Suami Ditikam OTK di Hadapan Istri

Hukum & Kriminal

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bungui alias Hakim (40) dibacok orang tak dikenal (OTK), di hadapan istrinya Lena (35), di depan rumahnya Jl. Perumnas Helvetia Medan, Sabtu (5/4) sekira pukul 22.00 Wib. Akibatnya, bapak beranak empat itu menderita luka tikam di leher dan punggung terpaksa menjalani perawatan di RSU Pirngadi Medan.

Istri Bungi, Lena saat ditemui wartawan di ruang ICU RSU Pirngadi Medan mengatakan, kejadiaan itu begitu cepat. Saat itu, dia dan suaminya Bungui baru pulang dari makan malam di salah satu rumah makan di kawasan Helvetia Medan.


Usai makan malam, keduanya langsung pulang ke rumah. Saat sepeda motor yang dikendarai pasangan suami istri itu tiba di gerbang rumah, tiba-tiba tiga pria turun dari mobil Kijang Innvova warna hitam yang telah menunggunya. Tanpa basa-basi, dua pria menikam suaminya.

“Dua pelaku bawa parang langsung turun dari mobil dan menikam leher suamiku dan menikam punggung suamiku,” ujar Lena.

Menurut wanita berparas cantik itu mengaku, dia melihat langsung suaminya roboh bersimbah darah.

“Aku nggak bisa berbuat apa-apa saat itu. Aku langsung lemas dan pingsan,” kata Lena.

Setelah itu, katanya, dia tak tahu lagi. “Aku nggak tahu lagi. Warga yang membawa kami ke salah satu rumah,” katanya.

Diterangkannya, tak berapa lama dia sadarkan diri. Ia pun langusung meminta kepada warga agar membawa suaminya ke RSU Pirngadi Medan.

Menurut Lena, setahunya pelaku mengendarai mobil Kijang Innova warna hitam. Setelah membacok suaminya pria itu langsung melarikan diri dengan mobilnya.

Hingga kemarin polisi masih melakukan penyelidikan. “Masih kita lidik, anggota sudah ke rumah sakit. Besok (hari ini) aja perkembangannya ya?” Ujar Kanit Reskrim Polsek Helvetia, AKP Hendrik Temaluru saat dihubungi, Minggu (6/4) malam.

 

BISNIS PROPERTINYA BERMASALAH

Pantauan wartawan di RSU Pirngadi Medan, hingga Minggu (6/4) korban masih terbaring lemah di ruangan lantai 5 RSU Pirngadi Medan, usai menjalani operasi mulai pukul 06.00 Wib hingga pukul 10.00 Wib. Bungui mengalami 6 liang.

Pengakuan anak korban, orangtuanya merupakan kontraktor perumahan (properti). Sebelum kejadian orangtuanya patungan dengan seorang temannya membangun perumahan jumlahnya Rp5 miliar. Dalam perjanjian, orangtuanya dan rekan orangtuanya itu sepakat keuntungan dibagi dua. Sementara pelaksana pengerjaan ditangani orangtuanya. Sayangnya, setelah proyek dikerjakan sampai 70 persen terjadi masalah.

Pengusaha panglong menagih utang pengambilan bahan bangunan Rp2 miliar dibuktikan dengan bon-bon utang. Lantas, orangtuanya menanyakan hak itu kepada rekannya itu. Nah, setelah itu orangtuanya langsung dibacok.

“Mungkin ada yang tak senang, bang,” kata anak korban yang minta namanya tak ditulis. (cr-3/bar/tun)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *