SPBU Petrol Niaga Bandara Kualanamu jadi Pilot Projek SPBU Modern di Sumatera

Ekonomi

MEDAN, SUMUTPOS.CO- SPBU PT Petrol Niaga yang berlokasi di area Bandara Internasional Kualanamu, akan dijadikan sebagai pilot project dalam pengembangan SPBU modern di Pulau Sumatera, khususnya Provinsi Sumatera Utara. Karenanya, PT Petrol Niaga diminta mampu memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, baik dalam hal pelayanan maupun fasilitas yang ada di SPBU tersebut.

“Luar biasa. Konsepnya modern. Serius mau dibuat seperti ini? Saya berharap ini menjadi pilot projek new SPBU atau SPBU modern. Ini akan jadi contoh di Sumatera,” kata Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Patra Niaga, S Milton Pakpahan saat melihat maket gedung ritel dan SPBU PT Petrol Niaga ketika meninjau pembangunan di area Bandara Kualanamu, Deliserdang, Kamis (25/11/2021). Turut serta dalam peninjauan itu Komisaris Pertamina Patra Niaga M Yusni, Dir Pemasaran Regional Mars Ega Legowo Putra, Komite Dekom M Yasir Arofat, ATC Syaiful, ATD Radiga Rudiono, dan Sekretaris Dekom Churotul Aini, dan Baba Batubara mewakili Angkasa Pura Aviasi.


Milton mengaku bangga dengan konsep yang dibuat Direktur Utama ( Dirut) PT Petrol Niaga, Hendrik Halomoan Sitompul. Dia sangat berharap, konsep yang dibuat Hendrik ini bisa mengubah gaya SPBU saat ini. “Kita gak hidup di masa (logo) Kuda Laut. Kita hidup di masa Pertamina dengan cap dan logo yang baru. Jadi semua harus berkonsep modern. Tempat ini harus menjadi percontohan,” tegas Milton.

Dia juga meminta Hendrik untuk membuat image SPBU menjadi tempat yang nyaman. Termasuk keberadaan toilet harus dibudayakan menjadi tempat yang bersih. “Toiletnya harus clean and clear, ramah, dan tak berbayar. Tapi jika ingin diletakkan kotak amal, itu tidak masalah. Itu suka rela, tidak paksaan,” ujarnya.

Jika perlu, lanjut Milton, toiletnya setara hotel bintang empat, pakai shower. “Karena banyak juga yang baru landing, belum sempat mandi. Jadi mereka bisa mandi di sini. Untuk ini bolehlah berbayar,” sebutnya lagi.

Dia juga memberi masukan, agar di lokasi SPBU Petrol Niaga ini ditambah spot untuk masyarakat berswafoto dengan latar belakang tulisan Bandara Kualanamu. “Tamannya juga harus dipelihara, dan kita sepakat dengan Angkasa Pura Aviasi untuk menjadikan integritid fasiliti di sini. Salah satunya ini adalah ikonnya.

Milton pun mengajak Hendrik untuk ikut menyuarakan posisi Pertamina sebagai penyedia energi, dan ikut berjuang untuk membangun dan membesarkan Pertamina. “Anda menjadi bagian dari keluarga besar Pertamina, karena di SPBU inikan capnya semua Pertamina ya,” ujarnya.

Selain itu, Milton juga mengucapkan terima kasih kepada PT Angkasa Pura Aviasi atas sinerginya. “Ini menjadi contoh nantinya untuk dibawa ke pusat. Supaya sinergi ini juga dilakukan di tempat-tempat lain di seluruh Indonesia. Memberi kemudahan space, merubah gaya. Apalagi ke depan akan banyak tamu-tamu internasional ke sini, karena di Sumut ada destinasi wisata nasional, Danau Toba. Mudah-mudahan pandemi Covid segera berakhir, sehingga akan banyak penebangan, dan ini wajahnya. Bandara adalah wajah suatu kota, bandara adalah suatu etalase. Kalau bandaranya bagus,” pungkasnya.

Sebelumnya, Hendrik Sitompul mengungkapkan, PT Petrol Niaga hadir di area Bandara Internasional Kualanamu menjadi perusahaan pertama yang bermitra dengan Angkasa Pura Aviasi. “Terus terang, kami melakukan investasi di sini karena ada konsep pengembangan yang dilakukan Angkasa Pura Aviasi. Karena di sini nanti akan dibangun hotel, rumah sakit, dan lainnya, di mana nantinya kawasan ini akan menjadi kota sendiri, Airport City istilahnya,” sebut Hendrik.

Makanya, lanjut Hendrik, PT Petrol Niaga bertindak cepat, sebelum orang lain mengambilnya. “Jadi, sebelum orang lain berpikir, kami sudah mengambilnya,” jelas Hendrik.

Dia juga mengungkapkan, dalam pendirian SPBU ini banyak dibantu oleh pihak Pertamina. “Yang kami rasakan, untuk mengurus SPBU ini, terlalu cepat bagi saya. Hanya sekitar 5-6 bulan. Dan saya pastikan, tidak ada sepeserpun saya berikan kepada pihak Pertamina dalam pengurusan izin SPBU ini,” tegas Hendrik.

Hendrik pun mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh Pertamina dan Aviasi kepada dirinya dalam melakukan investasi di area bandara terbesar ketiga di Indonesia ini. “Saya sangat bangga, karena banyak yang sudah memilki SPBU sebelum saya, tapi belum tentu Komisaris Utama dan Direksi PT Pertamina Petra Niaga bisa hadir di SPBU mereka, kan begitu,” ujar Hendrik disambut gelak tawa hadirin yang hadir.

Disampaikannya juga, apa yang disampaikan Milton Pakpahan, akan ditindaklanjutinya. Apalagi SPBU ini akan menjadi model atau pilot project sebagai SPBU modern. “Ini harus kami tindak lanjuti, dan menjadi tanggung jawab besar bagi kami dalam mewujudkannya,” sebut Hendrik.

Dia juga mengungkapkan, SPBU Petrol Niaga ini ditarget akan beroperasi pada 2 Januari 2022. Sedangkan untuk bangunan gedung ritel, akan dimulai pada Desember 2021, dan diharapkan enam bulan ke depan sudah rampung. “Jadi yang pasti, SPBU dulu beroperasi, baru menyusul gedung ritel,” ungkapnya.

Diakui Hendrik, area SPBU ini memang dikonsep hijau, ramah lingkungan, dan modern. “Mudah-mudahan SPBU ini bisa menjadi model, seperti yang disampakan Komisaris Utama tadi, dan mohon dukungan dari MOR I Pertamina.

Dalam kesempatan itu, Hendrik juga menyampaikan, ke depannya dia kemungkinan tidak akan lagi menjabat sebagai Direktur Utama di PT Petrol Niaga, karena mendapat amanah untuk menjadi anggota DPR RI pengganti antar waktu dari Fraksi Partai Demokrat. “Saya akan lepas jabatan Direktur Utama, ketika saya dilantik menjadi anggota DPR RI,” pungkasnya. (adz)

loading...