meningkatkan iklim kompetisi. Kami yakin melalui proyek ini, citra, merek, dan kota juga akan terangkat,” beber Perez optimis.

So, di tengah ambisi membangun altar mewah bernama Microsoft Santiago Bernabeu ini, kabar dari Brasil yang bakal menggelar Piala Dunia 2014 masih kerap memunculkan kritikan. Utamanya masalah pembanguan stadion yang molor bahkan sempat memakan korban jiwa pada pelaksanaan pembangunan. Tapi jangan pernah khawatir, negara sekaliber Brasil bisa diandalkan. Stadion perlu bagi masyarakat Brasil, sebab sepak bola adalah agama kedua di sana. (*)

 

 

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *