Sekeluarga Masuk Jurang, Satu Tewas

Sumatera Utara

TAPSEL- Bus pariwisata BK 7099 DJ yang mengangkut 33 orang rombongan pengantin pria asal Desa Pantailabu Baru Deliserdang terjun bebas ke jurang sedalam 50 meter di Desa Sanggapati Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapsel, Minggu (11/5). Satu penumpang bernama Juraidah (33) meninggal dunia, dan selebihnya mengalami luka-luka.

Terbalik: Bus pariwisata pengangkut rombongan pengantin, terbalik di jurang, kemarin (11/5).//smg
Terbalik: Bus pariwisata pengangkut rombongan pengantin, terbalik di jurang, kemarin (11/5).//smg

Meski akad nikah antara pria asal Pantailabu Baru dengan wanita Desa Tiang Aras Angkola Timur Tapsel tetap digelar, pestanya resepsinyan
dibatalkan. Menurut abang penganti wanita, Slamet (27), akad nikah berlangsung setelah pihak keluarga pria dan wanita berunding di rumah sakit, tempat para korban dirawat.


“Acara akad nikah tetap berlangsung, tapi bukan di tempat awal direncanakan itu, karena korban masih trauma. Itu pun sesudah akad nikah, semua keluarga langsung kembali pulang, karena mau menyusul jenazah kakak yang sebelumnya sudah berangkat duluan,” ujar Slamet.

Lebih lanjut, dia menambahkan, resepsi pernikahan dihentikan karena semua keluarga akhirnya memilih membantu keluarga korban yang masih di rumah sakit, serta mengantar jenazah ke pulang Deliserdang. “Setelah akad nikah acaranya selesai, dan para undangan juga sudah banyak yang tahu acaranya terkendala,” sebutnya.

Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di jalanan yang dikenal rawan kecelakaan. Saat itu bus rombongan pengantin yang seluruhnya memiliki hubungan keluarga sedang melintasi ruas jalan sempit, ditambah tikungan tajam dan ganda. Ayah pengantin pria yang juga ayah korban meninggal, Tukiman (69), menduga supir bus bernama Rian tidak memahami kondisi jalan.

“Saya tahu benar bagaimana mobil itu sampai terjatuh dan masuk jurang,” akunya yang saat kejadian ia duduk persis dibelakang bangku supir bersama dengan istrinya Rabiah.

Kondisi jalan yang mereka lalui memang menurun dan berliku. “Begitu mobil menabrak tiang listrik, mobi langsung meluncur ke bawah jalan yang rupanya sebuah jurang. Saat itu kondisinya kalut dan panik, semua penumpang berteriak-teriak,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, warga yang melintas dan melihat kejadian, langsung turun dan memberikan bantuan. Mereka pun dibawa menuju puskesmas di Angkola Timur. Saat itulah diketahui Juraidah yang mengalami luka di wajah dan badan dibawa ke Puskesmas meski akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

“Anak saya yang perempuan meninggal di Puskesmas, lukanya pada bagian wajah dan badannya, dan sudah dibawa oleh suami dan saudara kami yang lain ke Medan. Naik mobil ambulance Puskesmas,” terangnya lagi.

Amatan METRO Tabagsel (Grup Sumut Pos), sekitar pukul 10.00 WIB di ruangan IGD RSUD Kota Padangsidempuan, sejumlah korban tampak mendapat perawatan itensif. Menurut beberapa perawat, 5 orang tiba di ruangan IGD dengan kondisi luka ringan sekitar pukul 09.00 WIB, mereka adalah Warsini (54), M Naim (70), Halimah (63), Rapijah (46) , dan Rabiah (54), Kelimanya diketahui warga Dusun 1 Desa Pantai Labu Baru Kecamatan Pantailabu Deliserdang.

Kasat Lantas Polres Tapanuli Selatan AKP Abdi juga menduga sopir bus tidak hapal kondisi jalan di daerah. “Untuk sementara dugaan kuat seperti itu, namun biar jelas penyebab kecelakaan itu harus menunggu mobil dievakuasi,” tegasnya. Pihaknya saat ini masih memburu sopir atas nama Rian yang melarikan diri. (ran/rb/smg/tom)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *