Sekat Perlintasan Manual Dibuka, Pemko Pasang Pintu Perlintasan KA di Jalan Ayahanda

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah sekian lama tak bisa dilintasi kendaraan roda empat, pembatas atau sekat manual rel kereta api yang menjadi akses dari Jalan Ayahanda menuju Jalan Danau Singkarak, kini telah dibuka.

JELASKAN: Petugas lintasan palang kereta api (KA) menjelaskan kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution, di sela-sela peresmian pemasangan pintu perlintasan di Jalan Ayahanda, Medan Petisah.

Sebagai gantinya, Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dinas Perhubungan yang berkolaborasi dengan PT KAI, Balai Teknik Perkeretaapian, dan RS Royal Prima, memasang pintu perlintasan di Jalan Ayahanda, Kecamatan Medan Petisah tersebut.


Peresmian pintu perlintasan yang kini dilengkapi dengan palang otomatis itu dilakukan langsung oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution, Jumat (17/9) sore. Didampingi langsung Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis S.SiT MT, peresmian pun ditandai dengan membunyikan sirene tanda lewat kereta, sekaligus menekan tombol penutupan palang.

“Fungsi utama pintu perlintasan ini adalah untuk keselamatan. Untuk memberitahu pengguna jalan, bahwa kereta api akan melintasi jalan ini,” ucap Bobby Nasution didampingi Kadis Perhubungan Medan Iswar Lubis S.SiT MT.

Sebelumnya, kata Bobby, perlintasan kereta api tersebut tidak mempunyai palang, melainkan hanya dipacakkan besi di tengah jalan agar mobil tidak bisa melintas. Adapun kendaraan yang dapat melintas saat itu, hanya sepeda motor dan kendaraan roda dua lainnya.”Sekarang sudah ada sirene tanda lewat kereta dan palangnya, mobil pun sudah bisa melintas,” ujarnya.

Selain untuk keselamatan, terang Bobby, dibukanya perlintasan tersebut juga sekaligus membuka akses jalan bagi kendaraan roda 4. Pasalnya, di kawasan Jalan Ayahanda terdapat Rumah Sakit Royal Prima dan masyarakat yang ingin lebih mudah dalam mengakses jalan menuju Jalan Danau Singkarak.

“Di sekitar jalan ini ada rumah sakit. Ambulans yang membawa pasien tidak bisa lewat sini. Sampai di sini sudah mentok, harus memutar mencari jalan lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis, menjelaskan bahwa sebelumnya perlintasan kereta di Jalan Ayahanda hanya ditutup secara manual. Namun saat ini, pintu perlintasan telah dibuat secara resmi. Selain itu, pintu perlintasan juga akan selalu dijaga oleh petugas dari Dinas Perhubungan Kota Medan pada pos perlintasan yang telah disediakan.

“Sekarang kita buat pintu perlintasan resmi. Perlengkapan, peralatan, dan segala macam, termasuk petugas pos jaga resmi dari Dinas Perhubungan Medan,” jelas Iswar kepada Sumut Pos, Minggu (19/9).

Iswar menerangkan, dengan adanya pintu perlintasan kereta api tersebut, masyarakat diharapkan dapat menjaga keselamatan pengguna jalan. Selain itu, dibukanya sekat perlintasan manual selama ini, diharapkan dapat memenuhi aksesibilitas masyarakat yang selama ini dibilang terbambat.

“Pertimbangannya, di sekitar sini kan ada rumah sakit, ada kampus, dan semua itu harus kita support. Dengan dibukanya akses ini, kita harapkan pihak RS dan pihak lainnya dapat lebih cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (map/ila)

loading...