Sediakan Antigen & Vaksin Gratis di Check Point Nataru 2022 di Sumut

Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut kembali mengimbau agar masyarakat tidak bepergian pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Tujuannya supaya kasus Covid-19 tidak terjadi lonjakan lagi. “Ya, jika tidak mendesak lebih baik di rumah aja saat Nataru nanti,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Alfi Syahriza menjawab Sumut Pos, Senin (6/12).

Vaksinasi: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19, beberapa waktu lalu. Saat ini, capaian vaksinasi di Kota Medan nyaris 80 Persen.

Secara persiapan sesuai tugas pokok dan fungsi Dishub Sumut, kata Alfi, lebih menyesuaikan dengan program Dirlantas Polda Sumut selama Nataru berlangsung. “Dishub provinsi bersinergi penuh dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya dalam Nataru ini,” ujarnya.


Diakuinya, tidak ada penyekatan ruas jalan saat Nataru nanti. Hanya saja ada sejumlah ketentuan yang bakal diterapkan pada check point atau titik pemeriksaan. Dirlantas Polda Sumut, menurut dia, menjadi leading sector dalam operasional Nataru ini. “Seperti antigen dan peduli lindungi (aplikasi vaksin), itu mesti ditunjukkan pengendara di check point,” katanya.

Jika tidak mampu menunjukkan persyaratan dimaksud, Alfi menyebut, masyarakat bakal dites antigen dan vaksin di titik-titik pemeriksaan yang ada. “Hal itu tentu akan dilakukan pihak Dinas Kesehatan, sementara kami menyesuaikan personil pada titik-titik pemeriksaan yang dibangun Polda Sumut,” terangnya.

Masih Alfi, aturan main dalam Nataru 2022 telah pihaknya bahas bersama Polda Sumut baru-baru ini. Hasilnya antara lain, tidak ada penyekatan ruas lalulintas. Masyarakat juga wajib menunjukkan surat keterangan ihwal alasannya melakukan perjalanan. Minimal surat keterangan dari kepala lingkungan maupun lurah. Adapun untuk pegawai negeri sipil ataupun swasta, mesti ada keterangan dari pimpinan tempatnya bekerja. “Jika tidak tentu akan diputar balik oleh petugas,” katanya.

Ia menambahkan, pada prinsipnya ketentuan ini sekadar mengendalikan mobilitas masyarakat saja serta pengecekan bagi yang sudah vaksin atau belum. “Artinya tidak seketat tahun-tahun sebelumnya juga,” pungkasnya.

KNIA Mulai Ramai

Sementara, suasana di Kualanamu International Airport (KNIA) mulai ramai. Bahkan, jumlah penumpang tujuan Cengkareng, Jakarta, paling mendominasi jika dibandingkan Batam, Halim Perdana Kusuma, Banda Aceh, dan Gunungsitoli, Nias. “Benar, jumlah penumpang tujuan Cengkareng masih mendominasi,” kata Asisten Manager Humas PT Angkasa Pura II (Persero) Kualanamu Novita Maria Sari, kepada sejumlah wartawan, Senin (6/12).

Dijelaskannya, jumlah penumpang tersebut, sesuai data penumpang pada Minggu (5/12), yakni sebanyak 13.511 orang baik di Kedatangan dan Keberangkatan. “Dari data itu, rute Cengkareng, Jakarta mendominasi sebanyak 63 persen, sedangkan Batam 12 persen, Halim Perdana Kusuma 6 persen, Banda Aceh 5 persen dan Gunungsitoli, Nias 4 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, mulai meningkatnya arus penumpang, membuat pihak PT Angkasa Pura (AP) II Kualanamu selaku pengelola bandara terus berbenah. “Ini dalam rangka meningkatkan pelayanan, dan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19,” imbuh Novita yang kerap disapa Ovi.

Namun, lanjutnya, untuk penerbangan internasional, belum beroperasi di Bandara Kualanamu. “Untuk penerbangan internasional sampai menunggu arahan dan aturan Pemerintah lebih lanjut. Saat ini masih penerbangan domestik saja,” tukasnya. (prn/dwi)

loading...