Sopir Bonyok Dimasa

Hukum & Kriminal Sumatera Utara
Andriansyah saat di Mapolsek Binjai Utara.

SUMUTPOS.CO – Masyarakat yang diduga kesal melampiaskan emosinya kepada seorang pelaku penjambretan, Andriansyah (29) warga Jalan Teluk Bitung Lingkungan IV Binjai Selatan di Jalan Perintis Kemerdekaan persisnya dekat Masjid Al Anshor Kelurahan Cengkehturi Binjai Utara, Rabu (22/11) siang. Sopir yang gagal menjambret kalung milik Dwi Ayu Katrina Putri (19), mahasiswi yang bermukim di Jalan Perintis Kemerdekaan Gang Makmur Desa Sendangrejo Kecamatan Binjai Langkat itu, kini mendekam di balik jeruji besi sel tahanan Mapolsek Binjai Utara.

Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Lengkap Tarigan menjelaskan, pelaku yang mengendarai sepedamotor BK 6049 RW warna biru hitam itu kandas dari pelarian setelah jambret harta korbannya. Disebut kandas, karena sepedamotor Yamaha Jupiter yang dikendarai pelaku mogok dalam pelarian.


“Korban juga sedang bawa sepedamotor yang berjalan dari arah Binjai menuju Kualabegumit. Pelaku yang diduga sudah membuntutinya, langsung melihat peluang menjambret kalung dari leher. Lantas korban menjerit minta tolong dengan berujar jambret-jambret,” kata Lengkap, Kamis (23/11).

Jeritan tersebut, kata Lengkap, mengakibatkan pelaku panik. Sialnya lagi, tepat di persimpangan Jalan Pompa Kelurahan Cengkehturi, Binjai Utara, sepeda motor pelaku mogok.

“Sehingga pelaku berhasil diamankan warga,” ujarnya.

Mendengar ada pelaku jambret diamankan warga, polisi mendatangi Tempat Kejadian Perkara. Pelaku yang sudah babak belur dimasa warga, kemudian diboyong ke Mapolsek Binjai Utara.

Kepada polisi, sambung Lengkap, ?pelaku sebelumnya ada melakukan aksi jambret juga di Jalan Rambutan, Kelurahan Tanahmerah, Binjai Selatan, Minggu (19/11) petang lalu. Pun, aksi yang dilakukan pelaku tak sukses.

“Kalung yang dijambret korban jatuh. Laporannya juga tidak ada masuk,” sebut Lengkap.

Dari masyarakat, polisi menyita barang bukti 1 untai rantai mas yang telah putus beserta mains mata rantainya dan 1 unit sepedamotor milik pelaku. Dalam kejadian ini, korban sempat mengalami shock. Akibatnya, polisi membawa korban ke Klinik Kita di Kelurahan Cengkehturi.

“Sekarang korban sudah tidak shock lagi. Korban shock atau trauma lantaran melihat pelaku dihakimi masyarakat,” tukas Lengkap. (ted/azw)

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *