Serang Markas BNN, Pangdam Janji Pecat Sertu Muhibat

Metropolis
Sertu Muhibat saat diamankan Polisi Militer.
Sertu Muhibat saat diamankan Polisi Militer.

MEDAN, SUMUTPOS.CO  -Kadar nyali Sertu Muhibat tergolong tinggi. Oknum TNI AD ini nekad menyerang markas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungbalai. Duh!

Ceritanya, Selasa (27/12) malam petugas BNN menggelar razia di KTV Hotel Suranta. Hasilnya, petugas memboyong 14 pengunjung yang positif narkoba.


Saat petugas dan pengunjung tiba di Kantor BNN Tanjungbalai, Sertu Muhibat juga mendadak tiba. Dari video yang beredar, Muhibat terlihat masuk ke dalam sebuah gedung lengkap dengan seragam dan topi.

Tanpa basa-basi, Sertu Muhibat langsung memukuli semua orang yang ada di dalam gedung tersebut. Namun yang dihajar Sertu Muhibat hanya orang yang mengenakan seragam bertuliskan BNN.

Akibat keberingasan Sertu Muhibat, Bripka Darwan Girsang jadi korban. Darwan mengalami luka di bagian jidatnya lantaran dipukul dengan sepotong besi.

Melihat itu, petugas BNN berusaha menenangkan Sertu Muhibat. Begitu tenang, Sertu Muhibat langsung diborgol dan dijebloskan ke dalam sel.

Petugas Polisi Militer yang menerima informasi kemudian menjemput Sertu Muhibat. Muhibat lalu diboyong ke markas untuk diperiksa. Dari tangan Sertu Muhibat, petugas mengamankan satu batang besi dan satu pucuk air softgun.

Kepala BNN Provinsi Sumut, Brigjend Pol Andi Loedianto membenarkan peristiwa tersebut. “Kondisi korban berangsur sudah membaik. Saat ini masih dirawat,” kata Andi.

Andi bilang, Sertu Muhibat nekat melakukan tindakan arogan itu karena di bawah pengaruh narkotika. Pasalnya, hasil tes urine Sertu Muhibat positif mengandung narkoba.

“Positif menggunakan sabu dan ekstasi,” tegas Andi.

Mendengar keberingasan anggotanya, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayjend TNI Lodewyck Pusung berjanji akan memberi sanksi tegas terhadap Sertu Muhibat. Tak tanggung, Pangdam berjanji akan memecat Muhibat.

Menurutnya, aksi arogan Muhibat telah mencoreng wajah TNI dan juga karena menggunakan narkoba. “Catat besar-besar ya, saya akan pecat dia,” katanya di Lapangan Benteng, Rabu (28/12).

Kepada awak media, Lodewyck juga meminta untuk mengikuti kasus Sertu Muhibat. “Sudah 47 orang yang saya pecat karena narkoba, kamu tunggu saja. Sisanya ada 124 orang lagi masih nunggu persidangan. Ditambah dia, jadi 125 orang. Saya pecat dia, tulis besar-besar,” tandas Pangdam I/BB.(ted/ala)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *