India Blokir Siaran Wawancara dengan Terpidana Mati Pemerkosaan

SUMUTPOS.CO- Polisi di India melakukan perintah pengadilan untuk memblokir acara siaran yang berisi wawancara dengan salah seorang terpidana mati kasus pemerkosaan di Delhi. Pengadilan Delhi juga memerintahkan untuk mencegah beredarnya publikasi wawancara, yang telah memicu kemarahan banyak orang di India. Hal ini muncul setelah pemerintah menuntut penjelasan dari para pejabat lembaga pemasyarakatan tentang bagaimana pembuat […]

Continue Reading

Memiliki Daging Sapi Bisa Dihukum Lima Tahun di India

SUMUTPOS.CO – Aliansi partai-partai nasionalis Hindu yang berkuasa di negara bagian Maharashtra, di India barat, memberlakukan aturan yang sangat ketat tentang larangan daging sapi. Berdasarkan peraturan ini, siapa pun yang memiliki daging sapi bisa dihukum lima tahun penjara. Sanksi berat tersebut bisa diterapkan setelah pemerintah negara bagian menghidupkan kembali undang-undang yang disahkan 19 tahun silam, […]

Continue Reading

Pakai Email Pribadi, Hillary Clinton Mungkin Melanggar Aturan

SUMUTPOS.CO – Penggunaan email pribadi oleh Hillary Clinton saat melakukan tugas sebagai menteri luar negeri Amerika Serikat sedang dikaji karena kemungkinan melanggar peraturan. Dari tahun 2009 hingga 2013, Clinton tidak memiliki email resmi pemerintah, seperti disampaikan Departemen Luar Negeri AS kepada koran The New York Times. Undang-undang Pencatatan Federal mengharuskan email-email disimpan karena korespondensi pejabat […]

Continue Reading

Korban Paedofil Oxfordshire Capai 373 Anak

SUMUTPOS.CO – Sampai sebanyak 373 anak-anak kemungkinan menjadi korban seksual kelompok pria di Oxfordshire, Inggris selatan, dalam 16 tahun terakhir, demikian hasil pengkajian ulang kasus. Penyelidikan dilakukan setelah tujuh pria anggota kelompok seks sadis dipenjara pada tahun 2013 karena menyerang enam anak perempuan di Oxford pada tahun 2004 dan 2012. Polisi Thames Valley dan Oxfordshire […]

Continue Reading

ISIS Ancam Bunuh KaryawanTwitter

SUMUTPOS.CO- Karyawan dan pendiri Twitter, Jack Dorsey, mendapat ancaman pembunuhan dari orang yang mengaku sebagai pendukung kelompok teroris Negara Islam atau ISIS. Dalam pesan online, jihadis di seluruh dunia menyerukan serangan dan pembunuhan terhadap staf Twitter atas upaya perusahaan itu memblokir dan melarang pesan-pesan ISIS. Meski tidak mungkin mengidentifikasi siapa yang menulis pesan itu, Twitter […]

Continue Reading