Satu Lagi Perampok Bank Muamalat Ditangkap

Hukum & Kriminal
Foto: GATHA GINTING/PM Kapolresta Medan, Kombes Pol Nico Afinta Karo-karo (kiri) bersama Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram (kanan) memaparkan tiga orang pelaku dan barang bukti perampokan Bank Muamalat di Polresta Medan, Rabu (27/8).
Foto: GATHA GINTING/PM
Kapolresta Medan, Kombes Pol Nico Afinta Karo-karo (kiri) bersama Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram (kanan) memaparkan tiga orang pelaku dan barang bukti perampokan Bank Muamalat di Polresta Medan, Rabu (27/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua tersangka pelaku perampok Bank Muamalat, Jl. Krakatau, Medan Timur akhirnya tertangkap. Setelah Zulham alias Efendi (bukan ditembak seperti diberitakan sebelumnya). Rabu (27/8) sore, giliran temannya, Adi Gunawan alias Wawan (32) yang ditangkap. Warga Jl. Jati, Pulo Brayan Medan itu ditangkap polisi di Tanjung Morawa, saat baru turun dari bus.

Penangkapan Wawan bermula dari jebakan yang dilakukan polisi. Saat itu, melalui Zulham petugas mengajak Wawan untuk bertemu dengan alasan ingin berfoya-foya menggunakan uang hasil rampokan. Wawan yang saat itu berada di Tanah Jawa, Kab. Simalungun langsung menuju Kota Medan menumpangi bus Intra, Rabu (27/8) sore. Nah, saat turun dari bus Wawan pun dicokok.


Wawan mengaku hanya mendapat Rp7 juta dari hasil rampokannya bersama Zulham. Uang tersebut sudah digunakan untuk biaya sekolah dan membeli pakaian anaknya yang berada di Tanah Jawa. Dari Wawan, petugas mengamankan uang Rp2,6 juta yang merupakan sisa jatah hasil rampokan.

“Aku cuma dikasih Rp7 juta, itu saja samaku. Siap itu aku langsung pergilah ke Tanah Jawa untuk nemui anakku, karena aku sudah 4 tahun pisah sama istri. Jadi uang itu ku pakai beli baju anak, jalan-jalan sama biaya sekolah, karena dia baru masuk sekolah,” kata pria yang sehari hari bekerja sebagai sopir truk itu.

Ditanya soal keterlibatannya dalam aksi perampokan tersebut, Wawan mengaku sudah membahasnya di salah satu warung bubur di sekitar komplek DPRD. Di situ, Zulham dan Wawan merencanakan secara matang seperti apa teknis perampokan bank tersebut. Dan benar saja, tak perlu berlama-lama keduanya langsung mempersiapkan perlengkapan dan menjalankan tugas masing-masing.

“Memang sudah kami bahas bang di warung bubur dekat komplek DPRD. Jadi di situ dibilang kalau berhasil bisa dapat besar, apalagi kata Zulham kalau dia sudah tahu situasi dan akan mudah untuk beraksi. Makanya aku ikut dia, waktu itu aku yang dibonceng,” katanya.

Disinggung soal dugaan keterlibatan orang dalam bank selain Zulham, bapak anak 1 ini mengatakan jika tidak ada kaitan dengan yang lainnya.

“Nggak ada bang, memang kami aja yang merencanakan berdua. Itu pun singkat kalinya, lagi pula aku cuma dapat Rp7 jutanya bang. Segitu aja samaku, dan sisanya sama dia. Kalau si satpam itu tak tahu, karena kata si Zulham dia penakut kalau di ancam gitu,” katanya seraya menjelaskan saat itu dia yang mengikat tangan sekuriti dan menyeret teller ke belakang bank.

Tak hanya Zulham dan Wawan, olresta Medan pun turut mengamankan Rizki Windari (27) yang merupakan istri dari Zulham lantaran keterlibatannya menerima uang Rp45 juta hasil rampokan. Polresta Medan pun kini mengamankan uang tunai Rp135.600.000, sepeda motor Honda Revo BL 2699 AAZ, Beat BK 3611 AEF, pistol mainan, tas ransel hitam, gulungan lakban, helm dan topi.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Nico Afinta Karokaro mengatakan aksi perampokan itu sidah direncanakan dan otak pelakunya Zulham. “Kita tetapkan 3 orang sebagai tersangka, 2 pelaku yang terlibat langsung dan 1 seorang wanita yang menerima uang hasil rampokan. Kita jerat Pasal 365 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara dan 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” katanya. (wel)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *