Selang Kateter Itu Ternyata Bersarang di Ginjal

Metropolis
Foto: Wiwin/PM Yeni Mariani, usai dioperasi tim bedah RSUD Pirngadi untuk mengeluarkan selang kateter sepanjang 30 cm dari ginjal menuju kandung kemihnya, Jumat (27/11).
Foto: Wiwin/PM
Yeni Mariani, usai dioperasi tim bedah RSUD Pirngadi untuk mengeluarkan selang kateter sepanjang 30 cm dari ginjal menuju kandung kemihnya, Jumat (27/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Operasi Yeni Mariani (43), pegawai harian lepas DPRD Medan berjalan lancar. Dia selamat. Tim bedah mengeluarkan selang sepanjang 30 cm dari ginjal menuju kandung kemih. Benda itu lah yang menjadi akar penderitaan Yeni 7 bulan terakhir, Jumat (27/11).

Saat itu jarum jam menunjukkan pukul 10.15 WIB. Yeni keluar dari ruang operasi di lantai 4 RSU Dr Pirngadi Medan. Disambut oleh sang suami, Sunar (40), Yeni masih terbaring lemah di atas tempat tidur dorong.


Tak lama, mertua dan dua orang kakak iparnya juga turut menghampiri Yeni yang masih memejam mata. “Udah siap kan nak,” sapa mertua Yeni sambil menyentuh kepalanya yang masih terbalut penutup kepala berwarna hijau.

Setelah mengganti selimut operasi dengan kain sarung untuk menutupi tubuh Yeni, ia langsung dibawa ke ruang observasi di area IGD.

Sebuah selang berdiameter 5 kali lebih kecil dari selang infus, dengan panjang kurang lebih 30 Cm, berhasil diangkat dari dalam tubuhnya.

Selang itu lalu dimasukkan ke dalam botol infus kosong. Warna hijaunya sudah pudar menjadi hijau kekuningan. Itulah selang yang selama 7 bulan ini ada di dalam tubuh Yeni.

Dalam istilkah kedokteran, selang itu disebut dj stent. Fungsinya untuk mengeluarkan darah kotor dan nanah dari ginjal. Lazimnya, selang tersebut dipasang di ginjal dan saluran kemih.

Sunar terlihat terus mendampingi istrinya. Sunar mengatakan Yeni sedikit gugup. Namun ia berusaha menenangkan Yeni.

Ia juga bersyukur pihak rumah sakit sudah menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan tanggung jawabnya. Sehingga, tak ada di benaknya terselip akan menuntut pihak rumah sakit. Sebab menurutnya, yang terpenting adalah kesehatan dan keselamatan istri tercintanya.

“Tadi masuk ke ruang operasi sekira pukul 09.20 WIB,” ujarnya sembari mengatakan pembiayaan itu ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Sekira 15 menit di ruang observasi, Yeni mulai sadar dan bisa bicara walau suaranya terdengar lemah. Ia mengaku meski dibius lokal, rasa sakit sempat dirasakan di penghujung operasi.

Karena bius lokal, ia melihat alat medis yang masuk ke perutnya dari layar monitor.

“Saya disuruh lihat sama dokternya ke monitor. Lihat itu buk ya alatnya udah di masukkan untuk mengambil selang. Tapi pas terakhir mau dicabut selangnya, sakitnya luar biasa. Saya menjerit Allahu Akbar,” ungkapnya sambil menyimpul senyum puas.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *