Setnov Sempat Ingin Menghadap Jokowi

Hukum & Kriminal Nasional

Bukan hanya informasi itu saja yang diperoleh. Sumber juga membeberkan posisi Setnov pada Kamis pagi dan siang. Kala itu, Setnov diduga berupaya menemui Presiden Joko Widodo yang waktu itu berada di Istana Bogor. Sembari menunggu kepastian jadwal dari Jokowi, Setnov ditengarai seliweran di area ring 1 orang nomor satu di pemerintahan tersebut.

“Iya benar (Setnov ingin bertemu Presiden, Red),” ujar sumber di lingkungan KPK.


Informasi tersebut dikuatkan koordinator
Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI)
Boyamin Saiman. Boyamin mendapat informasi bahwa Setnov berusaha menghadap presiden. Pada pagi, keinginan itu disampaikan ke presiden. Hanya, presiden menolak secara halus dengan meminta Setnov untuk kembali ke Istana pada siang.

Nah, saat siang, Setnov kembali berada di
sekitaran Istana dengan harapan bisa
bertemu presiden. Namun, Jokowi kembali
menolak permintaan itu dengan alasan
hendak memimpin rapat terbatas (ratas). Di
saat bersamaan Jokowi didampingi Wakil
Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memang
diagendakan memimpin ratas mengenai
pendidikan vokasi di Istana Bogor, Jawa
Barat siang itu.

“Karena tidak berhasil menghadap presiden, SN (Setya Novanto, Red) akhirnya menuju DPR,” ujar Boyamin, Minggu (19/11).

Informasi Setnov berada di DPR itu dikuatkan pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Menurut Argo, hal itu diketahui setelah pihaknya memeriksa kontributor Metro TV Hilman Mattauch. “Dia (Hilman, Red) jemput (Setnov) ke DPR kemudian diajak ke Kebon Jeruk, ada live acara prime time,” ungkapnya.

Boyamin menambahkan, informasi keinginan Setnov menghadap presiden itu berasal dari seseorang yang memiliki akses informasi orang-orang yang ingin menghadap presiden. Hanya, sumber itu tak mengetahui secara detail untuk apa Setnov bertemu presiden di tengah kejaran KPK itu.

Sejak Setnov dinyatakan ‘hilang’ pada Rabu malam, Boyamin memang berusaha mencari keberadaan mantan komisaris PT Mondialindo Graha Perdana, perusahaan yang pernah menguasai saham PT Murakabi Sejahtera itu. Pada Kamis, dia sempat membuka sayembara dengan hadiah Rp 10 juta bagi siapa saja yang memiliki informasi tentang keberadaan Setnov.

Nah, penerima hadiah Rp 10 juta itu pun
ditemukan seiring informasi keberadaan
Setnov. Orang yang memiliki akses informasi istana itu lah yang dinyatakan pemenang
sayembara tersebut. “Tapi beliau (pemberi
informasi Setnov) tidak mau menerima hadiah, saya kemudian usulkan uang disumbangkan ke anak yatim dan mendapat persetujuan beliau,” ujar mantan pengacara Antasari Azhar itu.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *