Satu Warung Saja Habiskan 300 hingga 500 Butir, Luar Biasa

Metropolis

Malam-malam, Gus Sambangi Warung TST di Jalan Halat

PENGALAMANNYA dalam dunia sosial ekonomi dan olahraga, membuat Gus Irawan Pasaribu tertarik untuk berjumpa masyarakat di tempat usaha. Sekali ini, Gus menyambagi warung TST (tes susu telur) dan warung kopi yang ada di Jalan Halat dan Jalan Puri, Rabu (29/8) malam.


KEBERSAMAAN: Gus Irawan salam bersama  masyarakat  kunjungannya  TST  Jalan Halat Medan, Rabu (29/8).//ANDRI GINTING/SUMUT POS
KEBERSAMAAN: Gus Irawan salam bersama dengan masyarakat dalam kunjungannya di TST di Jalan Halat Medan, Rabu (29/8).//ANDRI GINTING/SUMUT POS
Gus yang datang bersama rombongannya dari Gus Center, Sumut Sejahtera Bersatu (SSB) dan relawan, awalnya singgah di warung TST di Jalan Halat. Kehadiran Gus, tentu tidak disangka-sangka oleh penikmat TST yang mayoritas memang kalangan muda. “Memang jam segini ramainya Gus,” kata Ade, si pemilik warung TST, saat menyapa bakal calon Gubernur Sumut 2013 ini.

Tanpa menunggu, Gus langsung memesan TST, minuman khas asal Sumatera Barat, yang kini seakan menjadi minuman ‘wajib’ untuk sebagian besar orang Medan. Selain untuk memulihkan stamina, warung TST ini juga dijadikan tempat untuk berdiskusi dan silaturahim antara mereka.

“Suasana seperti ini sangat menyenangkan. Dari tempat seperti ini, dengan diskusi, bersilaturahim kita bisa membangun kekuatan yang dahsyat untuk membangun Sumut yang sejahtera,” kata Gus mengawali perbincangannya.

Konsep Sumut Sejahtera yang digagasnya, memang sangat terlihat dari usaha warung TST, yang jumlahnya ratusan tempat di Medan. Menurut pengakuan Ade misalnya, dalam satu malam, dia bisa menghabiskan 300 sampai 500 butir telur bebek yang diracik sebagai minuman TST. Apalagi saat Gus tahu, telur bebek itu dipasok dari peternakan lokal di Martubung dan Tanjungmorawa.

“Jumlah ini luar biasa, satu warung saja 300-500 butir. Saya rasa jumlah warung TST di Medan ini ada ratusan. Jadi peternakan telur di Sumut ini sangat baik,” ungkapnya.

Dia teringat salah satu industri perternakan yang dibinanya, saat menjabat sebagai Direktur Utama di PT Bank Sumut. Perternakan itu, menggunakan keong emas sebagai pakan bebek. Di satu sisi keong emas itu adalah hama bagi pertanian. “Artinya kalau permintaan telur semakin besar, maka pakan juga tinggi. Kalau pakan tinggi, hama di sawah bisa bermanfaat. Ini juga bisa jadi sumber penghasilan masyarakat untuk ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gus juga sempat berinteraksi dengan pengunjung warung TST, yang terlihat antusias saat menyapanya. “Kalau begini, saya harus sering ke warung TST, supaya muda terus. Karena banyak anak-anak muda di sini,” selorohnya.

Ade pun terlibat diskusi panjang dengan Gus. Saat Gus akan beranjak, Ade tanpa diminta langsung menyatakan dukungannya agar Gus bisa menjadi Gubsu 2013 – 2018. “Saya siap mendukung Gus. Pelanggan-pelanggan saya sepertinya juga senang Gus datang ke sini. Orang-orang muda memang butuh pemimpin yang muda dan enerjik seperti Gus. Jadi bisa sering bertemu masyarakat seperti kami,” bebernya.

Gus pun kemudian pindah ke warung TST Pak Haji di Jalan Puri. Warung ini merupakan salah satu warung TST paling tua di Kota Medan dan punya pelanggan fanatik. Di tempat ini Gus pun berdialog dengan para penikmat TST dan pemilik warung. Melihat pelanggan yang begitu ramai, Gus menyampaikan apresiasinya.

“Saya yakin, semua usaha yang dijalankan dengan sungguh-sungguh bisa maju, membuka lapangan kerja dan menghasilkan. Pemerintah harus mendorong usaha rakyat seperti ini untuk masyarakatnya, bukan hanya mendorong investasi untuk masuk ke sini,” pungkasnya. (rel/mea)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *