Siapkan Studi Kelayakan, Regal Springs Berencana Relokasi Keramba

Ekonomi Sumatera Utara
CENDERAMATA: Regal Springs Group Head Of Processing and Farming, Cameron Maclean, didampingi External Affairs Senior Manajer, Kasan Mulyono, memberikan cenderamata kepada perwakilan Pemkab Toba, Jumat (15/5).
CENDERAMATA: Regal Springs Group Head Of Processing and Farming, Cameron Maclean, didampingi External Affairs Senior Manajer, Kasan Mulyono, memberikan cenderamata kepada perwakilan Pemkab Toba, Jumat (15/5).

BALIGE, SUMUTPOS.CO – Menyusul kajian strategi bisnis, Regal Springs Indonesia (RSI) berencana merelokasi posisi budidaya ikan tilapia mereka, yang selama ini berada di perairan Tomok-Samosir, ke lokasi alternatif. Salahsatu lokasi yang ditawarkan adalah perairan Uluan-Kabupaten Toba. Rencana relokasi keramba ini merupakan keputusan bisnis yang sepenuhnya bersifat sukarela.

“Meskipun operasi RSI saat ini memiliki izin-izin lengkap dan sepenuhnya memenuhi peraturan daerah dan nasional, kami sukarela mengikuti arahan pemerintah untuk mendukung Strategi Pemerintah bagi Pengembangan Pariwisata Bertanggung Jawab. Relokasi operasi akuakultur ini sebagai investasi pada Program Keberlanjutan KAMI PEDULI di Danau Toba. RSI saat ini sedang menyiapkan studi kelayakan,” kata Cameron MacLean, Regal Springs Group Head of Processing & Farming pada Jumat (15/4) di Balige.


Strategi RSI adalah mengembangkan usaha dan bertransformasi melalui perwujudan Program Keberlanjutan Terpadu KAMI PEDULI kelas dunia di Danau Toba, untuk menghasilkan dan menjual Tilapia mutu terbaik dunia secara lebih berkelanjutan.

“Kami memahami dan mendukung strategi pemerintah bagi pengembangan pariwisata bertanggung jawab untuk Danau Toba. Kami juga sangat meyakini bahwa kawasan Danau Toba yang berkelanjutan adalah kawasan yang juga menghargai lingkungan hidup, seraya mengembangkan manfaat sosial ekonomi melalui produksi pangan mutu tinggi. Bagi sektor usaha kami, kami percaya bahwa hal tersebut bisa dicapai melalui ko-eksistensi antara pariwisata bertanggung jawab dan akuakultur bertanggung jawab. Inilah semangat sejati Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2014 yang memuat kebijakan zonasi bagi pariwisata dan produksi pangan,” kata Cameron.

Meski RSI telah memulai studi kelayakan bagi lokasi-lokasi alternatif akuakultur, menurutnya, sejauh ini belum ada keputusan apapun. “Salahsatu bagian penting proses studi kelayakan ini adalah berkonsultasi dengan pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan utama,” kata Cameron.

RSI telah memaparkan rencana relokasi ini kepada Pemerintah Kabupaten Toba dan mengapresiasi petunjuk dan arahan yang diberikan. Pemaparan dihadiri oleh Bupati Toba dan para pejabat di lingkup Pemkab Toba, para camat, para kepala desa, Rektor Institut Teknologi Del dan pemangku kepentingan utama terkait lainnya.

Tujuan RSI adalah mendapatkan lokasi-lokasi yang sesuai dan disetujui pemerintah untuk penempatan keramba budidaya ikan yang dikelola secara bertanggung jawab dan dermaga pendaratan, yang akan semakin meningkatkan keberlanjutan operasi akuakultur melalui kerjasama dengan pemerintah daerah.

“Bila dilaksanakan, proyek ini akan menjadi investasi besar di daerah ini dan akan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan terkait. Proyek ini juga akan memberikan manfaat sosial ekonomi besar, menciptakan tenaga kerja baru yang terampil yang akan mendukung pembangunan ekonomi setempat; dan mengembangkan produksi pangan yang bertanggung jawab dan bermutu tinggi,” pungkas Cameron. (rel/sur/mea)

loading...