STIKes Mitra Husada Medan Terima Izin Penyatuan Akper Bas Balimbingan

Medan Society
L2DIKTI: Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD dan Dr Mahriyuni MHum bersama pimpinan STIKes Mitra Husada usai pemberian Izin Penyatuan Akper Bas Balimbingan kepada STIKes Mitra Husada, Senin (29/4) sore.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah Medan Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD menyerahkan SK Menristek Dikti RI Tinggi Nomor: 264/KPT/I/2019 kepada Ketua STIKes Mitra Husada Siti Nurmawan Sinaga SKM MKes di Kantor L2Dikti Wilayah I Medan, Senin (29/4).

SK menteri ini merupakan izin penyatuan Akademi Keperawatan Bas Balimbingan Pematangsiantar kepada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan. Penggabungan itu merupakan salah satu kerja besar dari Pak Menteri untuk membuat perguruan tinggi semakin sedikit sehingga akan memiliki kualitas yang lebih baik dan lebih besar.


Penegasan ini disampaikan Kepala L2Dikti Wilayah Medan Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD saat menyerahkan SK menteri tersebut. ‘’Dengan penggabungan ini sebetulnya ada hibah-hibah yang ditambahkan. Misalkan kalau mau membuka Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) di daerah dimana penggabungan itu terjadi,’’ kata Dian.

Ia menegaskan saat ini di Sumut sudah terjadi pengabungan delapan perguruan tinggi paa tahun lalu. Penggabungan akan terus bergulir pada sejumlah penggabungan berikutnya di Medan dan Rantauprapat. ‘’Sepertinya pada Tahun 2019 akan terjadi 10 penggabungan perguruan tinggi lagi. Kita berharap di Sumut akan hanya ada 160 dari 265 perguruan tinggi di Sumut. Tapi itu akan dilakukan secara bertahap,’’ katanya.

Perguruan tinggi yang lebih sedikit di Sumut akan membuat pengelolaan kampus akan lebih bagus. Ini memudahkan dibandingkan yang banyak. Demikian pula dengan jang kauannya, tentu akan lebih luas. ‘’Ketiga, dengan perguruan tinggi yang lebih sedikit itu akan membuat kita lebih banyak dapat memperhatikan perguruan tinggi,’’ harap Kepala L2Dikti Wilayah Medan.

Apa keunggulan STIKes Mitra Husada Medan sehingga menteri memberi izin penyatuan? Dian Armanto menegaskan bahwa salah satunya adalah memiliki gedung kuliah yang terbaik dan nyaman di Sumut, Juga dilengkapi sarana dan prasarana yang lengkap dan dikelola dengan profesional karena menggunakan manajemen yang bagus.

Keunggulan-keunggulan yang dimiliki STIKes Mitra Husada Medan akan membuat kampus ini dapat meraih prestasi yang lebih tinggi lagi untuk menjadi sebuah institut maupun universitas. ‘’Kualitas menjadi prioritas sehingga tata kelola, SDM dosen dan kegiatan kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat juga terus ditingkatkan. Mitra Husada salah satu kampus yang mendapatkan hibah yang besar untuk produk-produk kesehatan,’’ terangnya.

Mengingatkan berbagai keunggulan Mitra Husada, Dian Armanto yakin apabila masih ada perguruan tinggi lain yang berniat akan bergabung dengan STIKes Mitra Husada, ‘’Tidak masalah. Sepanjang prodi yang sesuai dan ada diskusi antar-yayasan perguruan tinggi,’’ sebut Kepala L2Dikti Sumut.

Terkait rencana STIKes Mitra Husada yang akan mendirikan rumah sakit, Dian Armanto juga memberi apresiasi. ‘’Ini akan menjadikan STIKes Mitra Husada menjadi STIKes pertama yang punya RSU di Sumut. Bila dibuka kran membuka Program Studi Kedokteran, itu jadi salah satu syarat utama,’’ imbuhnya. Atas izin penyatuan yang diterimanya, Ketua STIKes Mitra Husada Siti Nurmawan Sinaga SKM MKes berharap alumni Keperawatan akan terus dibutuhkan masyarakat seiring jumlah penduduk yang terus bertambah.

Ia berjanji akan melakukan pengelolaan Akper Bas Balimbingan yang akan menjadi STIKes Mitra Husada Medan Program Keperawatan Diploma Tiga akan dikelola dengan baik. ‘’Sesuai dengan visi STIKes Mitra Husada Medan yakni unggul, integritas, inovatif dan service exellent,’’ katanya.

Dibagian lain, Siti Nurnawan mengatakan bahwa mahasiswinya juga akan tampil di Laos, Kamboja, Vietnam dan Malaysia untuk mengikuti kompetisi riset dan inovasi berskala internasional. ‘’Kita pernah menjadi juara kompetisi internasional di Bali. Bahkan baru-baru ini berhasil meraih juara 1 dunia. Kita juga telah banyak menjalin kerja sama internasional termasuk dengan Jepang. Kita juga akan dirikan RSU Jompo Millenial,’’ ujarnya.

Sebelumnya pada Sabtu (27/4), STIKes Mitra Husada menggelar peringatan Hari Kartini dengan tema: Membangun Generasi Millenial dengan Menjadi Kartini Muda yang kreatif, inovatif, berintegritas tinggi dan service excellent. Dalam ksempatan ini ditayangkan video perjalanan singkat RA Kartini.

STIKes Mitra Husada Medan juga menampilkan Festival 18 Millenial Generation of Kartini Midwives Goes to Industry 5.0 sekaligus pemilihan Putri Kartini Tahun 2019. Juga ditampilkan video pidato Bahasa Inggris, video kreativitas Hari Kartini dan pemilihan dosen-dosen berprestasi.

‘’RA Kartini ini adalah salah satu inspirasi dari kami-kami perempuan. Tanpa Kartini, kami-kami tak bisa berbuat apa-apa. Kartini bikin kita semakin semangat untuk mampu unggul dan berdaya saing,’’ harap Ketua STIKes Mitra Husada Medan terhadap pelaksanaan peringatan Hari Kartini yang rutin diadakan dikampusnya. (dmp)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *