Sabu 2 Kg Dimusnahkan

Sumatera Utara
Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Pol Budi Waseso  meninggalkan Gedung Bareskrim, Jakarta, Selasa (2/9/2015). Buwas membantah dirinya dicopot dari jabatannya. Ia justru mempertanyakan sumber informasi pencopotan dirinya itu. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Pol Budi Waseso

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO  – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Budi Waseso memusnahkan sabu seberat 2 Kg dan 6 Kg daun ganja kering pada acara pelantikan Satgas Pemberantasan, Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran (P4GN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Lubuk Pakam, Selasa (20/12).

Barang bukti  tersebut dibakar di mesin insenerator dengan panas 1200 derajat celcius. Selain acara pemusnaan barang bukti narkotika. BNN menyerahkan mobil dites narkoba sebanyak 11 unit kepada beberapa kota dan kabupate.


Budi Waseso menegaskan tembak mati bagi bandar, pengedar, dan pelaku bisnis narkoba maupun pengguna. “Termasuk jika ada pengkhianat di dalam tubuh BNN. Percuma senjata yang saya beli untuk memerangi narkoba jika tidak digunakan. Senjatanya melebihi dari senjata biasanya. Tapi jika pelaku melakukan perlawanan saat diamankan dan melukai petugas,” tegasnya.

Maka dari itu, kata Budi Waseso, sebagai Kepala BNN RI harus mengikuti apa yang diinginkan bandar narkoba. “Jadi kalau bandar narkoba itu gila jadi kita harus gila dalam menghadapi peredaran narkoba yang gila ini,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk ke depannya memang semua lini maupun instansi dan masyarakat harus saling bersinergi. “Untuk TNI saya rasa dengan kata perang sudah dapat dimaknai mari kita sama-sama membersihkan narkoba ini demi generasi bangsa. Jadi jika TNI ingin terlibat langsung ada data pengedar dan peredaran narkoba yang dimiliki BNN dan Polri,” ujarnya.

Kepala BNNP Sumut Brigjend Pol Andi Loedianto mengatakan Deliserdang memang merupakan daerah rawan peredaran narkoba. Sehingga berdasarkan data yang diperoleh, sudah menjadi transaksi bisnis  “Di Sumut sudah ada sekarang yang mentransfer ke Bali. Justru itu kita membentuk satgas di sejumlah titik yang dianggap rawan dan strategis,” terangnya.

Berdasarkan data yang diperoleh BNN Propinsi Sumut ada 20 persen yang sudah diungkap, dan 80 persen masih beredar di Sumut. “Ada juga temuan 50.000 butir pil ekstasi permen berbentuk boneka dan berwarna. Ini yang perlu diwaspadai di Sumut,” kata Andi Loedianto.

Dia juga mengakui peredaran narkoba di Sumut meningkat setiap tahunnya, apalagi menjelang libur tahun baru. “Jadi diharapkan juga program pembentukan dan pelantikan satgas P4GN ini dapat melibatkan instansi terkait untuk mencegah dan membersihkan narkoba,” tuturnya.

Ditekankannya, dengan adanya permasalahan dan persoalan itu makanya dapat dibentuk satgas. “Satgas ini diketuai Kepala BNNP Sumut sedangkan Gubernur sebagai Pembina satgas. Sehingga setiap instansi ataupun Pemkab/Pemko dapat mencegah dan membersihkan peredaran narkoba di wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

Bupati Deliserdang Ashari Tambunan mengatakan peredaran narkoba di Kabupaten Deliserdang memang masih perlu diawasi dan dicegah. “Atas nama Kabupaten Deliserdang saya bangga dengan kehadiran Bapak Budi Waseso, agar dapat menjadi motovasi bagi kami untuk dapat memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Karena memang peredaran narkoba di Deliserdang ini masih rawan dan perlu penanganan yang serius. Makanya dengan kedatangan bapak Kepala BNN ini saya harapkan bisa bersama-sama membersihkan Kabupaten ini dari peredaran narkoba,” tukasnya. (btr/ali)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *