Salurkan Ide dan Aspirasi Anggota

Komunitas

Blue Motion Indonesia (BMI)

Peran generasi muda dalam perjalanan satu bangsa disadari betul oleh beberapa remaja Kota Medan yang siap diwujudkan melalui satu komunitas yang disebut Blue Motion Indonesia.


Berawal dari satu pertemuan yang diprakarsai oleh Chris Andriaz Panggabean akhir Desember 2010 lalu, Blue Motion Indonesia (BMI) pun hadir sebagai wadah penyaluran ide serta aspirasi begitu juga potensi dan inspirasi kawula muda Kota Medan. Semua itu nantinya akan digunakan untuk kemajuan kemajuan daerah khususnya Kota Medan dan Indonesia pada umumnya.

Namun terlebih dari itu, BMI pun diharapkan menjadi ajang pembelajaran bagi remaja Kota Medan untuk menciptakan peluang bisnis sehingga menghasilkan income untuk kemandiriannya. “Dengan kemandirian itu tadi secara tidak langsung kita juga membangun ekonomi yang berwawasan lingkungan serta membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat. Apa yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tuntutan perkembangan ini,” ucap Chris kepada Sumut Pos, Minggu (1/5).

Hal itu pun langsung dibuktikan dengan beberapa kegiatan yang sudah siap untuk dilaksanakan. Salah satunya “Pelatihan dan Pengenalan Produksi Sablon untuk Industri Kreatif” di Universitas Pembangunan Panca Budi Jalan Gatot Subroto Medan, Senin (2/5) dan di Yayasan Jami’yatul Washliyah Jalan Ismailiyah No.82 Medan, Selasa (3/5) lalu. Kegiatan itu sendiri digelar sehubungan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Dari kegiatan tersebut diharapkan mahasiswa sebagai agen perubahan kembali memiliki jiwa enterpreneur yang hilang. Begitu juga dengan anak-anak di panti asuhan untuk tetap memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik. Sablon sendiri merupakan jenis usaha yang tepat mengingat minimnya modal dan besarnya keuntungan yang bisa didapat bila dikelola dengan baik.

Tidak berhenti di situ, beberapa kegiatan di bidang sosial sudah dipersiapkan. Seperti pembagian bibit gratis di daerah sunggal dan pembagian kaos gratis untuk anak-anak jalanan di Kota Medan. “Masyarakat di daerah Sunggal kan masih hidup dari hasil pertanian. Tapi karena kurangnya pemahaman yang dilakukan membuat para petani tadi sulit mendapat hasil yang maksimal. Jadi di situ kita akan membagi pengetahuan dan bibit gratis,” ucap Sekretaris Jenderal BMI Aslam Asyura.
Dengan semangat solidaritas untuk memberikan kontribusi positif di tengah-tengah masyarakat, kehadiran BMI ini pun disambut antusias masyarakat. Saat ini BMI sudah mencatat 25 anggota yang datang dari berbagai latar belakang sosial. Remaja, mahasiswa, pengusaha, karyawan, hingga kalangan akademisi turut mewarnai keanggotaan komunitas ini.
“Yang penting bagi kita solidaritas di antara kelompok, kreatif untuk sesuatu yang bermanfaat, dan keinginan yang kuat untuk mandiri,”  tegas Aslam.(jul)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *