Sepi Penumpang akibat Pandemi Covid-19, Sopir Bus AKDP Mengeluh

Sumatera Utara
PRIMA JAYA: Kepala Dishub Kota Tebingtinggi Safrin Harahap, saat meninjau Pool CV Prima Jaya, Jalan Dipanegara Kota Tebingtinggi, belum lama ini. SOPIAN/SUMUT POS
PRIMA JAYA: Kepala Dishub Kota Tebingtinggi Safrin Harahap, saat meninjau Pool CV Prima Jaya, Jalan Dipanegara Kota Tebingtinggi, belum lama ini.
SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sopir angkutan kota dalam provinsi (AKDP) mengeluhkan sepinya penumpang pascamerebaknya virus corona di Kota Medan dan beberapa kabupaten kota Sumatera Utara (Sumut).

Seorang sopir CV Prima Jaya Jalan Dipanegara Kota Tebingtinggi, Nanda (52) menuturkan, sejak merebaknya virus corona, penumpang tujuan Kota Medan sepi. “Sudah hampir 10 hari ini penumpang sepi, khususnya tujuan Tebingtinggi ke Medan. Paling ada 3 penumpang, dan beberapa paket tujuan Medan,” ungkap Nanda, Minggu (29/3).


Nanda mengatakan, keberangkatan mobil penumpang biasanya hitungan satu jam sekali. Kini, pihaknya harus menunggu sampai 4-5 jam, dan itu pun bukan penumpang, tapi paket barang.

“Karena harus diangkut berangkat ke Medan, ya berangkatlah. Mana tau di jalan ada penumpang, untuk menutupi biaya bahan bakar kendaraan,” jelasnya.

Ketika ditanya hasil pendapatan bersih dalam satu hari, dia mengaku, bisa mengantongi uang antara Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per hari, selama merebaknya virus corona ini.

“Ya itulah (Rp40ribu-Rp50 ribu), uang yang bisa dibawa pulang ke rumah, sudah dipotong makan dan minum. Kalau ditanya cukup atau tidak, ya pasti tidak cukup. Karena untuk memenuhi kebutuhan keluarga semua harga mulai naik,” kata Nanda lagi.

Jika kondisi ini terus berlangsung hingga Ramadan dan Lebaran, lanjut Nanda, dapat dipastikan pengusaha AKDP akan mengalami gulung tikar, karena sepinya penumpang.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tebingtinggi, Safrin Harahap menyatakan, saat ini pemerintah masih dalam masa melawan penyebaran virus corona. Karena itu, dia mengimbau semua masyarakat dapat bersabar, dan berharap masalah ini cepat berakhir.

Mandor CV Prima Jaya Kota Tebingtinggi, Rimpun, juga mengeluhkan sepinya penumpang. Dia mengatakan, hasil setoran untuk mandor yang biasanya lumayan, kini sangat memprihatinkan.

“Sekarang ini hasil pendapatan setoran hanya Rp30 ribu per hari,” keluhnya. (ian/saz/azw)

loading...