Selat Malaka Rawan Perompakan

Sumatera Utara

BELAWAN- Direktorat Polisi Perairan Polda Sumut melakukan patroli di perairan selat malaka Rabu (18/4). Patroli kali ini khusus menjelajahi kawasan barat perairan pantai barat.

Patroli itu langsung dipimpin oleh Direktur Polair Poldasu Kombes Pol Ario Gatut Kristianto beserta Kasi Patwalair Satrolda Kompol GM Sihombing dan ABK KP II-2001.


Sebelum bertolok dari Belawan Ario Gatut menyebutkan patroli ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terkait tindak kriminalitas di laut, khususnya perompakan dan tindak pidana kriminal lainnya.

“Kita akan terus meningkatkan patroli di beberapa titik rawan termasuk di sekitar selat malaka guna mengantisipasi pelanggaran hukum di laut, termasuk perompakan kapal-kapal ikan,” ungkap Ario Gatut. Rencananya juga usai patroli di wilayah barat ini, Direktorat Polisi Perairan Polda Sumut juga akan menjadwalkan patroli ke arah pantai timur.

Dalam patroli itu, mereka melibatkan delapan orang personel kepolisian yang ditempatkan di kapal patroli milik Polri.
“Selain melakukan pengawasan di perairan selat malaka, petugas kapal patrol juga melakukan penyisiran di sekitar perairan Pangkalan Susu, Langkat hingga menuju ke perairan perbatasan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD),” beber Ario Gatut.

Dalam patroli itu, Ario Gatut dan rombongan juga melakukan peninjauan ke Satuan Polisi Air Kwala Serapuh Kabupaten Langkat. Kemudian mengitari kawasan perairan serapu dan pangkalan susu. Saat patroli juga mereka melakukan razia secara acak kepada kapal nelayan yang tidak memiliki dokumen. Hasilnya, hampir semua kapal nelayan memiliki dokumen yang lengkap.

“Malam ini kita berada di Brandan, besok (19/4) rencananya mengitari peraitan tapak kuda di wilayah Langkat,” ungkap Ari Gatot. Dia menambahkan patroli seperti ini rutin digelar dan kebetulan patroli kali ini langsung dipimpin oleh Ario Gatut. Selain mencegah pelaku kriminal di laut, patroli ini juga bertujuan untuk mengecek pasukan Satpol Air di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Seperti diketahui triwulan pertama tahun 2012 ini jumlah kriminal di laut ada sembilan kasus.
Dari keseluruhan kasus yang meresahkan kalangan nelayan itu, tiga orang diantaranya dinyatakan sebagai tersangka dan telah berhasil diamankan dan masih dalam proses hukumdi pengadilan. (mag-17)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *