Silaturahim dengan Insan Pers: Gubsu Curhat Susahnya Bangun Sport Centre

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut mengharapkan dukungan penuh pemerintah pusat untuk pembangunan kawasan pusat olahraga atau Sport Centre yang kini bernama Deli Sport City di Desa Sena Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang.

REPLIKA: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat melihat replika lokasi pembangunan Deli Sport Center, baru-baru ini.
REPLIKA: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat melihat replika lokasi pembangunan Deli Sport Center, baru-baru ini.

Pasalnya, lahan seluas sekitar 300 hektare tersebut hingga kini belum bisa dilakukan pembangunan apapun. Terlebih, Pemprov Sumut sudah melakukan pembayaran atas lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) pada kawasan itu ke Kementerian Keuangan.


“Saya langsung menghadap Pak Presiden untuk Sport Centre ini. Di situ ada Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, ada Kapolri dan TNI. Saya sampaikan bahwa ini penting bagi Sumut. Saya kepingin Sumut yang kita cintai ini maju. Tapi sekarang tak bisa dibangun apapun di situ. Apa kita mau atlet kita main di Stadion Teladan untuk PON 2024?” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menggelar silaturahim bersama insan pers di lingkup Pemprov Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Selasa (2/3).

Edy mengungkapkan, dalam rapat di Istana Negara Jakarta ihwal rencana pembangunan Deli Sport City beberapa waktu lalu tersebut, turut mempertanyakan kenapa lahan yang dikuasi negara mesti dibayarkan juga oleh negara melalui pemerintah provinsi.

“Lantas menteri keuangan bilang, ‘oh tidak bisa karena aturannya begini begitu’. Oke saya bayar lahan eks HGU itu. Tapi kenapa setelah itu pemprov dilaporkan ke pengadilan. Jadi apa yang mau kita buat untuk Sumut ini. Kenapa susah sekali kita mau buat Sumut ini maju. Lama-lama hancurlah Sumut kalau begini,” katanya.

Karenanya Gubsu meminta peran pers dan media untuk mendorong segala pembangunan di Sumut terutama kawasan Deli Sport City, supaya terjadi percepatan implementasi atas rencana program dimaksud. “Bantu saya, bantu pemprov ini kawan. Kalau pendapatan daerah ini semakin baik, akan baik juga kesejahteraan rakyat kita. Jangan yang jelek-jeleknya aja kalian tulis tentang aku. Ingatkan aku kalau salah, luruskan. Itu fungsi kalian. Aku selalu terbuka sama kalian, sejauh informasi itu memang perlu dibuka. Investor itu sudah kena pajak tiap bulan. Jika ini berlarut pada lari mereka semua besok. Hancurlah Sumut ini,” terang mantan Pangkostrad tersebut,” ujar Gubsu..

Curahan hati alias curhat Gubsu Edy soal hal serupa ini, pernah ia ungkapkan juga dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah di Sumut yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, awal Desember 2020.

Bahkan saat itu, kata dia, pihaknya diwajibkan membayar ganti rugi atas tanaman dan bangunan yang berada di atas lahan tersebut untuk kepentingan legal opinion. “Selesai legal opinion, tak serta merta selesai. Masih proses sana sini sampai Dirkrimsus (Polda Sumut) turun tangan menanganinya,” ujar Gubsu.

Permasalahan kembali muncul saat pihaknya akan memasukkan material untuk pembangunan Deli Sport City melalui ruas jalan di kawasan tersebut. Edy mendapat laporan, masih ada sekelompok masyarakat yang coba-coba melakukan pungutan liar agar truk yang membawa material bangunan bisa melintas menuju lahan proyek.

“Kalau begini, bagaimana investor yang ingin tanamkan modal di Sumut. Jadi sulit menggeliat pendapatan di Sumut di luar sektor pajak,” tegasnya.

Edy juga meminta seluruh elemen masyarakat bersatu, bergandengan tangan demi kelancaran proses pembangunan pusat olahraga di Sumut. Sehingga Sumut nantinya bisa menjadi tuan rumah yang baik bersama Provinsi Aceh dalam pagelaran PON 2024.

“Media massa tolong sampaikan kepada rakyat kita, mari kita bersatu padu mewujudkan pembangunan untuk Sumut yang kita cintai ini. Tanpa dukungan masyarakat dan media, tidak akan mungkin Sumut ini akan maju. Saya mau Sumut ini bersaing dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand. Bukan dengan Surabaya dan Jakarta. Sebab secara demografi dan geografis, Sumut ini kan dekat dengan Singapura dan Malaysia,” katanya.

Secara spesifik Edy juga berpesan, kiranya kalangan pemuda di Sumut untuk kembali ke lingkungan masjid dan gereja. “Jadilah pemuda masjid dan pemuda gereja. Karena gak akan mungkin pendeta mengajarkan pemuda itu untuk narkoba dan hal negatif. Begitupun pemuda masjid, takkan mungkin ustadz mengajarkan keburukan,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Sumut, Sakhrudin Daulay mengungkapkan meski tak terdampak pandemi Covid-19, rencana pembangunan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) berjalan stagnan di awal tahun ini.

Ia mengakui, belum ada progres signifikan atas pembangunan proyek prestisius tersebut hingga kini di lapangan. “Mudah-mudahan tak terdampak (pandemi). Namun belum ada progres,” katanya. (prn/ila)

loading...