SPS Sumut Raih Gelar SPS Terbaik 2011

Metropolis

Ketua Umum SPS Pusat Lantik Pengurus SPS Sumut

JAMBI-Prestasi luar biasa kembali diraih Serikat Perusahaan Pers ( SPS ) cabang Sumatera Utara. Hal ini dibuktikan setelah Dewan Pimpinan SPS Pusat menganugerahkan SPS yang dipimpin H Teruna Jasa Said untuk ketiga kalinya dianugerahi gelar sebagai SPS Cabang Berprestasi 2011.


Sebelumnya pada peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2005 di Bandung SPS Sumut memperoleh gelar sebagai organisasi SPS Terbaik tingkat Nasional dan pada Kongres SPS di Bali Tahun 2010, SPS Sumut juga memperoleh penghargaan paling berprestasi.

Pemberian gelar sebagai SPS Berprestasi terbaik 2011 tersebut langsung diberikan ketua umum Dewan Pimpinan SPS Pusat, Dahlan Iskan kepada Ketua DW SPS Sumut H Teruna Jasa Said, di Ballroom Hotel Novita, Jambi Rabu ( 7/2 ) malam.

Dalam acara tersebut, SPS Pusat juga menganugerahkan sejumlah gelar untuk media massa yang berada di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Maluku dan Papua yang berkaitan dengan malam penghargaan Indonesia Print Media Awrd (IPMA) dan Indonesia Inhouse Magazin Awards ( InMA ) 2012 sekaligus berkaitan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2012. Kegiatan ini juga disaksikan ratusan undangan dari Pemda Jambi, pengurus Dewan Pers, PWI Pusat dan daerah, serta sejumlah pimpinan redaksi dari seluruh Indonesia serta insan pers.

Sebelum memberikan penganugerahan tersebut, Dahlan Iskan yang juga Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara ( Meneg BUMN),  telah melantik kepengurusan DW SPS cabang Sumut masa bakti 2011 – 2015. “Penghargaan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pengurus SPS cabang Sumut, baik yang sekarang maupun sebelumnya. Penghargaan ini juga sebagai cambuk untuk lebih baik dalam  menjalankan roda organisasi,” tegas Teruna Jasa Said.
Sementara Ketua Umum DP SPS, Dahlan Iskan dalam sambutannya mengatakan, pemberian penghargaan SPS Berprestasi untuk cabang, tidak lain untuk memberi rangsangan agar semua pelaku media cetak, semakin menyadari pentingnya penampilan –di samping isi dan karakter – perlu terus digalakkan.
“Kata-kata memang masih sangat penting, tapi grafis juga penting. Isi memang penting, tapi bungkus bisa lebih menarik. Kata-kata tidak bisa menggantikan fungsi grafis, tapi grafis bisa menggantikan fungsi kata-kata,” tutur Dahlan Iskan. (ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *